REAKSIMEDIA.COM | Yogyakarta – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar terus berkomunikasi dengan para pihak dalam mempercepat pembangunan desa di Indonesia. Salah satunya dengan pemangku Kesultanan Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X.
Sesuai Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2021, dari 392 desa di Yogyakarta, ada 109 desa (28 persen) berstatus desa mandiri, 211 desa maju (54%), dan 72 desa berkembang (18%). Tak ayal, secara keseluruhan DI Yogyakarta menempati ranking kedua se-Indonesia dalam kemajuan desa dengan nilai rata-rata IDM 0,7837. Adapun posisi pertama dipegang Provinsi Bali dengan nilai rata-rata IDM 0,8037.
“Tidak ada lagi desa tertinggal, apalagi desa sangat tertinggal. Yang menarik, kemajuan desa di Yogyakarta dibangun diatas budaya desa”, ujar Abdul Halim Iskandar, usai makan pagi bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur DI Yogyakarta, di Yogyakarta, Rabu (10/11/2021).
Gus Halim-sapaan akrab Abdul Halim Iskandar-mengatakan kemodernan desa tidak perlu meninggalkan budaya setempat. Kearifan lokal dari masing-masing desa justru menjadi kekuatan dan modal bagi percepatan pembangunan desa.
“Seluruh desa kan memiliki kearifan lokal masing-masing, itu (budaya lokal) dipertahankan. Jangan sampai kehadiran kebijakan pemerintah pusat membuatnya tercerabut dari akar budaya,” katanya.
Dia menilai kemampuan desa-desa di Yogyakarta dalam mempertahankan akar budaya mereka tidak lepas dari sosok Sultan HB X. Sebagai pemimpin kultural sekaligus pemimpin formal, Sultan HB X mampu menyelaraskan kecepatan perkembangan jaman yang ditandai dengan disrupsi teknologi dengan akar budaya masyarakat Yogyakarta.
“Harus diakui kecepatan perkembangan dunia digital saat ini kian mengerus akar budaya lokal di banyak desa di Indonesia. Namun di Yogyakarta, kemajuan perkembangan dunia digital justru digunakan untuk mendukung pembangunan desa, seperti untuk promosi desa wisata, pemasaran hasil produk unggulan desa dan lain sebagainya,” katanya.

Gus Halim pun menyatakan bahwa sosok Sultan HB X merupakan tokoh panutan tidak hanya di level Daerah Istimewa Yogyakarta tetapi di level nasional. Dirinya pun sangat membutuhkan masukan dan pandangan Sultan HB X dalam mempercepat pembangunan desa di Indonesia.
“Dan saya yang sangat kecil dan masih muda ini butuh banyak sekali nasehat beliau,” imbuhnya.
Sri Sultan mengungkapkan, dalam pertemuan itu mereka bertukar pendapat perihal pembangunan desa di Yogyakarta.
“Tadi kita berdialog bagaimana dan apa yang telah dilakukan Yogya. Kebetulan, terdapat banyak desa wisata, dan masih mempertahankan kearifan lokal,” ujar Sri Sultan
Laporan : Suryadi
Sumber : Badriy/Kemendes PDTT
Tags: yogyakarta
-
Satreskrim Polres Pinrang Sidak SPBU Usai Viral BBM Campur Air di Bekasi
-
Jelang Peringatan HUT ke-77 TNI Tahun 2022, Kodim 0808/Blitar Gelar Ziarah Rombongan di TMP Raden Wijaya
-
Tak Kenal Lelah Kejar Target Pengoralan Jalan Tepat Waktu, Satgas TMMD Kodim 0428/Mukomuko dan Warga “Saling Lempar Batu”
-
Mendes Yandri Apresiasi Starbucks Indonesia atas Pemberdayaan pada Petani Kopi Lokal
-
Ketua Umum PSSI Apresiasi Satgas Mafia Bola ; Komitmen Berantas Mafia Bola
-
Danlanud Sultan Hasanuddin Sambut dan Hantar Kunjungan Kerja Wamenhan RI di Makassar
-
Berperan Dalam Aksi Kemanusiaan Di Papua, Satgas Yonif 126/KC Terima Penghargaan Dari PMI Jayapura
-
Panglima TNI Tinjau Latihan KDOL, Uji Kesiapan Operasi Lintas Udara dalam Latihan Terintegrasi TNI 2026
-
Semarak HGN dan HUT PGRI Ke – 78, UPT SDENSA Pinrang Gelar Jalan Sehat
-
4 Bandit Pencuri Mobil Diringkus Unit Reskrim Jambi Selatan Bersama Tim Tekab Rang Kayo Hitam


