REAKSIMEDIA.COM | Cibinong , Kabupaten Bogor – – Masih mengurai terjadinya kelongsoran Tembok Penahan Tanah (TPT-2) yang hingga mengakibatkan ambrolnya TPT lama, baru-baru ini menuai protes dan tuntutan ganti rugi warga sekitar yang terdampak.
Pembangunan PTP direvitalisasi berlokasi di Kampung Cipayung RT 03/01 Kelurahan Tengah yang menelan anggaran APBD sebesar 5 Miliar rupiah. bertujuan untuk menahan tanah antara komplek Pusdai dengan pemukiman warga setinggi 2,5 meter persis dibelakang sisi Komplek yang belum lama dibangun itu tiba tiba ambrol dirasanoleh warga sekitar merugikan serta berdampak pada kerugian terhadap Warga yang sedang giat2nya menjalankan Program Kalu Bersih / River Eco village sepanjang 800 meter akibat robohnya TPT tersebut mengalami kerugian sekitar 100 juta rupiah, yg baru seminggu menabur 5000 benih ikan Nila dan sarana prasarana lainnya yg rusak tertimpa TPT.

TPT tersebut yang mana sepanjang sekitar 40 meter pagar sisi Pusdai ambrol, pemicu dari TPT-2 yang baru saat ini.
Diketahui, dalam proyek tersebut dikerjakan oleh CV Putera Zia dan Konsultan Pengawas oleh PT Sewun Indo Konsultan.
Amiruloh.SH, salah satu tokoh masyarakat sekitar mengatakan, kejadian itu bermula pagar tralisnya baru selesai di pasang oleh Kontraktor pelaksana, proyek TPT tersebut yang menjadi salah satu pemicu jebolnya TPT lama disebabkan kondisi tidak adanya sloop pengikat antara TPT lama dengan TPT yang baru di pasang, ditambah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.
“Jebolnya tanggul pagar tembok lama (tua) karena tertumpu oleh TPT baru sehingga beban tersebut nengakibatkan TPT yg lama Amblas dan Roboh, sementara TPT baru nya berdiri persis di posisi TPT lama. ditambah deras hujan malam itu,” jelasnya Rabu 8/10/2023.

Ditegaskannya, sebagai bagian dari pihak yang mengerjakan TPT tersebut, harus bertanggung jawab terhadap musibah jebolnya TPT dan segera mengganti kerugian kepada Warga yang terdampak dan mengalami kerugian akibat robohnya TPT tersebut warga sekitar mengalami kerugian sekitar 100 juta rupiah, yg baru seminggu menabur 5000 benih ikan Nila dan sarana prasarana lainnya yg rusak tertimpa TPT.
“Kami sebagai warga dan Kuasa hukum warga meminta kepada pihak kontraktor bertanggung jawab.

Kami pun meminta pertanggung jawaban kepada pihak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas proyek tersebut, dan tadi sore kami sudah berusaha untuk menemui salah satu kontraktor pengerjaan, kami meminta sebagai pimpinan Kontraktor untuk segera merealisasikan ganti rugi yang terdampak.
Laporan : Bambang. Ir
Tags: kabupaten bogor
-
Polres Tasikmalaya Kota Berikan Pembinaan dan Penyuluhan kepada Pelajar untuk Bentuk Karakter Pelajar Jadi Lebih Baik
-
Pengamanan Kegiatan Jumat Agung di wilayah Kabupaten Cilacap
-
Walikota Irsan Efendi Nasution Ikuti Panen Perdana Bawang Merah di Sabungan Jae
-
1 Jam Operasi, 70 Mobil Plat Luar Purbalingga Diperiksa
-
Dandim Tekankan Kehadiran TNI dapat Menjadi Solusi dalam Setiap Kesulitan Rakyat
-
Animo Tinggi, Polteknaker Perpanjang Masa Pendaftaran SBP 2026 Hingga 27 Mei
-
Wakapolres Gowa Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan KBPP Polri Se Polda Sulsel
-
Rangkaian Pertemuan Pertama Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN 2023
-
Presiden akan Resmikan Pabrik dan Jembatan hingga Tinjau Vaksinasi di Kalimantan Selatan
-
Perlindungan Hukum Terhadap Guru, Polres Mukomuko dan PGRI Mukomuko Teken Perjanjian Kerja Sama



