REAKSIMEDIA.COM | Halmahera utara – Filosofi Hibualamo sebagai “Rumah Besar” yang menjunjung tinggi persaudaraan kembali diuji. Namun, kesiapsiagaan aparat keamanan menjadi jawaban tegas bahwa kedamaian di tanah Halmahera Utara adalah harga mati yang harus terus dirawat oleh semua pihak.
Pasca gesekan antarwarga Desa Kira dan Desa Duma di Kecamatan Galela Barat, Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara bersama jajaran TNI membuktikan soliditasnya. Dalam sebuah langkah pengamanan berskala besar yang digelar pada Selasa (31/3) dini hari, aparat gabungan bergerak cepat untuk menetralisir situasi dan memastikan keselamatan warga.
Hadir dengan Hati: Upaya Kolektif Memulihkan Kedamaian Operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., ini membawa misi utama yang jelas: Preemtif dan Preventif. Fokus utamanya adalah memulihkan ketenangan, mencegah terjadinya gesekan susulan, serta memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang mengancam nyawa warga.
”Tujuan kami turun ke lapangan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mencabut akar kekerasan sebelum ia tumbuh menjadi tragedi. Kami hadir untuk memberikan jaminan bahwa setiap warga bisa kembali beraktivitas dengan tenang dan nyaman,” tegas AKBP Erlichson.

Aksi Preventif Demi Keamanan, Kenyamanan, dan Kerukunan Warga
Langkah cepat ini membuahkan hasil signifikan dengan diamankannya puluhan senjata tajam, senapan angin, hingga minuman keras. Puncaknya, petugas berhasil menyita satu unit bom rakitan.
Temuan ini menjadi bukti vital bahwa kehadiran TNI/POLRI telah berhasil meniadakan potensi bahaya yang mengancam keselamatan bersama, sehingga masyarakat dapat kembali fokus merajut tali silaturahmi.
Meski situasi mulai kondusif, tugas aparat belum usai. Personel gabungan TNI dan Polri hingga saat ini tetap disiagakan di titik-titik rawan untuk memantau situasi secara real-time. Kehadiran petugas di lapangan adalah untuk memastikan bahwa ketenangan benar-benar terjaga dan masyarakat merasa terlindungi sepenuhnya dalam naungan persaudaraan.
Harmoni dalam Perbedaan: Menjaga Warisan Luhur Galela Di balik ketegasan aparat yang menyisir gang-gang desa, tersirat sebuah pesan mendalam tentang esensi hidup berdampingan. Kehadiran TNI dan Polri adalah pengingat bahwa perbedaan pendapat tidak seharusnya diselesaikan dengan benturan fisik, melainkan dengan dialog di dalam “Rumah Besar” Hibualamo.

Sebab, pada akhirnya, keamanan bukan hanya soal ketiadaan konflik, melainkan tentang hadirnya rasa saling menghargai yang terus dipupuk sebagai warisan leluhur. Sebagaimana pesan bijak yang mengiringi langkah aparat dalam menjaga Bumi Hibualamo:
“Keberagaman adalah warna-warni yang memperindah Bumi Hibualamo, namun kedamaian adalah pondasi yang membuatnya tetap berdiri kokoh. Hidup dalam keberagaman akan terasa indah ketika kita menyadari bahwa luka saudaramu adalah pedihmu juga. Menjaga damai bukan hanya tugas hari ini, melainkan janji kita untuk masa depan anak cucu kita.
Laporan : Edwin Tatipang
Sumber : Humas Polres Halut
Tags: halmahera utara
-
Polres Mukomuko Laksanakan Pemotongan Hewan Qurban, AKBP Yana: Bentuk Kontribusi Dalam Memperkuat Hubungan Dengan Masyarakat
-
Mendes Yandri Sebut Minimal 20 Persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan
-
Polda Jatim Salurkan Tali Asih Kepada Keluaga Korban Insiden Kanjuruhan
-
Kapolres Gowa beserta Ketua Bhayangkari Lakukan Kunjungan Kerja di Polsek Bajeng dan Bontonompo
-
Siak Terima PAD Dari Pajak Tol Trans Pekanbaru-Dumai Rp 8,9 Milyar Pertahun
-
Cek Pabrik di Cianjur, Kabareskrim Minta Obat Untuk Covid-19 Segera Didistribusikan
-
Presiden Jokowi Apresiasi Seleksi Pemain Timnas U-17
-
Hadiri Pembukaan CAEXPO 2023, Wapres Serukan Negara-negara ASEAN dan Mitra Strategisnya Kuatkan Kolaborasi dan Integrasi Ekonomi
-
Jelang Lebaran Idul Fitri 1445 H, Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian R Melakukan Sidak Ke Pasar terong
-
Ahli Hukum Tata Negara: Sudah Profesional Polisi Hentikan Kasus Arteria Dahlan





