REAKSIMEDIA.COM | Batanghari – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Batanghari Jambi tahun 2021 pelaksanananya sekitar Bulan Agustus 2021yang akan diikuti 62 desa.
Persiapan Pilkades serentak Kabupaten Batanghari Jambi terus berjalan, termasuk di Desa Ture Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari. Pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah tersebut diharapkan bersih dari politik uang dan berlangsung sesuai prosedur.
Tiga bakal calon kepala desa Ture kembali berkompetisi untuk menjadi yang terbaik yang memimpin Desa Ture 5 tahun kedepan, mereka berharap pemilihan Kepala Desa dapat berjalan aman, damai dan tanpa money politik.

Salah seorang Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Arian Arifin yang juga putra daerah setempat menjelaskan, masyarakat Desa Ture begitu antusias menyambut perhelatan pilkades mendatang terbukti antusiasme masyarakat Desa Ture menyambut perhelatan tersebut dengan selalu membicarakan para kandidat yang akan bertarung.
Arian Arifin juga menghimbau kepada para kandidat untuk tidak menggunakan politik uang, kami semua bersepakat bahwa Pilkades bukanlah lahan pasar pesta uang. Jadi jangan sampai lahir tindakan pengancaman, tudingan, pelaporan ke polisi,” jelasnya.
Termasuk proses money politic, jangan sampai membuat pemilih terlena karena suaranya dibeli.
“Harapan besar kami jangan sampai ada money politic. Sebab tindakan itu dapat merugikan ketulusan masyarakat. Bahkan dapat berefek negatif terhadap pola pikir generasi muda desa di era mendatang,” terangnya.
Ia juga berpesan Jika pada pelaksanaannya masyarakat menemukan praktik serangan fajar dengan membagikan uang, silakan lapor pada aparat hukum dan saya siap mendampingi nya.
“Laporkan saja pada polsek atau polres kalau ada yang membagikan uang atau biasa disebut serangan fajar dengan membagikan uang, tapi tentu saja dengan saksi dan bukti,” ujarnya.
Arian Arifin menjelaskan, praktik politik uang ini masuknya ke pidana umum sehingga bisa diproses secara hukum kepada aparat hukum.“Iya, laporkan saja ke aparat hukum karena ada jual beli suara dengan uang.
Ia juga menambahkan, gambaran perpolitikan desa adalah cerminan kecil suatu negara. Sehingga jangan sampai ada masyarakat yang dibuat kecewa. Dari perangkat Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, BPD, Panitia Pilkades serta seluruh elemen masyarakat sebisa mungkin harus ikut andil menjaga jalannya pilkades agar sesuai prosedur legal formal.
“Semuanya harus bergerak dan bersinergi bersama sesuai aturan tata tertib pilkades,” imbuhnya.
Sementara itu, Usman AZ selaku Cakades Desa Ture mengucapkan beribu terimakasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat Desa Ture dan juga relawan-relawan lainnya yang telah sudi mendukung serta memberikan semangat untuk saya.
“Terimakasih semuanya. Karena banyak warga yang datang ke rumah saya memberikan dukungan serta semangat tak henti”.sebut Usman AZ kepada awak media.
Laporan : Aripin
Tags: batanghari
-
Cegah Lonjakan COVID-19 saat Libur Nataru, Kapolri: Tak Boleh Abai dan Prokes Tetap Kuat
-
Panglima TNI Pimpin Rapat Vicon Perkembangan Situasi Di Wilayah Satgas TNI MONUSCO
-
Ketua DPD RI Nilai Resesi Dunia Bisa Jadi Peluang bagi Indonesia
-
Sat Reskrim Polresta Banyumas Bekuk RS Pelaku Curanmor
-
Sambut Hari Tani Nasional, Dinas Pertanian Mukomuko Gelar Lomba Asah Terampil KTNA
-
Keceriaan Anak-Anak di Kampung Mawokauw Jaya Saat Babinsa Bagikan Permen
-
Ribuan Masyarakat Saksikan Penandatanganan Petisi, Minta Bupati Dolly Kembali Pimpin dan Lanjutkan Pembangunan di Tapsel
-
Kasiops Korem 012/TU Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan Di Pemda Aceh Barat
-
Puluhan Warga Kampung Balige Mariah Jambi Diduga Rusak Sawit PTPN IV Kebun Bah Jambi Simalungun
-
Presiden Tegaskan Konsistensi Hilirisasi Adalah Kunci Menuju Indonesia Maju

