Tergelincir di Air Terjun Jembatan Alam Tobelo, Remaja 19 Tahun Dalam Pencarian Tim Gabungan

REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara – Operasi pencarian intensif tengah dilakukan oleh tim gabungan untuk menemukan Gedalti Pasaribu (19), seorang remaja asal Aspol Desa Gamsungi, yang dilaporkan tergelincir di area objek wisata Air Terjun Jembatan Alam, Desa Kokota Jaya, Kecamatan Tobelo Utara, Halmahera Utara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu sore (08/07/2026) ketika korban tengah berkunjung ke lokasi wisata tersebut bersama tujuh orang rekannya.

Kronologi Kejadian di Jalur Air Terjun
​Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, rombongan bertolak dari kediaman menggunakan lima unit sepeda motor pada pukul 13.00 WIT dan tiba di lokasi parkir wisata sekitar pukul 14.30 WIT. Setelah menyusuri jalan setapak, rombongan sampai di titik air terjun utama pada pukul 15.10 WIT untuk mengabadikan momen bersama.

Selesai berfoto, rombongan melanjutkan aktivitas menuju area air terjun bagian atas untuk berenang. Sekitar pukul 16.00 WIT, saat perjalanan kembali menyusuri jalur pulang, korban berniat mendahului salah satu rekannya, Marselino Flory (18).

Meski sempat diperingatkan oleh rekannya mengenai kondisi tebing yang licin, korban tergelincir. Dalam situasi darurat tersebut, korban sempat berusaha menggapai pakaian dan speaker yang dipegang rekannya, namun pegangan tersebut terlepas hingga korban terjatuh ke dalam pusaran aliran air terjun.

Melihat kejadian itu, tiga rekan korban langsung berenang menyisir area sekitar lokasi jatuh untuk melakukan upaya pertolongan awal, sementara dua rekan lainnya segera berlari menuju pemukiman warga terdekat untuk melaporkan kejadian dan meminta bantuan emergency.

Respon cepat dan kesiapsiagaan tim gabungan menerima laporan kejadian pada pukul 18.00 WIT, personel Polres Halmahera Utara yang terdiri dari Sat Reskrim, Sat Polairud, dan Sat Intelkam bergerak cepat menuju lokasi kejadian bersama Tim Basarnas serta BPBD.

Baca juga:  Kasum TNI: Penertiban Hutan Bukan Serampangan, Semua Tahapan Terukur dan Terkoordinasi

Tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 19.30 WIT, tim gabungan langsung mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan memulai penyisiran awal di sepanjang aliran air terjun.

Penyisiran terus dilakukan hingga pukul 20.30 WIT. Namun, mengingat kondisi medan tebing yang curam, keterbatasan alat penerangan di malam hari, serta demi keselamatan personel, tim gabungan menggelar konsolidasi untuk mengatur strategi pencarian lanjutan.

Dari hasil konsolidasi tersebut, disepakati bahwa operasi pencarian dan evakuasi berskala besar dengan pengerahan peralatan SAR lengkap akan dilanjutkan pada esok pagi.

Guna memastikan situasi di lokasi tetap terpantau, tim gabungan membagi personelnya. Sebagian personel disiagakan untuk standby di TKP sepanjang malam, sementara personel lainnya mempersiapkan sarana dan prasarana untuk optimalisasi operasi pencarian pada hari minggu

Laporan : Edwin Tatipang
Sumber : Humas Polres Halut

Tags: