REAKSIMEDIA.COM | Kuantan Singingi – Diduga kuat menjadi pelaku monopoli Tandan Buah Segar (TBS) di beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) se-Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, PT. Citra Riau Sarana (PT. CRS 2) diduga sebagai penadah TBS di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Sementara, lahan TNTN yang merupakan kawasan dilindungi oleh Negara, sampai saat ini telah banyak digarap untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit penduduk ilegal yang berada di sekitar Desa Lubuk Kembang Bunga kecamatan Ukui.
Sebut saja Bagas (nama samaran), salah seorang pemilik RAM sawit mengaku kepada wartawan kalau TBS miliknya ditampung dari kawasan TNTN lalu disalurkan melalui DO CV Sawit Mulia milik CRS 2 yang diantar ke PKS.
“Kalau untuk RAM milik saya itu dikirim ke PT CRS 2 melalui DO milik H Nario,” ujarnya kepada wartawan sembari meminta namanya untuk dirahasiakan, Kamis (26/09/2023) lalu.

Jabri (nama samaran) sumber yang berbeda juga mengatakan hal yang sama yakni TBS yang masuk ke PKS PT. CRS itu diduga kuat diambil dari kawasan hutan tepatnya dari kawasan Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) di Kecamatan Ukui.
“TBS itu, yang dari kawasan TNTN itu dikirim ke PT CRS dengan total estimasinya mencapai 200 ton per harinya, melalui DO milik H Nario dengan CV Sawit Mulia,” ujarnya.
Sayangnya praktik ilegal itu tampak lepas dari pantauan petugas, pasalnya PT. CRS diketahui sudah menjalankan aksinya sejak 2010 hingga saat ini.
Perlakuan PT CRS menampung TBS dari TNTN ini disinyalir karena buah sawit diterima PT CRS lebih murah dari Perusahaan lain yang berada di lingkungan kabupaten Kuansing. Sementara TBS milik masyarakat sekitar perusahaan PT CRS menjual TBSnya ke luar dari PT CRS. Jadi PT CRS sendiri tidak lagi mendapatkan TBS yang menjadi omset bagi Perusahaannya.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Manager PKS PT. CRS 2, Tinambunan mengatakan, dirinya sedang sibuk dan rencana mau ke luar, “coba tanya kepada bagian opersional, ke pak Timbul. Karena terkait hal itu dilakukan oleh bagian operasional,” ujarnya.
Sementara bagian operasional, Timbul, yang dikonfirmasi awak media via whatsapp mengatakan bahwa, hal ini dia tidak mengetahui dan dirinya mengaku bahwa dia hanya karyawan biasa, dan yang menjadi tanggung jawab penuh terkait hal itu adalah Darwin selaku Maneger Komersil.
“Tanya sama pak Darwin, karena dia yang punya tanggung jawab penuh terkait hal itu,” ujar Timbul.

Usaha untuk mendapatkan informasi dari pihak perusahaan, tim awak media menghubungi maneger komersil PKS PT CRS, Darwin seperti yang dikatakan Timbul.
Namun saat tim awak media melakukan konfirmasi kepada Darwin, via pesan singkat whatsapp, dirinya tidak menanggapi hingga berita ini diterbitkan.
Laporan : Jakup Tarigan
Tags: Kuantan singingi
-
Ketua Umum Kohati PB HMI Suarakan Aspirasi Perempuan Menolak Kenaikan BBM
-
Menangkan Kompetisi Global, Wapres Dorong Lulusan UBL Ciptakan Inovasi yang Bermanfaat bagi Masyarakat
-
Direktur TP Oharda pada JAM PIDUM Menyetujui 24 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice
-
Majelis Adat Aceh Gelar Pelatihan Peradilan Adat di Aceh Timur
-
Kunjungi Pasar Sukaramai, Presiden Tinjau Kondisi dan Harga Sejumlah Komoditas Pangan
-
Gladi Pengamanan dan Tinjau Venue, Kapolri Pastikan KTT G20 Berjalan Lancar dan Aman
-
Satgas Yonif Mekanis 203/AK Memperingati Isra Mi’raj bersama Masyarakat Muslim di Pegunungan Tengah
-
Polsek Ciomas Cek TKP Terkait Video Yang Beredar Di Medsos Percobaan Penipuan Kendaraan Sepeda Motor Dengan Modus Pinjam Pakai
-
Polsek Lembang Amankan Ibadah Paskah di Gereja Katolik Santo Yakobus
-
Warga Kurang Mampu Tidak Mendapat Bantuan Pemerintah dan Viral di Medsos, Kades Tegalsawah Angkat Bicara

