REAKSIMEDIA.COM | Pulau Missol, Raja Ampat – TNI Angkatan Laut langsung mengerahkan unsur KRI Mata Bongsang-873 guna melaksanakan pertolongan dan pengamanan terhadap sebuah kapal kargo curah MV Indian Partnership yang mengalami kebocoran saat melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia III (ALKI III), di sekitar perairan Pulau Missol Raja Ampat, Papua Barat Daya, Selasa (25/04). Setelah menerima Informasi tersebut, Panglima Komando Armada III (Pangkoarmada III) Laksamana Muda TNI Agus Hariadi, segera memerintahkan unsur KRI jajarannya menuju titik lokasi kejadian. Jakarta, 26 April 2023.
Dikatakan Pangkoarmada III, pihaknya langsung melaksanakan koordinasi dengan unsur terkait untuk bersinergi dalam penanganan masalah tersebut, dengan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Karantina setempat, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIV Sorong, serta dengan keagenan kapal MV Indian Partnership yang berada di Indonesia.
“Salah satu yang dikoordinasikan adalah penerbitan Notice to Mariner dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk pemberitahuan kepada Pelaut dan Nahkoda Kapal yang melintas di perairan tersebut, dikarenakan adanya kapal yang mengalami kecelakaan ataupun dugaan kebocoran yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, navigasi, termasuk akan bahaya pencemaran dan lain sebagainya”, ungkap Pangkoarmada III.
Kapal MV Indian Partnership sebelumnya bertolak dari pelabuhan Skarten River, Australia menuju Cina dengan muatan bauksit sejumlah 178.087 ton. Dari informasi yang diperoleh, kapal diduga mengalami kebocoran yang terjadi pada tanggal 23 April 2023, meskipun ABK tidak merasakan adanya benturan terhadap badan kapal.
Setelah menyadari kapal mengalami kebocoran, Anak Buah Kapal berusaha mempertahankan kapal, karena posisi geladak haluan hampir sejajar dengan garis air, kemudian kapal tersebut melaksanakan lego jangkar darurat di sekitar perairan Pulau Missol.
Selanjutnya Nahkoda Kapal berkoordinasi dengan keagenan di Indonesia untuk meminta persetujuan diving clearance dari Syahbandar setempat, serta agar dapat menurunkan ABK yang memiliki kemampuan menyelam untuk memeriksa dan menemukan, serta memperbaiki kebocoran kapal.
MV Indian Partnership sendiri merupakan Kapal Motor jenis Kargo/Bulk Carrier, berbendera Inggris, bermuatan bauksit. Kapal ini diawaki oleh 22 orang ABK warga negara asing, yakni dari India, Russia, Myanmar, Ukraina, Turki, Cina, serta Vietnam.
Pada tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali telah menegaskan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk selalu siap dalam kegiatan pengamanan di wilayah perairan NKRI serta dalam pelaksanaan Search And Rescue (SAR) di perairan yurisdiksi nasional guna membantu masyarakat, dan terus bersinergi dengan Instansi maupun lembaga terkait.
Laporan : Sandio
Tags: Pulau missol
-
Resmi Jadi Wakil Rakyat, Anggota DPRD Hendra Gunawan Spd MM Siap Bersinergi Majukan Kabupaten Mukomuko
-
Tingkatkan Kualitas Pengadaan, Polda Riau Kirim Peserta Uji Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pusdiklat Nasional
-
Politisi NasDem Sampaikan Aspirasi Soal Kanal di Kabupaten Mesuji
-
Menpora Dito Terima Dubes Sudan Untuk RI, Bahas Potensi Kolaborasi Kepemudaan dan Keolahragaan
-
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pos Terpadu Mudik Lebaran 2026 di Medan
-
Satgas Yonif 144/JY Gelar Vaksinasi Covid-19 Bersama Nakes Puskesmas di Perbatasan
-
Gerak Cepat Ketua DPD Nasdem Pinrang Peduli Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Bencana Banjir dan Longsor
-
Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif, Kodim 0808/Blitar Gelar Patroli Gabungan
-
Wings Air Mendaratkan ATR 72 di Ewer Melakukan Uji Kemampuan Pesawat dan Rute Evaluasi di Wilayah Asmat
-
Wakapolri dan PJU Polri Laksanakan Salat Ied di Lapangan Bhayangkara


