Warga Kupa-Kupa Geger, Pria yang Dilaporkan Hilang Selama 3 Hari Ditemukan Tak Bernyawa di Kali

REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara – Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, teka-teki hilangnya Apner Pinini (50), warga Desa Kupa-Kupa, Kecamatan Tobelo Selatan, akhirnya terjawab. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggiran Kali Kua pada Rabu (17/12/2025) pagi sekira pukul 07.00 WIT.

Kronologi Penemuan

Penemuan jasad korban bermula saat seorang warga setempat, Lot Lehi, hendak beraktivitas di sekitar sungai yang berjarak sekitar 50 meter dari pemukiman. Lot mencium aroma menyengat yang menuntunnya pada sesosok tubuh pria yang terbujur kaku dengan posisi tengkurap di tepi air.

Terkejut dengan temuan tersebut, saksi segera melaporkan kejadian kepada warga dan pihak keluarga. Wenny E. Soleman, istri korban, yang tiba di lokasi tak lama kemudian langsung mengenali jasad tersebut sebagai suaminya melalui pakaian terakhir yang dikenakan korban.

Upaya Pencarian Sebelumnya
​Korban dikabarkan meninggalkan rumah sejak Minggu malam (14/12). Pihak keluarga bersama masyarakat sempat berupaya mengejar namun kehilangan jejak. Pencarian intensif pun telah dilakukan oleh personel Polsek Tobelo Selatan setelah adanya laporan resmi orang hilang pada Selasa kemarin.

“Kami bersama Polsek dan masyarakat sudah menyisir areal perkebunan dan kali, namun sempat terkendala cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga pencarian sempat dihentikan sementara,” ungkap pihak keluarga dalam keterangannya.

Penyebab dan Sikap Keluarga
​Berdasarkan keterangan istri korban, Apner diketahui sedang mengalami gangguan psikis yang menyebabkan kondisi kejiwaannya tidak stabil. Hal ini diduga kuat menjadi pemicu korban meninggalkan rumah hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di area sungai.

Menanggapi kejadian ini, aparat Polsek Tobelo Selatan telah menyarankan dilakukan prosedur visum atau autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Namun, pihak keluarga secara resmi menolak prosedur tersebut dan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah yang murni disebabkan oleh faktor kesehatan.

Baca juga:  Pangdam I/BB : Sertijab untuk meningkatkan kualitas kinerja dan Produktivitas Satuan

Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke rumah duka menggunakan kendaraan roda tiga dengan bantuan masyarakat setempat untuk proses pemakaman secara layak.

Laporan : Edwin Tatipang

Tags: