Silaturahmi di Desa Ranah Karya, Sapuan Wasri Diminta Warga Untuk Melanjutkan dan Menuntaskan Pembangunan

REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Hal tersebut terungkap tatkala Paslon 03 Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko Sapuan-Wasri bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Ranah Karya Kecamatan Lubuk Pinang Mukomuko, Kamis sore (4/11/24).

Warga yang hadir secara gamblang meminta kembali calon pertahana untuk melanjutkan dan menuntaskan pembangunan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kapuang Sati Ratau Batuah.

“Kami minta Sapuan-Wasri dapat melanjutkan pembangunan untuk 5 tahun mendatang, Tuntaskan dan Lanjutkan,” teriak warga yang hadir sembari mengatakan Coblos Jilbab nya…..!!!

Dalam kesempatan itu, Paslon 03 yang diawali oleh Calon Wakil Bupati Mukomuko Hj Wasri menyebutkan bahwasanya masa kepemimpinan Sapuan Wasri tidak lah genap sampai 5 tahun memimpin Kabupaten Mukomuko.

“Banyak tantangan diawal pemerintahan Sapuan Wasri, 2 tahun pertama kita dilanda Covid 19, tentu ini sangat berpengaruh bagi laju pembangunan di Kabupaten Mukomuko, kita dihadapkan dengan percepatan penurunan wabah Covid 19, ditambah lagi tahun ini pemerintah daerah wajib mensukseskan Pemilu dan Pilkada serentak, namun walau begitu, Pemerintahan Sapuan Wasri telah memberikan bukti dengan waktu yang berjalan 3,5 tahun mampu memberikan kontribusi yang besar untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Mukomuko,” sebutnya.

Disebut Wasri bahwa upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Mukomuko saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Sudah ada puluhan kilometer aspal hotmik yang telah di bangun di kabupaten Mukomuko,
kalau kita hanya mengandalkan anggaran APBD kabupaten sangat berat kita untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di kabupaten Mukomuko, dan ini semua karena lobi lobi pak Sapuan ke pemerintah pusat,” ungkap Wasri.

“Selain itu, Pemerintahan Sapuan Wasri juga berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat di Kabupaten Mukomuko.

“Seperti kesehatan dan pendidikan juga menjadi perhatian serius bagi Sapuan Wasri, pembangunan rumah sakit Pratama Ipuh untuk masyarakat kita di wilayah selatan, pengurusan akte kelahiran, KK dan KTP juga semakin kita permudah, dulu mengurus KTP sangat sulit bagi warga kita, di masa Sapuan Wasri ini kita mudahkan untuk masyarakat, sekarang sudah kita pecah di masing masing Dapil untuk masyarakat yang ingin membuat data kependudukan, sehingga masyarakat semakin terlayani dengan baik,” jelasnya.

Untuk sektor pendidikan, Sapuan Wasri telah menganggarkan seragam gratis untuk tingkat SD dan SMP.

“Dan ditahun ini pembagian seragam gratis juga merambah ke sekolah Madrasah (MI & MTs), ini komitmen Sapuan-Wasri untuk membantu para orang murid,” paparnya.

Dana Bagi Hasil Sawit, lanjut Wasri bahwa Kabupaten Mukomuko telah 3 tahun berturut turut mendapatkan DBH (Dana Bagi Hasil) Sawit untuk upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Mukomuko.

“Dari tahun 2023, 2024 dan 2025, tiga tahun ini Kabupaten Mukomuko mendapatkan berturut turut mendapatkan DBH Sawit, ini semua berkat perjuangan pak sapuan untuk kabupaten Mukomuko, semua upaya tersebut untuk memacu pembangunan di Kabupaten Mukomuko,” jelasnya.

“Kita berbagi tugas dengan bapak Bupati Mukomuko, seperti rumah tangga, istri mengurus rumah tangga dan suami keluar mencari nafkah, ini sudah menjadi komitmen kita sebelum pencalonan, pak Bupati ke pemerintah pusat dalam mencari anggaran untuk membangun kabupaten Mukomuko, kalau kita hanya mengandalkan anggaran Kabupaten, sangatlah berat kita mewujudkan pembangunan yang sudah kita capai saat ini, kedepannya Mukomuko akan kita buat terang benderang, sebab SUTET ( Saluran Utama Tegangan Tinggi) tahun ini sudah masuk di Kabupaten Mukomuko, pastinya ini sangat membantu dan memudahkan masyarakat kita,” bebernya.

Terkait stabilnya harga sawit saat ini, Wasri menyampaikan bahwa pemerintahan Sapuan Wasri berkomitmen untuk menciptakan harga yang berpihak dengan masyarakat petani sawit.

“Semasa Sapuan Wasri menjabat harga sawit juga stabil, kenapa..? Karena kami melarang pejabat kami masuk kedalam perusahaan sawit,” sebut Wasri yang sambut tepuk tangan meriah.

Dalam kesempatan itu, Hj Wasri berharap warga dapat menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada 27 November di TPS masing masing.

