REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – 260 Hektare sawah masyarakat yang terletak di Desa Pasar Ipuh Mukomuko mengalami kekeringan dan hampir gagal tanam, gerak cepat Pemerintah Kabupaten dan berbagai pihak akhirnya para petani di wilayah tersebut dapat tersenyum, sebab bantuan alat pompa air untuk mengairi lahan persawahan yang mengalami kekeringan tersebut tiba.
Menyikapi hal tersebut, Babinsa Koramil 428-02/ Ipuh, Kodim 0428/Mm dipimpin langsung Danramil Kapten Inf Afrian Suprianto S.Ap merasa terpanggil untuk membantu petani menghadapi masalah kekeringan lahan persawahan seluas 260 hektar di Desa Pasar Ipuh Kecamatan Ipuh.
Terlihat, Prajurit TNI dan para petani bersama-sama terjun ke sawah dan berbaur untuk membantu mengantisipasi dampak kekeringan, dengan cara pompanisasi yang berasal dari bantuan Provinsi Bengkulu, Kabupaten Mukomuko dan Perusahaan CPO di Kabupaten Mukomuko.

Disela-sela kegiatan pompanisasi tersebut, Komandan Koramil (Danramil) 428-02/ Ipuh, Kapten Inf Afrian Suprianto, S.Ap mengatakan, “Pendampingan dan dukungan kita menggunakan pompa air ini, bertujuan mengairi tanaman padi yang mengalami kekeringan dan inilah wujud kepedulian kami (TNI/red) bersama rekan-rekan bagi para petani di desa ini,” ucap Kapten Afrian.
Lebih lanjut Danramil menyampaikan,
dengan adanya pendampingan dari para Babinsa, maka kesejahteraan para petani dapat terus ditingkatkan, semoga apa yang telah diberikan hari ini dapat bermanfaat bagi kami para petani, semoga kedepannya bantuan dan dukungan dapat tetap diberikan, sehingga tidak ada lagi kendala yang dihadapi demi terwujudnya swasembada pangan,”harap Danramil 02-Ipuh Kapten Inf Afrian.
Disisi lain, Dandim 0428/Mukomuko Letkol Inf Andri Suratman mengapresiasi apresiasinya kepada rekan rekan Koramil 02-Ipuh dan Babinsanya yang peduli terhadap permasalahan masyarakat tersebut, dalam menjaga produktifitas pertanian diwilayah, dalam mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari pertahanan negara.
“TNI bersama dengan rakyat, Negara kuat,”Pungkas Dandim Mukomuko Letkol Inf Andri Suratman.

Untuk mewujudkan program swasembada pangan yang telah diprogramkan oleh Pemerintah selama ini, maka semua pihak haruslah turut serta dalam membantu setiap kendala yang dihadapi oleh petani dilapangan. Seperti masalah kekeringan dan aspek pendukung lainnya yang sangat diperlukan petani dikala memasuki musim tanam. Selama ini, yang menjadi kendala bagi petani apabila lahan yang hendak digarap mengalami masalah kekurangan suplai air yang disebabkan faktor alam dan adanya kendala teknis lainnya.
Sehingga hal tersebut, menjadi kendala bagi petani dan harus segera di atasi demi kelancaran dan kesuksesan petani itu sendiri, dan berjalannya program pemerintah dalam swasembada pangan.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: Mukomuko
-
Sukseskan Kopdes Merah Putih, Mendes Yandri Hadiri Pertemuan Kades se-Jatim bersama Menko Pangan
-
Dirjen Otda: Konsep Pemerintahan IKN Administratif
-
Dandim 1404 Bersama Kapolres Dan Pengurus IOF Pinrang Kunjungi Lokasi Pencanangan Kampung Pancasila di Dusun Silu Desa Sali-Sali Lembang
-
Cegah Penyalahgunaan Senapan angin, Polri Bersilaturahmi dengan Penghoby Senapan Angin se-Semarang Raya
-
Kakam Karya Agung Membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) Sebanyak 72 KPM
-
DPRD Kota Sukabumi dan Pemkot Tetapkan Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2022 di Rapat Paripurna
-
Menyambut HUT RI Ke 78, 120 Warga Kelurahan Ciater Tangsel Melakukan Donor Darah dan Mendapat Konsultasi Kesehatan
-
Energize, Uprating Bay dan Rekonduktoring SUTT 150 kV, PLN UPT Salatiga Perkuat Suplai Kelistrikan Jelang Natal dan Tahun Baru
-
Polsek Sukamakmur Bersama Ketua RT RW dan Warga Masyarakat Melaksanakan Kerja Bakti
-
Cukupi Kebutuhan Air Baku IKN Nusantara, Bendungan Sepaku Semoi Rampung Awal 2023





