REAKSIMEDIA.COM | Bandung – Penyetaraan jabatan administrasi menjadi jabatan fungsional merupakan bagian dari wujud reformasi birokrasi, serta upaya menyederhanakan struktur organisasi dan aparatur sipil negara (ASN). Perubahan proses pengelolaan organisasi dari basis struktural menjadi fungsional juga berpengaruh, bagi kepemimpinan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk melakukan supervisi dan pembagian tugas secara langsung kepada masing-masing perangkat kerja.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bandung Belly Isnaeni saat membuka Webinar Seri #4 bertajuk “Strategi Adaptasi Organisasi Pasca Penyetaraan Jabatan Struktural ke Fungsional di Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar”, Kamis (3/2/2022). Gelaran ini merupakan inisiasi dari PPSDM Regional Bandung dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Melalui kebijakan penyederhanaan birokrasi tersebut diyakini mampu meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan publik secara maksimal. “Peningkatan kinerja juga sangat terbuka dengan adanya penyederhanaan jabatan sebagaimana arahan dari Presiden, Bapak Jokowi tentang peralihan jabatan dari struktural menjadi fungsional untuk menggerakkan seluruh instansi pemerintah dengan pola pengangkatan,” ujar Belly.
Selain itu, peralihan jabatan ini merupakan langkah awal bagi para ASN untuk menunjukkan kredibilitasnya melalui pencetusan berbagai inovasi.
Belly menjelaskan, sebagai instansi pembina dan pengawas penyelenggaraan umum pemerintahan daerah, Kemendagri akan mengawal kebijakan tersebut demi terwujudnya birokrasi pemerintah daerah (pemda) yang lincah, adaptif, dan kolaboratif. Upaya tersebut dilakukan dengan menggelar berbagai kegiatan seperti webinar dan semacamnya. Dengan demikian, diharapkan dapat memberi pemahaman kepada ASN di daerah agar mampu mengimplementasikan tujuan dari kebijakan penyetaraan jabatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara Salim Ganiru. Dalam paparannya, dia memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para peserta terkait penyesuaian cara kerja setelah adanya penyetaraan jabatan. Menurutnya, kebijakan itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan organisasi pemerintahan yang minim struktur tapi kaya fungsi, terlebih bagi pemda yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Webinar yang diikuti lebih dari 700 peserta tersebut berlangsung lancar. Terlihat para peserta begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. BPSDM Kemendagri bersama PPSDM Regional Bandung akan terus menyelenggarakan berbagai seminar, workshop, Focus Group Discussion (FGD), dan berbagai pengembangan kompetensi lainnya dengan tema-tema yang menarik dan solutif.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: bandung
-
Bertemu Panglima TNI, Wapres Tegaskan Pengamanan Sebagai Prasyarat Pembangunan Kesejahteraan Papua
-
Relawan Al Maun Minta Pemerintah Lakukan Proyeksi Dana Haji Berkeadilan
-
Peduli Warga Binaan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Karya Bhakti Bantu Bangun Rumah Warga Perbatasan
-
Tinjau Persiapan Tol Trans Sumatera, Menteri Basuki Pastikan Siap Dilalui H-10
-
6 Hari Operasi Ketupat Tinombala 2022, Laka Lantas di Sulteng Naik 155 Persen
-
Anak Transmigran Senggi Petakan Kampung dan Titipkan Harapan untuk Pembangunan Kawasan
-
Dukung Program Vaksinasi COVID -19, Polda Jateng Siapkan Tenaga Vaksinator
-
Jumat berkah! Polri Peduli Kapolres Muara Jambi beserta Ketua Bhayangkari Muaro Jambi Berbagi Berkah
-
Mimpi Jadi Prajurit? Kodim 0428/Mukomuko Buka Jalan! Masuk TNI AD Gratis, Transparan, Tanpa Pungli
-
Polsek Sunggal Amankan Pria Pengedar Uang Palsu




