REAKSIMEDIA.COM | Pinrang – Penggunaan knalpot racing atau yang lebih dikenal dengan knalpot “Brong” telah menjadi perhatin serius dibeberapa daerah di Sulawesi selatan akhir-akhir ini.
Tak terkecuali di wilayah hukum polres pinrang, penggunaan knalpot brong juga menjadi polemik karena telah mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga serta menimbulkan polusi udara tentunya.
Menindak lanjuti hal ini Polres Pinrang telah melakuan beberapa langkah untuk meminimalisir penggunaan knalpot brong oleh pengguna kendaraan baik roda dua maupun empat,dengan tujuan mengedukasi masyarakat agar tertib berlalu lintas untuk menggunakan knalpot standar dan tidak menggunakan kenalpot brong karna sementara ini masih dalam tahap sosialisasi serta 1 bulan kemudian akan dilakukan penindakan (tilang). Senin (22/01/2024)
Puluhan personil Polres Pinrang dari berbagai fungsi diterjunkan dibeberapa lokasi untuk lakukan penertiban,yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pinrang Kompol Muhammad Yusuf Badu,S.H bersama Kasat Lantas AKP Lukman dan personil polres pinrang.
Kapolres Pinrang AKBP Andiko Wicaksono,S.I.K menjelaskan penertiban knalpot brong tidak hanya terkait penegakan hukum saja, penertiban juga dilakukan untuk menindaklanjuti banyaknya keluhan yang diterima dari masyarakat atas dampak penggunaan knalpot tidak standard ini yang telah mengganggu ketertiban serta ketenangan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Kapolres Pinrang menyebutkan selain kegiatan penertiban pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dan mengedukasi beberapa kalangan masyarakat terutama anak berusia remaja dan pelajar untuk menggunakan knalpot standar sesuai aturan. Selain itu, sosialisasi larangan penggunaan knalpot ”brong” juga dilakukan terhadap para pemilik bengkel dan pedagang suku cadang sepeda motor untuk tidak lagi menjual knalpot yang tidak standard ini.
”Banyak masukan dan saran yang kita terima tentang penggunaan knalpot brong ini, hampir disetiap gelaran Jum’at Curhat maupun sosialisasi rutin yang di lakukan Sat Binmas dan Unit Dikyasa Lalu Lintas permasalahan knalpot brong menjadi topik utama aduan dari masyarakat, ” ungkap Kapolres.
Hasil pantauan dilapangan kegiatan penertiban yang dilakukan ini berhasil menjaring 29 unit sepeda motor yang mana merupakan hasil penertiban knalpot brong.
”untuk sementara ini seluruh kendaraan yang sudah diamankan di Mapolres Pinrang boleh diambil dengan kententukan membawa dan memasang kembali kenalpot standarnya”. pungkas Kapolres.
Untuk informasi pelarangan penggunaan knalpot brong dan pelanggaran lalu lintas lainya ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penggantian knalpot kendaraan standar dengan knalpot ”brong” merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 285. Dalam ketentuan itu disebutkan, pengendara yang mengganti knalpot standar menjadi knalpot bising dapatkan dikenai tilang dan denda sebesar Rp 250.000.
Laporan : Mussin Jack
Tags: Pinrang
-
Jelang Pemilihan Kepala Desa Bhabinkamtibmas Ajak Warga Ciptakan Suasana Sejuk
-
Dirjen Teguh Setyabudi Pacu Semangat Disdukcapil se-Maluku Utara Capai Target Kinerja
-
Polri Terbitkan Red Notice 3 Tersangka Kasus DNA Pro
-
Atlet Voli Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-J Juarai Turnamen Voli Antar Satgas
-
Kecewa Kinerja Polres Padangsidimpuan Keluarga Korban Pencabulan Anak Di Bawah Umur Akan Mengadu Ke Kapoldasu
-
Peletakan Batu Pertama, Kementerian PUPR Mulai Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Besakih di Bali
-
Kapolri Apresiasi Dukungan Moril dan Kepercayaan Purnawirawan Jenderal ke Para Juniornya
-
Sinergitas Aparat TNI/Polri Dan Distrik Mimika Timur Dalam Pemberantasan Miras Guna Menyelamatkan Generasi Muda
-
H.Rahmat Kurnia : Gelar Acara Pengajian Majelis Taklim di Mesjid H.Sati Batubara, Kota Padang Sidimpuan
-
Dandim 1805/Raja Ampat Paparkan Hasil Capaian Pelaksanaan Program TMMD Ke-122 Kepada Kasdam XVIII/Kasuari

