REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko, Bengkulu – Untuk menciptakan Koordinasi dan Sinergitas antara pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Pemdes dalam penyelenggaraan Desa Inklusif.
Hal tersebut disampaikan Sub Koordinator Pendampingan Wilayah 2, Bresman disela kegiatan Bimtek Desa Inklusif di Hotel Bumi Batuah Kabupaten Mukomuko, Selasa (7/12/21).
Lebih lanjut mengatakan, dimana hal ini sudah diatur dalam PP No.43 tahun 2014 tentang pelaksanaan UU No.6 tahun 2014 tentang Desa, pada pasal 127 ayat 2 huruf d yang berbunyi bahwa penyusunan perencanaan dan pembangunan di Desa wajib berpihak kepada kepentingan warga miskin, warga disabilitas, perempuan, anak dan kelompok marginal,” paparnya.
“Selain itu Desa harus bisa bersinergi dalam berbagai hal dan desa wajib peduli kepada kaum perempuan, kaum marginal dan disabilitas agar keberadaan mereka bisa diberdayakan dengan semestinya dan untuk Kabupaten Mukomuko saat ini kita buat desa percontohan sebanyak 8 desa, diharapkan desa percontohan ini pada tahun 2022 dapat terealisasi dan dilaksanakan,” pungkasnya.

Bresman juga berharap kepada Pemdes dan seluruh
peserta yang mengikuti Bimtek ini dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk bisa diaplikasikan di masyarakat, kiranya ilmu yang didapat dalam Bimtek ini, benar benar diterapkan di desa dan bukan hanya di ruangan ini saja, tetapi bisa dirasakan kaum marginal dan Disabilitas serta ibu dan anak yang membutuhkan, sehingga tujuan dari program Desa Inklusif betul betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Terkait desa-desa yang ada di Kabupaten Mukomuko Bresman menyampaikan bahwa kemandirian desa menurut penilaiannya masih sangat membutuhkan dukungan dan support dari berbagai pihak, saya sempat berkeliling di beberapa desa di daerah ini, dan hasil pemantauan, intinya desa itu tidak dapat berdiri sendiri, tanpa ada dukungan dari semua stakeholder termasuk wartawan,” tutupnya.
Ditempat yang sama mewakili Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Mukomuko Syafriadi, S.KM M.Kes. mengatakan, kegiatan ini sangat baik dan positif sekali karena ingin memberikan pengetahuan kepada Desa dalam penerapan pembangunan yang partisipatif, artinya program pembangunan ini melibatkan semua unsur, mulai dari keterwakilan gender, disabilitas maupun marginal yang ada didesa, dan desa yang mengikuti Bimtek ini diharapkan mampu mewujudkan tujuan dari desa inklusif demi tujuan kita untuk membangun desa di Kabupaten Mukomuko yang lebih baik lagi,” harapnya.

Kegiatan Bimtek Desa Inklusif Kabupaten Mukomuko 2021 diikuti oleh 8 Desa dari 8 Kecamatan yakni, Desa Resno Kecamatan 5 Koto, Desa Mandi Angin Kecamatan Teramang Jaya, Desa Sumber Makmur Kecamatan Lubuk Pinang, Desa Selagan Jaya Kecamatan Mukomuko Kota, Desa Makmur Jaya Kecamatan Air Rami, Desa Padang Gading Kecamatan Sungai Rumbai, dan Desa Tirta Mulya Kecamatan Ipuh serta Desa Bumi Mulya Kecamatan Penarik. Dan peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari Perwakilan DPMD Provinsi Bengkulu, DPMD Kabupaten Mukomuko, 8 kades , Kader Desa 16 orang dan unsur TPP, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa sebanyak 4 orang.
Dengan Narasumber dari Dinas PMD Kabupaten Mukomuko, Tenaga Pendamping Profesional dan Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (UGM).
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: mukomuko bengkulu
-
Hj.A. Sri Widiyati Irwan; Ketua TP-PKK Kabupaten Pinrang Solid Bersama Masyarakat dalam Program Bakti Sosial
-
Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Gowa Temui Siswa-siswi SMKT Somba Opu, ini yang Disampaikan
-
Kapolda Sulsel Lantik Bintara Polri TA 2022
-
Bupati Romi, Apresiasi Polres Tanjabtim Fasilitasi Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Mapolres Tanjabtim
-
Asyik !!!, Vaksinasi Massal Berhadiah Motor
-
Diduga Terpapar Covid-19, Suami Susul Istri Meninggal Dunia
-
Kapolda Sulsel Menerima Penghargaan Kompolnas Award 2022
-
Digandeng KemendikbudRistek Dit PMM songsong HFN 2024
-
Komitmen terhadap Energi Terbarukan, Erick Thohir Gunakan Tenaga Surya di Tol Bali Mandara
-
Gerak Cepat! Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

