REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, memfasilitasi dialog antara manajemen PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dengan serikat pekerja (SPN dan SPMI) guna menyelesaikan perselisihan terkait upah kerja di hari libur nasional. Dialog ini berlangsung di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (26/05/2026). Pertemuan yang turut dihadiri oleh Direktur Operasional Indomaret, Andreas Djajaputra, dan Ketua Umum SPN, Iwan Kusmawan, ini menghasilkan kesepakatan krusial bagi masa depan 250.000 karyawan Indomaret di seluruh Indonesia.
Wamenaker Afriansyah Noor menekankan bahwa sesuai dengan regulasi dan undang-undang yang berlaku, karyawan yang bekerja pada hari libur nasional wajib mendapatkan upah lembur. Ia menegaskan bahwa tidak diperbolehkan adanya sistem penggantian hari atau tukar hari sebagai kompensasi bekerja di hari libur nasional.
“Prinsipnya adalah mandatori undang-undang. Jika hari libur nasional masuk bekerja, maka harus dibayar lembur tanpa terkecuali,” ujar Afriansyah Noor.
Dialog ini juga menyoroti adanya laporan dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepala toko hingga manajer area. Sebelumnya, terdapat data yang menyebutkan 98% karyawan setuju dengan sistem ganti hari, namun serikat pekerja menduga adanya paksaan di balik angka tersebut. Merespons hal ini, disepakati bahwa pendataan melalui kuesioner akan diulang kembali pada 28-30 Mei 2026 untuk memastikan pilihan karyawan bersifat netral dan sukarela.

Secara garis besar, terdapat lima poin komitmen yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut:
1. Manajemen akan melakukan pendataan ulang terkait kesediaan pekerja untuk bekerja pada tanggal tanggal 31 Mei dan 1 Juni 2026 yang pendataannya akan dilakukan pada tanggal 28, 29, dan 30 Mei 2026, dengan melibatkan serikat pekerja/serikat buruh yang bertempat di HRD masing-masing cabang.
2. Manajemen akan memberikan tindakan dan sanksi tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan intimidasi kepada pekerja.
3. Manajemen akan segera menindaklanjuti permintaan perundingan Perjanjian Keria Bersama (PKB) yang diawali dengan proses verifikasi keanggotaan serikat pekerja/serikat buruh di PT Indomarco Prismatama.
4. Untuk pekerja yang melakukan aksi unjuk rasa pada tanggal 26 Mei 2026 Manajemen PT Indomarco Prismatama tidak akan melakukan tindakan apapun dan membayarkan upahnya.
5. Manajemen PT Indomarco Prismatama akan membayarkan upah lembur bag pekerja yang bekerja pada tanggal 27 Mei 2026.
“Dengan adanya kesepakatan ini, Kami berharap kesejahteraan pekerja dapat terjamin dan iklim industri di Indonesia tetap berjalan kondusif,” ujarnya.
Sumber : Biro Humas Kemnaker
Tags: jakarta
-
Terima Kunjungan Kehormatan Menteri Keamanan Publik RRT, Wapres Tekankan Peningkatan Kerja Sama Penegakan Hukum dan Keamanan
-
Bersama Merawat Kebangsaan, Dandim 0428/Mukomuko dan Jajaran FKPD serta Insan Pers Nobar KASAD Award 2023
-
Realisasi Dana DAK Fisik Pembangunan Gedung Puskesmas di Kota Tanjungbalai TA 2021 gagal, masyarakat jadi korban
-
Kasdam I/BB Cek Kesiapan Operasi Satgas Yonif 123/RW Pamtas RI-PNG
-
Jaga Kekompakan & Kebersamaan, Kodim 0428/Mukomuko Gelar Nobar Semi Final Piala Dunia 2026 di berbagai Titik Lokasi
-
Kunjungi Pengungsian, Irwasda Polda Jateng Bantu dan Hibur Warga Terdampak Banjir Rob
-
Penanganan Pasca Bencana Sumatera, Wamen Viva Yoga: Kementrans Melakukan Pemulihan di Wilayah Kawasan Transmigrasi
-
HUT ke-80 TNI, Generasi Penerus Pererat Tali Silaturahmi dengan Sesepuh TNI
-
Mantap Kapolsek Cempa, Grebek Dan Sita 90 Liter Miras Jenis Ballo Serta 15 Miras Jenis Botol
-
Sosok Aipda Fahrudin, Guru Ngaji yang Hobi Bertani Ini Raih Juara II MTQ di Mabes Polri



