Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Bogor Raya, Desak KPK Bongkar Korupsi Rp1,5 Miliar dan para Mafia Proyek

REAKSIMEDIA.COM | Kabupaten Bogor – Gelombang desakan dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bogor kian memuncak menuntut ketegasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menuntaskan skandal korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Kamis (27/8/2026).

Perkara ini terkesan berjalan di tempat karena meski rangkaian pemeriksaan saksi-saksi dari pejabat hingga ASN terkait sudah gencar dilakukan, sampai detik ini belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini tidak hanya mandek pada pemotongan upah pungut di Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) dengan barang bukti uang tunai Rp1,5 miliar yang telah disita, tetapi kini telah resmi melebar ke sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Bogor Raya, Hotma Lingga meminta kepada KPK agar segera menetapkan tersangka kasus upah pungut 1,5 miliar tersebut. Langkah tegas ini sangat penting sehingga KPK nantinya bisa melanjutkan penyelidikan kasus yang korupsinya lebih besar lagi, yang saat ini sudah melebar ke pengadaan barang dan jasa.

Hotma menegaskan, hal itu didasari atas dugaan kuat bahwa dalam pelaksanaan tender dan pengadaan barang melalui e-katalog di lingkungan Pemkab Bogor, diduga sering terjadi praktik persekongkolan dan monopoli dalam pengkondisian para pemenang tender. Modus permainan curang ini terlihat dari penggunaan alamat internet (IP Address) yang sama oleh beberapa perusahaan peserta tender, serta keterlibatan beberapa perusahaan fiktif yang berada di bawah kendali satu tim demi mematikan kompetisi sehat.

Tidak hanya itu, praktik diskriminatif dalam pelaksanaan tender juga kerap terjadi dengan modus mewajibkan adanya surat dukungan dari pabrikan yang melanggar aturan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Modus ini mengunci spesifikasi bahan material pada merek tunggal tertentu dari pabrik, yang sengaja dirancang hanya untuk memuluskan pengkondisian pemenang tender yang sudah ditentukan sejak awal.

Baca juga:  Sat Reskrim Polres Bogor Tangani Dugaan Pelecehan Yang di Lakukan Oleh Oknum Guru di Kemang Bogor

Oleh karena itu, penuntasan kasus di Bappenda harus menjadi pintu masuk utama bagi KPK untuk membongkar mafia proyek tersebut.

• Saksi Sudah Diperiksa, Tersangka Nihil

Berbagai pihak dan saksi kunci dari lingkungan pemerintah daerah telah berulang kali dipanggil dan diperiksa oleh tim penyidik KPK, namun penanganan perkara masih tertahan di format Sprindik Umum tanpa nama tersangka.

• Uang Rp1,5 Miliar Riil Disita

Tindakan korupsi pemotongan hak insentif pegawai ini nyata adanya, dibuktikan dengan penyitaan uang tunai senilai Rp1,5 miliar oleh tim penyidik dari kantor Bappenda Bogor.

• Desakan Pengadilan Segera

Hotma Lingga Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Bogor Raya menegaskan bahwa pemeriksaan saksi yang berlarut-larut tanpa kepastian hukum hanya mencederai rasa keadilan. KPK didesak segera menerbitkan surat penahanan dan melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sliansi Wartawan Indonesia (AWI) Bogor Raya memastikan akan terus bergerak dan mengawal ketat kinerja lembaga antirasuah ini sampai seluruh pejabat yang menikmati aliran uang korupsi upah pungut maupun mafia proyek PBJ mengenakan rompi oranye.

Tags: