REAKSIMEDIA.COM | Jayapura – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 11 Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan situs lerehfarma.id dalam acara sosialisasi di Balai Kampung Purnawajati, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua. Inovasi platform digital ini dihadirkan untuk mengatasi berbagai hambatan akses kesehatan yang kerap dialami masyarakat setempat, seperti minimnya ketersediaan obat di Puskesmas Pembantu (Pustu), akses jalan yang rusak menuju fasilitas kesehatan, keterbatasan air bersih, serta maraknya penyakit endemik seperti malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit kulit skabies.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti secara antusias oleh kader kesehatan, ibu-ibu penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), karang taruna, hingga para tenaga medis dari Kampung Purnawajati dan Kampung Tabbeyan.
Melalui situs lerehfarma.id, warga kini dapat mengecek ketersediaan stok obat, menemukan lokasi fasilitas kesehatan terdekat, membaca panduan praktis pencegahan penyakit, serta menyampaikan keluhan langsung melalui fitur kotak pengaduan warga.
Inisiatif digital ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak setempat. Bidan Sinta, seorang tenaga kesehatan, merasa sangat terbantu karena warga tidak perlu lagi buang waktu dan tenaga datang ke Pustu (Puskesmas Pembantu) hanya untuk mengecek ketersediaan obat.
“Jika obat di Pustu kosong, warga bisa langsung mencari alternatifnya di apotek lain. Ini sangat memudahkan,” ungkap Bidan Sinta, Sabtu (26/9/2026).
Senada dengan hal tersebut, Susanto, salah satu warga Yapsi, merasa terbantu dengan tersedianya saluran khusus untuk menyampaikan keluhan terkait keterbatasan obat-obatan dan layanan kesehatan di wilayahnya.
“Adanya website ini memudahkan kami untuk menyampaikan keluhan penyakit, terutama terkait obat-obatan yang akses dan ketersediaannya terbatas di Pustu”, ujar Susanto, Sabtu (26/9/2026).
Selain memperkenalkan platform digital, TEP ITB membekali masyarakat dengan keterampilan praktis untuk meningkatkan kualitas hidup harian. Warga diajarkan cara menguji tingkat keasaman air bersih (pH air) serta mempraktikkan pembuatan penyaring air sederhana untuk skala rumah tangga guna mengatasi keterbatasan air bersih di Yapsi. Edukasi mendalam mengenai pencegahan penyakit malaria, ISPA, dan skabies juga diberikan secara intensif.
Anggota TEP 11 ITB, Ranif, menekankan pentingnya efek manfaat berantai agar ilmu yang dibagikan tidak berhenti pada peserta sosialisasi saja, melainkan disebarluaskan oleh kader dan pemuda ke seluruh lapisan masyarakat.
“Informasi dan ilmu yang didapat harus disebarluaskan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga,” tutur Ranif, Sabtu (26/9/2026).
Komitmen ini disambut hangat oleh Kepala Kampung Tabbeyan, Nicolas Gaya, yang berjanji akan meneruskan materi edukasi serta pelatihan tersebut ke warga yang lebih luas.
“Kami dan kader kampung akan melanjutkan manfaat dari pelatihan ini dan akan meneruskannya kepada masyarakat yang lebih luas”, ujar Nicolas, Sabtu (26/9/2026).
Langkah pemberdayaan dan digitalisasi di tingkat desa ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa digitalisasi merupakan keharusan agar ekonomi desa dapat mandiri dan naik kelas.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah keharusan bagi UMKM dan ekonomi desa kita untuk naik kelas serta mandiri di tengah persaingan global,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Pembukaan Forum Ekonomi Digital Nasional di Jakarta pada Rabu (12/8/2026).
Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan bahwa pembangunan wilayah harus dibarengi dengan pengembangan ekosistem usaha.
“Pembangunan kewilayahan yang kita lakukan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakatnya melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna,” ujar Menko AHY dalam Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Kewilayahan pada Selasa (22/9/2026).
Visi ini juga menjadi pilar dalam transformasi kawasan transmigrasi. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong transformasi kawasan transmigrasi menjadi lumbung ekonomi baru melalui sentuhan kreativitas dan digitalisasi.
“Kawasan transmigrasi harus bertransformasi menjadi lumbung ekonomi baru. Produk-produk lokal dari para transmigran harus bisa menembus pasar nasional dengan sentuhan kreativitas dan digitalisasi,” kata Menteri Iftitah pada Dialog Nasional Ketransmigrasian di Makassar, Kamis (3/9/2026).
Tags: jayapura
-
Pimpin Prasetya Perwira Tahun 2021, Presiden Jokowi Lantik 700 Perwira Remaja TNI dan Polri
-
Untuk Eksekusi Sejumlah Program Pembangunan di Riau, Pengendalian Pandemi Covid-19 Menjadi Prasyarat
-
Presiden Jokowi dan Presiden Lula da Silva Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Brasil
-
Danrem 071/Wijayakusuma Bersama Forkopimda Banyumas Ikuti Upacara Peringatan HUT Ke-76 TNI Secara Virtual
-
Polres Serang Kota Gelar Apel Pengamanan dan Pengawasan Prokes Aksi Unras FSPMI
-
Wujudkan Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua melalui Kolaborasi Antarpihak
-
Pemdes Talang Petai Salurkan BLT DD di Jumat Berkah, Kades Armadi : Gunakan Bantuan Ini Untuk Membeli Kebutuhan Pokok Sehari Hari
-
TNI Raih Predikat A (Pelayanan Prima) pada Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025
-
Tingkatkan Diplomasi Militer, Panglima TNI Terima Kunjungan Kerja Dubes LBBP RI Untuk Republik Islam Pakistan
-
Kapolda Kalbar Buka Pendidikan Pembentukan Calon Bintara Polri TA 2022