“Gunakan hak pilihnya, jangan golput, datang ke TPS untuk menentukan pemimpin kita 5:tahun kedepannya, mohon doa restu dan dukungan dari warga Ranah Karya untuk memilih Sapuan Wasri, mohon dukung kami untuk melanjutkan dan menuntaskan pembangunan di Kabupaten Mukomuko, dukung kami untuk menuntaskan pembangunan yang masih belum terselesaikan di masa kepemimpinan kami, doakan kami dapat mewujudkan kemajuan untuk Kabupaten Mukomuko dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten yang kita cintai ini,” pungkas Hj Wasri.

Baca juga:  Tutup MTQ Korpri di Sumbar, Menteri PAN-RB: Korpri Alat untuk Melayani Masyarakat

Sementara itu, H Sapuan Calon Bupati Mukomuko Nomor Urut 03 mengungkapkan bahwa tahun depan pembangunan di wilayah Kecamatan Lubuk Pinang pasti dilanjutkan.

“Kami pastikan 99,99 persen Gg Becek di Kecamatan Lubuk Pinang kita bangun hotmix di tahun 2025, dan kalau nanti sudah di Hotmix Gg Becek kita ganti namanya menjadi jalan perubahan, setuju semua warga yang hadir disini..,” tanya Sapuan yang dijawab warga dengan teriakan lanjutkan dan tuntaskan..!!

Dilanjutkan Sapuan bahwa ditahun depan Kabupaten Mukomuko akan menuntaskan 100 persen masyarakat telah tercover dengan BPJS gratis.

” Tahun depan kita tuntaskan 100 persen warga di kabupaten Mukomuko tercakup menerima BPJS Gratis, karena sampai saat ini sudah 98, 99 persen warga telah menerima BPJS gratis, warga cukup bawa KTP untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, target kita kedepannya setiap puskesmas punya 1 ambulans, dan memiliki ruang rawat inap,” ungkap Sapuan.

Untuk menstabilkan harga sawit, Sapuan Wasri terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani sawit dengan menginstruksikan kepada para pejabatnya untuk tidak masuk ke perusahaan sawit.

“Jika kami di beri amanah lagi memimpin Kabupaten Mukomuko ini, kami akan melarang pejabat kami untuk masuk ke dalam pabrik, untuk itu kami harus maju kedua kalinya menjadi Bupati Mukomuko mengingat perjuangan kami belum maksimal untuk membangun kabupaten Mukomuko,” tegas Sapuan.

Warga yang hadir juga menyampaikan Curhatan kepada Paslon 03 Sapuan- Wasri dengan meminta pembangunan infrastruktur jalan di kecamatan Lubuk Pinang,

“Pasti akan kita lakukan untuk pemerataan masyarakat, maka untuk itu mohon kita lanjutkan dan tuntaskan apa yang kita harapkan bersama dapat tercapai, jikalau saya sering tidak hadir di acara masyarakat, saya mohon maaf, karena dari awal kita sepakat untuk mengurus rumah tangga di tangani ibu Wakil Bupati, saya berjuang ke pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Mukomuko, saya malu kalau datang di acara masyarakat tapi pembangunan tidak ada di situ, makanya dukung kami dengan datang ke TPS pada tanggal 27 November nanti dengan mencoblos nomor urut 03 yang ada gambar Jilbabnya,” pinta Sapuan.

Sementara itu, Muharamin Jurkam Paslon 03 menyebutkan bahwa pemilih cerdas akan menaruhkan pilihan pada Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko Nomor Urut 03.

“Pemilih Cerdas pasti tahu apa yang akan dipilihnya, dan saya minta kepada Simpatisan Muharamin untuk memilih nomor 3, Sapuan Wasri Menang Menang menang, Sapuan Wasri Coblos Jilbabnya, Sapuan Wasri Tiga , tiga tiga,” sebut Muharamin yang diikuti dengan penuh semangat oleh warga yang hadir.

Di tempat yang sama, H Supardji yang Jurkam Paslon 03 juga menyebutkan bahwa diantara Bupati sebelumnya, dirinya menilai selama Sapuan Wasri memimpin telah banyak kemajuan yang diraih di Kabupaten Mukomuko.

“BPJS Gratis sudah hampir 100 persen, seragam gratis untuk anak sekolah kita ada, bidang kesehatan, pembangunan juga nyata, pembangunan infrastruktur yang sangat bagus, harga sawit stabil di masa beliau, jadi kalau mau lebih baik lagi maka kita harus lanjutkan, dan sebagai mantan wakil bupati ternyata anjloknya harga sawit akibat masuknya para pejabat kita ke pabrik pabrik, saya sendiri mengalami sewaktu menjabat sebagai wakil bupati, setiap minggunya saya selalu pergi ke pabrik, dan selalu “mendapat” dari pabrik, saya tidak tahu bahwa amplop yang saya terima dari pabrik ternyata berpengaruh dengan anjloknya harga sawit di masyarakat, sungguh saya tidak tahu ini ternyata penyebabnya, bayangkan saja saya ditambah 30 pejabat yang masuk ke pabrik pabrik, betapa terjunnya harga sawit di masyarakat, sebab semua yang datang minta bantuan ke pabrik, point pentingnya di masa Sapuan Wasri beliau berdua melarang pejabatnya untuk masuk ke pabrik, jadi apakah kita “ke lain hati” atau “lanjutkan dan tuntaskan”…? tanya Supardji…spontan di jawab warga Lanjutkan dan Tuntaskan …!!!

Laporan : Rahmadsyah Sipahutar

Tags: