REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung pelaksanaan Latihan Puncak Super Garuda Shield (SGS) 2025 yang digelar di Menara Tinjau Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Sumatera Selatan, Rabu (3/9/2025).
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperlihatkan kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI bersama tentara negara sahabat dalam melaksanakan latihan multinasional terbesar di kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan RI dan Panglima TNI menyaksikan langsung demonstrasi Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX), berupa penembakan senjata artileri dan roket jarak jauh, serangan udara terintegrasi, hingga manuver pasukan darat. Seluruh rangkaian menunjukkan interoperabilitas TNI dengan mitra strategis dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.

Super Garuda Shield 2025 melibatkan ribuan prajurit dari 17 negara sahabat. Latihan ini mencakup operasi darat, laut, udara, hingga siber, dengan tujuan meningkatkan kesiapan dan interoperabilitas menghadapi ancaman bersama di masa depan.
Sumber : Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Cba Tedi Rudianto
Tags: jakarta
-
Program SBS Tahun 2021 di Duga Jadi Lahan Korupsi Kepala Pekon (Desa) Garut Kecamatan Semaka
-
Panglima TNI mengunjungi Poskotis Ops Madago Raya di Poso: Situasi Secara Umum Sudah Semakin Baik
-
Potensi Aspal di Buton Besar, Presiden Jokowi Putuskan Stop Impor
-
Mentrans Iftitah Kawal Penyelesaian Sengketa Lahan Transmigrasi Muaro Jambi, Gelar Perkara Akhir Buka Jalan Kepastian Hukum
-
Keluarga Besar Kemenag RI Gelar Upacara Peringati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-76 Tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan
-
Serang Warga Pakai Busur Hingga Meninggal Dunia, 29 Orang Pelaku Diamankan di Polres Gowa
-
Bupati Labuhan Batu Utara Hendriyanto Sitorus, SE, Melantik 59 Kepala Desa terpilih Periode Tahun 2022 – 2028
-
Pihak Kepolisian Selidiki Aksi Pembacokan Viral di Medsos Pengendara Motor di Ciomas Kabupaten Bogor
-
Isu Pembakaran Mama Hertina oleh TNI adalah Hoaks: Faktanya Dibunuh Kelompok Separatis OPM
-
Ungkap 64 Kasus Peredaran Narkotika dalam Kurun Waktu 3 Bulan Terakhir Oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor



