REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko, Bengkulu – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak Kabupaten Mukomuko mengadakan Aksi Damai/Unras di Depan kantor DPRD Kabupaten Mukomuko, Kamis (24/2/22).
Aksi unjukrasa Damai tersebut dipimpin koordinator aksi Agus Suparmin/Agus Kisut, Heri dan Zulkifli.

Dalam tuntutannya massa dari masyarakat Aliansi Rakyat Bergerak ARB melalui koordinator aksi Agus Kisut meminta Pemerintah Kabupaten Mukomuko untuk menghentikan kesewenang-wenangan dalam penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan prosedur dan berdasarkan hubungan kedekatan dan keluarga seperti, melaksanakan lelang jabatan, tapi tidak melantik pejabat yang lulus lelang, segelintir orang yang menduduki banyak jabatan sementara banyak orang yang disingkirkan dari jabatannya, laporan ke pusat melantik Sukiman tapi malah mempensiunkan,” Saya meminta aparat penegak hukum menyelidiki dan mengusut anggaran perjalanan dinas Bupati Mukomuko tahun 2021, yang informasinya Bupati sampai kekurangan anggaran sehingga meminta tambahan anggaran di APBD perubahan 2021, Untuk membiayai perjalanan dinasnya yang tidak kunjung membuahkan hasil dan jangan sampai menghabiskan anggaran daerah semata,” paparnya.
Selain itu massa juga menolak merumahkan honorer yang saat ini terjadi,” jangan ada lagi penolakan penerimaan CPNS dan kalau bisa segera dievaluasi kerja bupati yang tidak bisa mengurus RSUD, karyawan banyak mogok kerja sehingga pasien menjadi terlantar, hentikan kesewenang-wenangan dalam menggunakan mobil dinas oleh keluarga Bupati serta ingkar Janji untuk meningkatkan anggaran APBD karena dekat dengan pemerintah pusat tapi ternyata bohong dan malah sebaliknya anggaran APBD 2022 menurun drastis, selain itu tolong
hentikan bisnis baju seragam anak sekolah dan baju batik untuk PNS dan segera tuntaskan pengusutan kasus bansos BPNT yang melibatkan keluarga Bupati, Hentikan pembalakan hutan, perambahan HPT dan usut perkebunan-perkebunan yang melanggar aturan tanpa pandang bulu, dan apabila tuntutan dari masyarakat tidak dikabulkan oleh Bupati Mukomuko maka masyarakat dari ARB aliansi rakyat bergerak akan melaksanakan aksi damai/demo yang lebih besar daripada sekarang,” pungkasnya.
Setelah menyampaikan orasinya, massa akhirnya membubarkan diri dengan pengawalan aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.

Personel Dalmas Polres Mukomuko dan aparat gabungan melaksanakan pengamanan tertutup dan terbuka di depan kantor DPRD Kabupaten Mukomuko agar peserta aksi damai/demo tidak bisa mengganggu jalannya sidang paripurna Kabupaten Mukomuko dan mengambil tindakan terhadap aksi damai/demo yang melanggar aturan-aturan yang telah ditentukan oleh hukum yang berlaku serta berkordinasi dengan aksi damai/demo untuk segera membubarkan diri agar tidak mengganggu ketertiban masyarakat berlalu lintas sekitar gedung DPRD Kabupaten Mukomuko.
Adapun aparat keamanan gabungan yang melaksanakan PAM pada aksi unjukrasa tersebut adalah 2 Pleton personel Polres Mukomuko, Pleton Anggota Sat Pol PP, dan 2 Pleton Personel Kodim 0428/MM.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: mukomuko bengkulu
-
Anugerah MTQ Polri, Kapolri Berharap Terbentuknya SDM Unggul Berakhlak yang Diharapkan Masyarakat
-
Peduli Dengan Warga Di Wilayah Binaannya, Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana Bantu Rehab Rumah Warga Kurang Mampu
-
Panglima TNI Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Pasukan Pendarat Korps Marinir
-
Sambut Hari Juang TNI AD, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan Bagi Masyarakat
-
Rona Bahagia Terpancar Dari Wajah Penerima Bantuan RTLH TMMD-125 Kodim 0428/MM, Ibu Siti Nur Aminah: “Terima Kasih TNI, Rumah Kami Dibangun Kembali”
-
Kapolres Muaro Jambi Silaturahmi dan Berikan Vitamin ke Warga Isolasi Mandiri
-
Yusna Band dan Kelompok Topeng Bandung Turut Rayakan HUT Ke-42 (KPJ) Indonesia
-
Mobil Vaksin Keliling BIN Door To Door Layani Warga di Desa Beringin, Deli Serdang
-
Takut Terbongkar Pungli “Kepala SMAN 2 Perintahkan Satpam Hadang Sejumlah Wartawan Untuk Meliput
-
Tulungagung Jadi Ikon Mas Koki, Gus Halim Optimistis Mendunia

