REAKSIMEDIA.COM | Way Kanan, Lampung – Maraknya tambang emas diduga ilegal yang ada di Kabupaten Way Kanan, Lampung seolah dibiarkan. Padahal, sudah jelas selain merusak kelestarian lingkungan, akibat aktivitas penambangan ini juga akan merugikan masyarakat sekitar.
Tidak hanya itu dalam ketentuan hukum juga sudah di atur oleh Pasal 17 Ayat 1 Undang-Undang No 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja dan/atau Pasal 12 Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.
Kita ketahui bahwa, negara kita (Indonesia) merupakan negara Hukum yang disetiap ini aktivitasnya di atur oleh Undang-Undang, namun entah apa yang terjadi dengan penambangan ilegal yang ada di Way Kanan ini, seolah dibiarkan dan menjadi tanda tanya besar kepada pemangku kekuasaan di Bumi Ramik Ragom tersebut.
Seperti halnya, diduga tambang Ilegal yang beroperasi dilahan milik Negara, yang dikelola oleh PTPN 7 AFD Bapu Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung tersebut. Dengan leluasa beroperasi, dan jelas mencemari lingkungan, tetapi sampai dengan saat ini masi berjalan lancar, diduga apakah Pemerintah setempat menutup mata atau belum mengetahui keberadaan tambang ilegal itu.

Menurut salah satu pekerja harian di PTPN 7 borongan yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa tanah tempat mereka menambang itu milik Negara, tetapi tambang emas ilegal di perkebunan PTPN 7 semakin menggila tak menghiraukan hal tersebut.
“Tanah itu milik PTPN 7, yang sepengatahuan saya milik Negara. Tetapi kenapa ada Tambang-Tambang emas ilegal kenapa pihak berwajib tidak langsung turun tangan untuk menutupnya, kalau penambangan ini diperbolehkan, kami juga ingin menambang di sana, tapi kami paham aturan bahwa hal tersebut dilarang. Namun, sejauh ini diduga pihak berwajib seolah tutup mata padahal dekat dengan pusat Kabupaten, bahkan dekat dengan Polsek dan Polres Way Kanan, oleh sebabnya kami ragu eksistensi instansi terkait akan hal ini kenapa tetap berjalan,” ujarnya, sembari ia berharap pihak yang berkompeten dalam hal ini melakukan tindakan yang tegas.
Saat dikonfirmasi manager PTPN 7 melalui via WhatsApp tidak ada balasan sampai berita ini terbit kan hari ini.
Laporan : Yosafat
Tags: Way Kanan Lampung
-
Ratusan Aparat Gabungan Disiagakan dalam Pengamanan Tradisi Syawalan di Demak
-
Terima Komisaris dan Direksi Bank BJB Syariah, Wapres Dukung Program Pengembangan Pesantren dan Haji Muda
-
Pantau Vaksinasi di Kecamatan Pageruyung, Ini Imbauan Wakapolsek
-
Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Para Kepala OPD
-
Binda Banten Upayakan Percepatan Vaksinasi di Kabupaten Tangerang
-
PPSPI Kukuhkan Pengurus Nasional dan 38 DPW, Perkuat Profesionalisme Sektor Publik
-
11 Bom Lontong Milik DPO Teroris Poso di Musnahkan oleh Satgas Madago raya
-
Pengadaan Air Bersih TNI AD, Kodim 0428/MM Buat Sumur Bor Untuk Warga.
-
Kapolda Jateng: Hujan di Semarang Akan Dialihkan Lewat Rekayasa Teknologi
-
Agar Berjalan Dengan Lancar Dan Aman, Danramil 1710-04/Tembagapura Beserta Pihak Kepolisian Hadiri Sekaligus Amankan Acara Adat Bakar Batu




