REAKSIMEDIA.COM | Parimo – Pembubaran unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan di Desa Sinei, Kabupaten Parigi Moutong, Kepolisian klaim sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)
Hal itu diungkapkan Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto saat menggelar jumpa pers di Polres Parigi Moutong, Senin (14/2/2022) sore.
Secara Umum dalam melakukan tindakan tegas untuk membubarkan pemblokiran jalan, Kepolisian sudah sesuai dengan SOP, saya ulangi secara umum Kepolisian sudah sesuai SOP, Kata Kabidhumas Polda Sulteng
Terlebih sebelumnya Kapolres Parigi Moutong dalam arahannya kepada personil pengamanan unjuk rasa untuk tidak membawa senjata,
Tetapi ada pelanggar SOP, jadi bukan kepolisian. Tetapi ada yang tidak patuh dengan SOP, jadi secara umum sudah sesuai SOP tetapi ada beberapa anggota yang tidak patuh SOP, tegas Didik
Didik menambahkan, Itulah sekarang yang lagi dicari dan dilakukan penyelidikan oleh pihak Bidpropam Polda Sulteng.
Kemudian saya jelaskan bahwa kejadian unjuk rasa ini sudah yang ketiga kalinya, pertama kedua masih bisa dinegosiasi dengan pihak kepolisian,
kemudian yang ketiga kemarin Kepolisian tidak berhasil melakukan negosiasi dengan masa yang melakukan pemblokiran jalan, ujarnya
Jadi perlu digaris bawahi, Kepolisian tidak pernah mempermasalahkan dengan ijin tambang, tetapi yang dipermasalahkan adalah menutup akses jalan.
Karena jalan itu satu-satunya akses untuk ke Sulawesi Tengah, ke Gorontalo sampai ke Sulawesi Utara atau Menado.
Kalau jalan itu ditutup sudah tidak ada alternatif lain, semuanya macet. Kalau malam itu Polisi tidak berinisiatif untuk membuka blokir jalan maka akan terjadi kemacetan panjang. ungkapnya
Kemarin sudah hampir 10 Km baik yang dari arah Sulawesi Tengah atau yang akan menuju ke Sulawesi Tengah. Jelas mantan Kapolres Kolaka ini.
Upaya negosiasi sudah empat kali dilakukan, akan tetapi masa yang melakukan pemblokiran jalan tidak pernah memberikan akses untuk membuka jalan,
Kalau itu tidak dibuka maka akan terjadi konflik baru antara pengguna jalan dengan masa pemblokir jalan.
Saya yakin malam itu pengguna jalan lebih banyak daripada masa yang memblokir jalan, makanya Polisi melakukan tindakan tegas untuk membuka blokir jalan tersebut, pungkasnya
Untuk diketahui unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan yang terjadi pada Sabtu (12/2/2022) terjadi di Desa Sinei Kec. Tinombo Selatan Kab. Parimo, Polisi harus melakukan tindakan tegas karena pemblokiran jalan telah berlangsung selama 12 jam dan menimbulkan kemacetan sepanjang 10 Kilometer.
Laporan : Suryadi
Sumber : Humas Polda Sulteng
Tags: parimo
-
Kapolsek Peureulak Bersama Camat dan Danramil Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran
-
Kapolres Banjarnegara Cek Korban Ledakan Sumur Bor Dieng di RS
-
Dukung Program Pemerintah, Polsek Limbangan Percepat Akselerasi Vaksinasi
-
Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Milik Warga
-
Refleksi Akhir Tahun 2024 Kementrans, Wamen Viva Yoga: Menjadi Bagian Untuk Menjaga NKRI, Mengetaskan Kemiskinan, dan Mewujudkan Swasembada Pangan
-
Film “Suami Yang Lain” Besutan Sutradara Senior John De Rantau, Tayang Serentak 4 Januari 2024
-
Satgas Yonif 600/Modang Berhasil Yakinkan Masyarakat Kembali Ke Kampung Suru-Suru Setelah 14 Bulan Ditinggalkan Mengungsi
-
Prajurit Kodam IM Sigap Selamatkan Warga Aceh dari Banjir dan Longsor
-
Menerima Dubes Emirat Arab, Wapres Minta Tindak Lanjut Kesepakatan Kedua Negara
-
Pertajam Kemampuan Anak Didik, Porbikawa Mukomuko Gelar Latihan Gabungan



