Ratusan Mahasiswa Indonesia Dilepas Kuliah ke China, Yayasan BAIK Tekankan Kesiapan Akademik dan Pendampingan

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Ratusan mahasiswa Indonesia resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke sejumlah perguruan tinggi di China pada tahun akademik 2026. Pelepasan tersebut menjadi bagian dari komitmen Yayasan Bina Anak Indonesia Kompeten (BAIK) dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu menempuh pendidikan sekaligus beradaptasi dengan lingkungan internasional.

Acara pelepasan mahasiswa digelar di Jakarta pada 31 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Yayasan BAIK menegaskan bahwa keberangkatan mahasiswa ke luar negeri tidak cukup hanya dengan mengantongi surat penerimaan dari universitas.

Ketua Yayasan BAIK, Daniel Octavianus Atmadja, mengatakan kesiapan akademik, kemampuan bahasa, karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya dan lingkungan baru menjadi faktor penting yang turut menentukan keberhasilan mahasiswa selama menempuh studi di China.

Menurut Daniel, setiap mahasiswa memiliki latar belakang, kemampuan akademik, minat, dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, proses pendampingan dilakukan secara personal melalui konsultasi dan pemetaan sebelum mahasiswa menentukan program studi maupun universitas yang dituju.

“Kami melihat kemampuan akademik, minat, kesiapan bahasa, hingga rencana karier masing-masing mahasiswa sebelum merekomendasikan program studi dan universitas,” ujar Daniel.

Pendampingan Mahasiswa Tidak Berhenti Saat Berangkat

Yayasan BAIK tidak hanya membantu mahasiswa dalam proses pendaftaran ke perguruan tinggi di China. Pendampingan juga diberikan melalui berbagai program persiapan yang dirancang untuk membekali mahasiswa sebelum memasuki kehidupan akademik dan sosial di negeri tersebut.

Sejumlah program yang disiapkan antara lain Four Seasons Camp, pelatihan HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) atau kemampuan bahasa Mandarin, persiapan CSCA, serta kelas IELTS dan TOEFL.

Program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghadapi sistem pendidikan tinggi di China sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Daniel menilai tantangan mahasiswa Indonesia yang kuliah di China tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengikuti perkuliahan. Mereka juga harus mampu beradaptasi dengan bahasa, budaya, kebiasaan, serta lingkungan sosial yang berbeda.

Baca juga:  Hadapi Kecepatan Informasi dan Data Jelang Pemilu, Kemendagri Bangun Literasi Digital

“Masuk universitas adalah tahap awal. Bertahan dan berkembang di lingkungan baru adalah tantangan berikutnya,” kata Daniel.

Karena itu, menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan menjadi salah satu aspek penting agar mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan, tetapi juga berkembang secara akademik maupun personal selama berada di China.

Pendidikan Internasional untuk Tingkatkan Daya Saing Generasi Muda

Langkah Yayasan BAIK dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri dinilai sejalan dengan semangat pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Pasal 3, menegaskan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta bertanggung jawab.

Sementara itu, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi juga memberikan ruang bagi pengembangan kerja sama pendidikan internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Melalui program pendampingan tersebut, Yayasan BAIK berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kesempatan memperoleh pengalaman pendidikan internasional sekaligus memiliki kesiapan menghadapi tantangan global.

Pendidikan di luar negeri, khususnya di China, diharapkan tidak hanya menjadi sarana memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi pengalaman untuk membangun kemampuan bahasa, wawasan internasional, kemandirian, karakter, dan kesiapan memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Dengan bekal akademik dan nonakademik yang lebih matang, mahasiswa Indonesia diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten serta memiliki daya saing di tingkat global

Tags: