SMK Teknologi Muhammadiyah Bukittinggi Tetap Exis Dalam Dunia Pendidikan 

REAKSIMEDIA.COM | Bukittinggi – Semua sekolah tentunya inginkan anak-anak murid menjadi orang yang cerdas agar dapat berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain. Maka, untuk itu perlu meningkatkan mutu pendidikan, seperti SMK Muhammadiyah, yang tak habis oleh waktu sejak berdiri pada tahun 1976, sampai saat ini tetap maju dan berkembang meskipun sudah tergolong sebagai salah satu SMK tertua di Bukittinggi, Sumatera Barat.

“Ia ada 4 program keahlian dan 5 kompetensi keahlian diantaranya, teknik mesin dengan keahlian tenik permesinan, teknik otomotif dengan keahlian teknik otomotif kendaraan ringan dan bisnis sepeda motor, teknik tenaga listrik dengan keahlian teknik instalasi tenaga listrik, kemudian teknik elektronika dengan kompetensi keahlian teknik audio vidio,” papar Kepala sekolah SMK Muhammadiyah, Drs.H. Zamril, ke media (27/11/ 2021).

Dikatakanya, dari kondisi sekarang kompetensi keahlian yang banyak diminati siswa adalah teknik otomotif kendaraan ringan dan teknik bisnis sepeda motor. Memang berbeda dari yang dulu, karena dulu yang banyak diminati siswa adalah teknik ketenagaan listrik.

“Terimakasih kepada masyarakat yang telah mempercayai menitipkan untuk mendidik anak-anaknya menuntut ilmu di SMK Teknologi Muhammadiyah, semoga kedepanya amanah itu tetap selalu kita pegang demi generasi selanjutnya,” katanya.

Diterangkanya, untuk menunjang semuanya perlu ada tenaga pendidik yang berkompentensi dibidangnya masing-masing, SMK Muhammadiyah mengadakan banyak tenaga guru. Untuk sekarang memilik 2 kelompok tenaga guru yang pertama guru PNS yang diperbantukan oleh pemerintah. Kemudian, guru yayasan dan guru honor, jadi untuk jumlah keseluruhan ada sekitar 43 orang yang terdiri dari muatan nasional dan kewilayahan, ada juga guru khusus Muhammadiyah yang disebut dengan Al-Islam Muhammadiyah.

“Seperti kata pepatah, usaha tidak akan mengkhianati hasil, dilihat dari alumni yang telah dilahirkan Muhammadiyah sudah mencapai ribuan. Contohnya, menjadi PNS, menjadi Polisi, menjadi Pengusaha, dan bekerja di industri yang ada di Sumatera Barat dan luar Provinsi bahkan sampai luar negeri,” terangnya.

Baca juga:  Antusias Masyarakat Hiliran Gumanti Untuk Vaksinasi Covid-19 Sangat Tinggi.

Setelah itu, Drs. H. Zamril menjelaskan selain mendatangkan guru-guru untuk menunjang pendidikan tentunya dibutuhkan juga alat-alat untuk praktek. Memikirkan hal tersebut, maka diajukan proposal senilai 125 juta, dan mendapatkan bantuan satu paket 150 juta dari kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia. Lalu, harus dipergunakan sesuai proposal untuk perlengkapan alat teknik permesinan yaitu 2 jenis unit mesin bubut dan peralatan OAW mulai dari trafolas. Kemudian, ada satu tambahan lagi untuk las karbit, jadi semuanya ada 4 paket yang dibelikan dari bantuan yang diberikan.

“Setelah itu pihak sekolah melakukan pembelian melalui Sinplah, sehingga untuk sekarang hanya tinggal satu alat yang belum datang. Sehingga, yang sudah di SPJ kan sebesar 55 persen, insyaallah pada akhir November ini satu unit lagi akan datang. Maka, sudah terlaksana 100 persen pelaksanaan pembelian barang dari bantuan tersebut. Semoga, tahun depan semakin maju dan berkembang sehingga dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, bahkan cerdas dalam urusan duniawi dan cerdas dalam urusan akhirat,” tutupnya.

Laporan : Dodi Surya

Tags: