REAKSIMEDIA.COM | Banyuwangi, Jawa Timur – Terbongkar fakta, pelaporan atas kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur yang dilaporkan oleh orangtua korban berakhir dan ditutup secara kekeluargaan.
Akan tetapi, yang lebih mengejutkan ternyata adalah kejahatan seksual tersebut dilakukan secara daring via aplikasi Game Roblox.
Terungkapnya kasus ini secara gamblang bermula atas pengakuan korban sendiri setelah didesak oleh orangtuanya yaitu Rasman (66) untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan dialami oleh putrinya yang baru berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku sekolah SD tersebut.
“Dalam kondisi stabil, setelah mendapat pendampingan psikologis kepolisian Polresta Banyuwangi anak saya menceritakan bahwa dirinya bukanlah korban persetubuhan, melainkan korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh dua orang misterius melalui video call,” ucap Rasman, Rabu (01-11-2023).

Rasman foto kanan selalu (orangtua korban) menerangkan, bermula anaknya berkenalan dengan kedua pelaku melalui game roblox, hingga bertukar nomor WhatsApp. Kemudian terjalin komunikasi yang berujung terjadilah kejahatan seksual oleh dua pelaku, yang salah satunya memakai topeng.
“Anak saya diancam sampai ketakutan hingga mau menuruti semua keinginan kedua pelaku termasuk disuruh memainkan alat vitalnya. Dan dari hasil visum ditemukan adanya rusak/robek pada alat vital karena benda tumpul,” terang Rasman.
Setelah melalui serangkaian penyelidikan intensif oleh Polresta Banyuwangi, terungkaplah kasus kejahatan seksual daring ini.
“Nomor pelaku dilacak oleh Kepolisian Banyuwangi ternyata berada di wilayah Riau,” ujarnya.
Terkait pelaporannya kepada Polresta Banyuwangi yang menjurus kepada salah satu tetangganya, Rasman berinisiatif mencabut laporan dan meminta maaf kepada orang tua dan keluarga yang diduga pelaku.
“Saya meminta maaf kepada semua pihak atau yang tertuduh atas keterangan yang tidak benar oleh anak saya sebelumnya. Dengan ini saya mencabut laporan saya,” ucapnya.
Dalam perkara ini, Risman mengucapkan terimakasih kepada Polresta Banyuwangi atas respon cepat pelaporan dan pendampingan terhadap anaknya.
“Saya sangat mengapresiasi kinerja Polresta Banyuwangi yang sangat cepat, hati-hati, dan kompeten dalam menangani laporan saya. Sekali lagi saya sekeluarga mengucapkan terimakasih dan mohon maaf yang sebesar-besarnya,” pungkasnya.
Dari kejadian kejahatan seksual daring terhadap anak yang akhir-akhir ini marak terjadi, diharap bisa menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama para orang tua. Anak-anak harus betul-betul diawasi terutama dalam bermain Gadget, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Laporan : Brenson
Tags: Banyuwangi Jawa timur
-
Gus Menteri Sambangi Dua BUMDes di Tuban
-
Sukses Digelar APLI AWARDS 2023 (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia)
-
Kobarkan Semangat Sambut Peringatan Proklamasi Kemerdekaan NKRI, Koramil 1710-04/Tembagapura Bersama Satgas dan Kepolisian Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih
-
Mendagri: Modal Terpenting Bangsa yang Plural adalah Persatuan dan Kebersamaan
-
Gandeng UMKM Dan PKL Di Acara Banyuwangi Batik Festival, Demi Mewujudkan Usaha Kecil Menengah Naik Kelas
-
Pengamanan Kegiatan Jumat Agung di wilayah Kabupaten Cilacap
-
Tanamkan Kedisiplinan, Babinsa Timika Latih PBB dan Beri Wawasan Kebangsaan di SMP Negeri 5 Mimika
-
Rayakan 17 Agustus di Tambelang Emud Prabowo dan Gemura bagikan Umroh Gratis
-
Ungkap Kasus Narkotika Jaringan Internasional, Polres Meranti Tangkap Tiga Pelaku dan Amankan 4 Kg Sabu
-
Presiden Jokowi Sampaikan Sikap Indonesia atas Isu Myanmar

