REAKSIMEDIA.COM | Mempawah – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membangun kolaborasi riset bersama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dalam kolaborasi tersebut Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo meminta praja IPDN Regional Kalimantan Barat (Kalbar) untuk turut aktif menghasilkan penelitian berkualitas.
Pesan itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertema “Sosialisasi Peran dan Fungsi BSKDN dan Pengukuran Kinerja Pemerintah Derah” bertempat di Aula IPDN Regional Kalbar, Selasa (4/4/2023).
Lebih lanjut Yusharto mengungkapkan, BSKDN sebagai lembaga yang baru bertranformasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) memiliki tugas menyelenggarakan perumusan, penyusunan, dan pemberian rekomendasi strategi kebijakan di bidang pemerintahan dalam negeri. Dalam menjalankan tugas tersebut, BSKDN tidak melakukannya sendiri namun membangun kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk IPDN.
Yusharto berharap tidak hanya dosen yang menghasilkan riset untuk direkomendasikan sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam merumuskan kebijakan. Akan tetapi, praja IPDN juga aktif melakukan penelitian sejak duduk di bangku kuliah.
“Kami berharap banyak dengan hasil-hasil penelitian tidak hanya dari dosen tetapi juga mahasiswanya. Paling tidak adik-adik termotivasi untuk menulis proposal yang berkualitas yang nantinya akan diapresiasi oleh Bapak Menteri Dalam Negeri,” ujarnya.

Membiasakan diri terlibat aktif dalam penelitian diyakini akan membuat praja IPDN terbiasa dengan urusan pemerintahan, jauh sebelum mereka ditempatkan dalam instansi pemerintahan. Yusharto menambahkan, nantinya purna praja IPDN harus membekali diri dengan pengetahuan yang mumpuni mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Minimal (praja IPDN) mau menulis setidaknya dua variabel dalam satu tulisan yang berkaitan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) umpamanya sebagai bentuk partisipasi praja IPDN supaya lebih awal terbiasa dengan kegiatan-kegiatan yang ada dalam pemerintahan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga membeberkan sejumlah indeks yang dimiliki BSKDN. Harapannya indeks tersebut dapat dipelajari lebih dalam oleh praja IPDN sehingga mereka memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyelenggaraan pemerintahan terutama di tingkat daerah.
Dia melanjutkan, indeks yang dikembangkan BSKDN meliputi Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah (IKKD), Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Indeks Tata Kelola Pemerintahan Daerah (ITKPD).
“Indeks-indeks ini untuk mengukur seluruh kinerja pemerintahan daerah untuk bisa mengetahui daerah mana yang sudah bekerja maksimal dan daerah mana yang masih membutuhkan intervensi pemerintah pusat,” pungkasnya.
Laporan : Suryadi
Tags: mempawah
-
Kapolri Instruksikan Kapolda Pastikan Minyak Goreng Tersedia di Pasar Tradisional dan Modern
-
Restorative Justice Jadi Prioritas Polri Selesaikan Perkara
-
Ketua Umum KORPRI Nasional Imbau Pengurus Jaga Kode Etik ASN
-
Ahli Waris Almarhum Dulmuti Minta Presiden Prabowo dan Gubernur DKI Pramono Anung Segera Bayar Tanah di Rawabuaya
-
Berdialog dengan Santri, Wapres Tekankan Pentingnya Kontribusi Santri di Segala Aspek
-
Dewi Aryani: Kabupaten Brebes Harus Waspada Sebagai Perlintasan Distribusi Obat Antar Provinsi
-
Polres Pinrang Terima Kunjungan Tim Penilai Internal (TPI) Polri
-
Menparekraf Optimistis 27 Finalis AKI Tangerang Jadi Lokomotif Pencipta Lapangan Kerja
-
Pimpin Apel Gabungan, Mendes Yandri Ajak Pegawai Jaga Kekompakan Bangun Desa
-
Tanggapi Pernyataan Menag, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Hentikan Masuknya Imigran Tiongkok


