Tiga Hari Bertaruh Nyawa di Medan Vulkanik, Pos TNI AL Tobelo Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Gunung Dukono

REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara– Dedikasi tanpa batas ditunjukkan oleh personil Pos TNI AL (Posal) Tobelo dalam misi kemanusiaan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono. Selama tiga hari berturut-turut, para prajurit Matra Laut ini berjibaku menembus pekatnya abu vulkanik hingga operasi Search and Rescue (SAR) gabungan resmi ditutup pada Minggu (10/5).

Aksi heroik ini terlaksana berkat dukungan penuh dan instruksi langsung dari Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ternate, Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto, S.E., M. Tr. Opsla.

Beliau menegaskan bahwa jajaran TNI AL harus menjadi garda terdepan dalam merespons bencana alam dan menyelamatkan nyawa masyarakat, melampaui tugas pokok menjaga kedaulatan laut.

Dukungan moril dan arahan strategis dari Danlanal menjadi kunci keberhasilan personil di medan yang sangat ekstrem.

Eksistensi Nyata di Zona Merah
Di bawah pimpinan Danposal Tobelo, Lettu Laut (P) Mario Yohanes Latumahina, personil TNI AL menunjukkan konsistensi luar biasa dengan tidak meninggalkan lokasi pencarian sejak hari pertama hingga seluruh korban ditemukan.

Kehadiran mereka di sektor utara yang merupakan zona bahaya, menjadi bukti nyata profesionalisme prajurit “Jalesveva Jayamahe” yang mendapat pantauan langsung dari Komando Lanal Ternate.

​Puncak perjuangan tim terjadi pada hari ketiga, saat personil Posal Tobelo bersama Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27). Sebelumnya, pada Sabtu (9/5), tim juga telah mengevakuasi jenazah pendaki asal Indonesia, Angel Krishela Pradita (28), WNI.

“Sesuai arahan dan dukungan penuh dari Danlanal Ternate, Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto, kami berkomitmen untuk tidak beranjak dari medan tugas sebelum seluruh korban ditemukan. Ini adalah bentuk loyalitas kami kepada negara dan kemanusiaan,” tegas Lettu Laut (P) Mario Yohanes di tengah proses evakuasi yang menantang.

Baca juga:  Gubernur Jawa Barat Resmikan Pasar Lembursitu

​Sinergi dan Penghormatan Terakhir
Meski harus menghadapi material vulkanik yang tebal dan aktivitas erupsi yang fluktuatif, personil Posal Tobelo bersama Polres Halut, Kodim 1508/Tobelo, dan Basarnas tetap mengedepankan sisi humanis.

Dengan penuh khidmat, para prajurit memanggul tandu melewati jalur pendakian yang sulit demi memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi para korban sebelum diserahkan ke RSUD Tobelo.

​Keberhasilan mengevakuasi 15 korban selamat dan menemukan seluruh korban hilang dalam kondisi apa pun telah mengangkat pamor Pos TNI AL Tobelo setinggi-tingginya di mata masyarakat Halmahera Utara. Sinergitas yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa TNI AL adalah pilar penting dalam stabilitas dan keamanan wilayah.

Komitmen Pasca-Operasi Pasca-penutupan operasi, Posal Tobelo tidak lantas mengendurkan kesiagaan. Berdasarkan koordinasi dengan Danlanal Ternate dan Forkopimda Halut, pengawasan di wilayah pesisir dan jalur masuk hutan akan diperketat.

Personil TNI AL bersama Kodim 1508/Tobelo dan Polres Halut akan memastikan radius 4 KM dari kawah Dukono tetap steril dari aktivitas manusia guna mencegah terulangnya tragedi serupa.

Misi ini menjadi catatan emas bagi Pos TNI AL Tobelo-bahwa di bawah komando Lanal Ternate, di mana pun rakyat membutuhkan, di situ prajurit TNI AL akan hadir memberikan pengabdian terbaiknya.

Laporan : Edwin Tatipang

Tags: