REAKSIMEDIA.COM | Sukabumi – Pemerintah pusat berencana menghilangkan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah, kebijakan itu menyusul Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang salah satunya perintah penghapusan tenaga honorer.
Dilingkungan Pemkot Sukabumi, kebijakan menghilangkan tenaga honorer belum bisa dilaksanakan Pasalnya keberadaan tenaga honorer masih dibutuhkan mengisi posisi-posisi yang tidak tercover aparatur sipil negara (ASN).
“Sampai sekarang kami belum siap untuk melepaskan tenaga honorer yang bekerja dilingkungan Pemerintahan Kota Sukabumi, mereka dibutuhkan untuk menjalankan roda birokrasi,” Kata Wali kota Sukabumi Achmad Fahmi, kepada wartawan ,Senin (24/1/2022).
Dengan demikian, ujar Fahmi, Pemkot Sukabumi belum dapat melaksanakan sepenuhnya aturan tersebut, aturannya tenaga honorer dengan diganti PPPK kalau Formasi untuk PNS belum tersedia.
“Pemkot Sukabumi belum mendapatkan alokasi untuk ASN maupun PPPK jadi tenaga honorer merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi kekurangan pegawai ,” kata Fahmi.
Jumlah tenaga honorer yang tersebar di beberapa perangkat daerah di Pemkot Sukabumi mencapai 1.077 orang, mereka bekerja sebagai pegawai non -PNS dan non PPPK dengan istilah antara lain tenaga harian lepas.
Kabid Kepegawaian Badan Kepegawaian dan pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menjelaskan prinsipnya Pemkot Sukabumi akan melakukan penghapusan tenaga honorer sebagai mana diatur PP Nomor 49/2018, namun sampai sekarang pusat belum membuat juklak dan juknis dari PP tersebut.
Berdasarkan UU Nomor 5/2014 tentang ASN, lanjut Taufik, status pegawai di Pemda hanya dua yakni PNS dan PPPK Karena itu secara perlahan dan bertahap, tenaga honoreritu akan dihapus, namun pelaksanaan nya tidak bisa sekaligus,” ungkapnya.
Laporan : Lelly
Tags: kabupaten sukabumi
-
Mentan SYL di Lampung, Koordinasi Pengendalian dan Pencegahan PMK
-
Walikota Padangsidimpuan Diberikan Apresiasi Melakukan Gerakan Pasar Murah Nasional Oleh Mendagri
-
Kasat Lantas : Viral Video dan Foto Kecelakaan Tragis di Kecamatan Bojong itu Hoax
-
Peduli Korban Kebakaran Pasar Dolog Asmat, Danrem 174/ATW Merauke Beri Bantuan Sembako Dan Pakaian Layak Pakai
-
Panglima TNI Tinjau Kecanggihan KRI Prabu Siliwangi-321 Yang Tiba dari Italia
-
Binrohtal Polres Kota Cilacap Rutin Dilaksanakan
-
Tanggapi Peringatan Menlu China ke ASEAN, LaNyalla: Sebaiknya Instrospeksi Soal Laut China Selatan
-
Hadiri Re-Akreditasi UPT Puskesmas Pintu Padang, Bupati Tapanuli Selatan Berharap Bisa Raih Penilaian Paripurna
-
Presiden Jokowi Tekankan Sejumlah Kerja Sama Indonesia-Korea Selatan
-
Ini Tiga Prioritas Penggunaan Dana Desa 2022

