Wakil Bupati Parimo Imbau Empat DPO Teroris Poso Untuk Menyerahkan Diri Pada Aparat

IMG 20211129 WA0102

REAKSIMEDIA.COM | Parigi– Wakil Bupati Kabupaten Parigi Moutong Badrun Nggai menghimbau kepada empat orang DPO Teroris Poso yang saat ini sedang diburu aparat TNI-Polri untuk segera menyerahkan diri secara baik-baik.

Pernyataan itu sangat beralasan karena sudah beberapa DPO Teroris Poso mati tertembak oleh aparat TNI-Polri berada diwilayah Kabupaten Parigi Moutong diantaranya Ali Ahmad alias Ali Kalora dan Jaka Ramadhan sebagai dua teroris yang tewas dalam penyergapan yang dilakukan Satgas Madago Raya di hutan pegunungan desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong pqda Sabtu (18/9) 2021 lalu.

Upaya persuasif terus dilakukan oleh Satgas Madago Raya, selain melakukan raziah juga dilakukan penyebaran foto DPO teroris Poso yang masih tersisa empat orang baik diwilayah kab.Poso maupun diwilayah kab.Parigi moutong.

Disela-sela kegiatan vaksinasi Nasional serentak di Balai pertemuan Desa Sumbersari Kecamatan Parigi Selatan Wakil Bupati Parimo menyampaikan harapanya kepada ke empat DPO teroris Poso untuk segera menyerahkan diri kepada aparat TNI-Polri.

Tercatat sampai saat ini masih tersisa empat DPO Teroris Poso yaitu Askar alias Jaid alias pak Guru, Muhklas alias Galuh alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Wakil bupati juga mengimbau warga untuk bersama-sama membantu aparat pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban supaya tercipta Kamtibmas yang kondusif diwilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Kasatgas Humas Ops Madagoraya melalui wakilnya juga tak henti-hentinya menyampaikan himbauan kepada sisa DPO teroris Poso yang masih berada di pegunungan baik di wilayah pegunungan Poso, Parigi maupun Sigi untuk segera menyerahkan diri kepada aparat TNI-Polri Satgas Madagoraya, masih ada waktu untuk bertaubat memperbaiki kesalahan masa lalu, sehingga bisa berkumpul dengan keluarga di rumah, pungkas Bronto.

Baca juga:  Rifaldi Korban Unjuk Rasa di Parimo, Kapolda Sulteng Minta Maaf

Laporan : Suryadi
Sumber : Humas Polda Sulteng

Tags: