Anggota DKKB Layangkan Mosi Tidak Percaya Kepada PLT Bupati Terhadap Ketua DKKB

REAKSIMEDIA.COM | Cibinong – Sebagian para Tokoh Budaya fan seniman pelaku seni melayangkan mosi tidak percaya kepada Putra Gara selaku Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bogor yang telah mengganti susunan pengurus DKKB hasil Musda Masa Bhakti 2021-2026 dengan yang baru hasil susunan sendiri tanpa koordinasi dan rapat kerja.

Nenden, Pimpinan Sanggar
Budaya Nusantara Studio
(BN Studio)

Koordinator Para Pelaku Seni Ibu Nenden dari salah pimpinan sanggar Budaya Nusantara Studio bahkan mengaku akan layangkan pengaduan juga ke Polres Bogor terkait pengajuan pengesahan SK yang baru oleh Putra Gara, apabila ditemukan pelanggaran dan unsur fitnah serta Perbuatan Tidak Menyenangkan terhadap para pelaku seni yang namanya dihilangkan tanpa alasan yang mendasar hal itu dilakukan karena beberapa gugatan yang diajukan, yakni formil dan materiil.

“Kami menyatakan mosi tidak percaya pada Putra Gara sekarang, sudah terlalu banyak menyakiti hati para sesepuh dan tokoh seni yang sudah malang melintang berkesenian di Kabupaten Bogor, dan kami tidak percaya Putra Gara yang selalu menganggap bahwa didalam tubuh DKKB tidak ada persoalan, justru dia yang membuat persoalan, oleh karena itu kami layangkan surat Mosi Tidak Percaya, dan itu adalah jalan yang kami pilih,” tegas Nenden saat bertemu wartawan di depan Kantor Bupati Bogor Selasa (23/05/2023).

Nemden mengaku, Pelaku Seni yang merupakan tokoh tokoh dikeluarkan dari Group dan tidak lagi dilibatkan. bahkan dia menganggap bahwa ada pemberontak dan provokator didalam DKKB. Sehingga, ia menyusun kembali kepengurusan yang baru yang kita tidak tahu siapa siapa orang yang dia masukkan yang dari awal terbentuk tidak pernah ada bersama kami.

Sementara itu, terkait dengan Mosi Tidak percaya, ada 14 poin yang dipermasalahkan Pelaku Seni yang namanya ada dalam SK Bupati hasil Musda Meliputi :

1. tidak adanya Rapat Kerja tentang Evaluasi kepengurusan
2. mengambil inisiatif sendiri dengan cara cara tidak elegan.

Baca juga:  Kodim 0428/Mukomuko Gelar Donor Darah Rangka HUT TNI ke 77, Dandim: Setetes Darah Kita Sangat Bermanfaat Bagi Orang Lain Yang Membutuhkan

Selanjutnya tidak sesuai AD/ART dan sering melempar persoalan ke orang yang bukan fungsinya serta selalu merendahkan para pelaku seni dan tidak pernah transparan soal keuangan.

“Kalau sampai para pelaku seni ini benar diabaikan bahkan sesepuh pelaku seni sampai dizolimi, dan menganggap tidak ada apa apanya bahkan malah menantang. Kami akan pidanakan sekalian,” ucap Nenden dengan nada kesal.

(Boby KC)

Ditempat yang sama, Boby KC salah satu Pelaku Seni juga mengatakan, jangan ada keberpihakan kepada salah satu seniman dan seyogyanya sebuah organisasi tidak boleh One Man Show, berikan ruang kepada seluruh seniman dan budayawan yang ada di Kabupaten Bogor agar Pariwisata dan seniman dapat berkembang cetusnya,

“Jika Kabupaten Bogor ingin maju dan berkeadaban, tentunya DKKB sebagai lembaga yang manaungi dan sebagai wadah para pelaku seni budaya untuk mengapresiasikan seni budaya di Kabupaten Bogor, ya harus mampu memberikan ruang dan mampu mengandeng semua pihak dan harus jelas, sesuai fungsinya, tentunya mampu menjadikan DKKB yang notabenenya lembaga Vertikal bentukan pemerintah dan sebagai mitra strategi pemerintah,” ujarnya.

(Adi Supriadi, Pimpinan Sanggar Senja Kabupaten Bogor)

Adi Supriadi mewakili para sebagian seniman jalanan pimpinan Sanggar Senja Kabupaten Bogor juga mengatakan, sangat menyayangkan atas sikap ketua DKKB selama ini terhadap para pelaku seni budaya di Kabupaten Bogor.

“Saya tekankan, bahwa jangan sombong baru jadi Ketua DKKB, tidak ada apa-apanya tanpa kita para pelaku seni, siapa dia pernah prestasi apa di Kabupaten Bogor sehingga seolah dia paling hebat.” pungkasnya.

Laporan : Bambang Ir

Tags: