REAKSIMEDIA.COM |Jakarta – Program Pekerjaan Jalan Pembangunan atau Peningkatan Jalan, Jalan strategis di Provinsi DKI Jakarta untuk pekerjaan jalan beton Jalan Akses JIS Tahun 2023 di Sunter Agung Tanjung Priok Jakarta Utara Nomor rekening 5.2.04.01.01.0002 dengan nomor SPMK 1397/PN.01.02 Tanggal 17 April 2021 oleh pelaksana PT.Nagaraja Sakti patut dipertanyakan.
Pasalnya, pekerjaan yang dilaksanakan melalui Anggaran APBD Tahun 2023, kontrak 25 April sampai tanggal 24 Agustus 2023, belum serah terima hasil pekerjaan, fakta yang terjadi dilapangan bangunan tersebut ternyata sudah retak dan pecah.

Melansir dari KOMPAS.com 3 Agustus 2023 dengan Pemprov DKI targetkan Jakarta “Zero” Jalan Berlubang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga Heru Suwondo, memperbaiki ruas jalan rusak agar Jakarta segera zero hole atau tak ada lagi jalan berlubang.
“Kami ingin jalan di Jakarta itu dalam kondisi itu (baik), zero hole atau tak lagi berlubang. Karena itu (jalan) kami rapihkan semua,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo saat dihubungi, Kamis (3/8/2023).
Lantas bagaimana dengan pekerjaan jalan strategis di Provinsi DKI Jakarta untuk pekerjaan betonisasi jalan Akses JIS Tahun 2023 yang dilaksanakan PT. Nagaraja Sakti, yang diketahui belum serah terima, namun ternyata bangunannya sudah pecah dan retak ?
Tidak hanya itu, pekerjaan yang baru selesai dikerjakan, belum dilalui kenderaan roda dua maupun roda empat, lalu kenapa bangunan tersebut sudah mengalami keretakan dan pecah ?

Dan menjadi pertanyaan, Apakah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau Dinas Bina Marga, tetap akan membayar barang yang sudah cacat dan rusak ?
Manullang salah satu pemerhati bangunan di DKI Jakarta mengatakan, kemungkinan penyebab terjadinya keretakan dan pecah di sejumlah pekerjaan betonisasi/rigid, disebabkan antara lain :
– Diduga bahan bahan material yang digunakan tidak sesuai dengan standart, termasuk pada saat pengecoran dan ditambah lagi penggunaan mesin vibrator (penggetar) atau hanya sebagai formalitas.
– Pengiriman Batcing Plant mulai dari Pabrik hingga sampai menuju tempat/lokasi pengecoran, apakah sudah tepat waktu atau tidak terjadi keterlambatan? Apabila datangnya terlambat, akan membuat pekerjaan terjedah, karena menunggu mobil mixer yang mengangkut beton dari pabrik batching plant ke lokasi pekerjaan.
Sementara itu, diketahui, Pemprov DKI menggunakan 4 merk Batcing Plan dengan waktu yang bersamaan, hal tersebut diduga sarat dengan Monopoli, belum lagi dengan istilah “fee” untuk per/M³.

Sehingga dari permasalahan ini, timbul pertanyaan. “kenapa sering terlambat pengiriman Batcing Plant dari Pabrik hingga ke lokasi pengecoran ?
hal ini diakibatkan, karena banyaknya permintaan sehingga ke 4 merk batcing plant tidak mampu mensuplay permintaan proyek di Pemprov DKI Jakarta, dengan waktu yang bersamaan dan salah satunya disebabkan banyaknya pesanan.
Batas waktu pengiriman beton ke lokasi waktunya sudah lewat, namun yang terjadi dilapangan ternyata masih digunakan dan ini merupakan Tupoksi konsultan pengawasan saat melakukan test kubus.
Selain itu, belum lagi dengan penggunaan atau ukuran besi yang digunakan dilapangan, antara lain penggunaan ukuran besi, mulai dari Ukuran 8, 12, 16 hingga 25. termasuk penggunaan besi Tie Bar, ukuran berapa yang digunakan, dan begitu juga untuk penggunaan Geoteks (selimut beton dalam membantu proses pengerasan), dan juga penggunaan begisting yang termasuk didalamnya plastic untuk merapikan hasil beton rigid untuk membuat beton tidak bocor, selanjutnya pemasangan begisting Elsi, apakah menggunakan selang yang ukuran kecil dan panjang untuk mengukur ketinggian elsi dari posisi kesamping dengan 2-3 cm untuk aliran air mengarah ke pinggir, lalu apakah memasang begisting elsi memanjang kedepan lurus.
Lebih lanjut dikatakan, “Apabila terjadi retak dan pecah, merupakan kewenangan Provisional Hand Over (PHO), kenapa bisa lolos serah terima barang yang sudah retak dan pecah, sehingga disinyalir ada dugaan indikasi suap, namun kalau memang tidak benar ada indikasi suap, maka sudah selayaknya bangunan tersebut harus segera di bongkar dan di kerjakan ulang, sesuai dengan spek/bill of quantity. untuk itu apakah PPK (Pejabat Pembuat Komitment) berani melakukan hal tersebut, namun faktanya yang saat ini terjadi dilapangan, barang yang sudah cacat mutu kok bisa-bisanya di loloskan dan diterima,” tegas Mr.Manullang selaku pemerhati pembangunann.
Hingga berita yang kedua ini diturunkan oleh media online REAKSIMEDIA.COM namun Plt Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo belum bisa dan berhasil di konfirmasi terkait Pekerjaan PT. NS, yakni Pekerjaan Beton Jalan Akses JIS Tahun 2023 di Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Begitu juga hal yang sama dengan Pelaksana PT. NS belum berhasil dihubungi.
Laporan : Nardo Togar Simanjuntak
Tags: jakarta
-
Hadiri Musyda Ke-13, Bupati Dolly Ajak Pengurus Baru Untuk Kompak Dukung Pembangunan di Tapanuli Selatan
-
Panglima TNI Resmikan Gedung Trisula Denjaka dan Serahkan Ransus Mobile Dual Ramp System
-
Ayah Tiri Cabuli Anak di Bawah Umur di Desa Neglasari Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor
-
Berikan Pelayanan Prima, Personel Polres Gowa Turun ke Jalan Lakukan Pengaturan Lalu Lintas
-
Hadir Di Parlemen Remaja 2025, Wamen Viva Yoga Dorong Generasi Muda Aktif Beroganisasi dan Terjun Dalam Dunia Politik
-
Kapolsek Jambi Timur AKP Hendra Wijaya M.SH SIK MH Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Massal ditiap Kelurahan Di Jambi Timur
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendes Yandri Alokasikan Rp 16 Triliun dari Dana Desa untuk Swasembada Pangan
-
Bupati Pinrang Irwan Hamid, Meninjau Langsung Asrama Mahasiswa Pinrang (KPMP) Kota Palu
-
Kapolres Pekalongan Ingatkan Jajarannya untuk Percepat Penyaluran Bansos kepada Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19
-
Waspada Demam Berdarah, Babinsa Koramil 1710-02/Timika Lakukan Fogging DBD Bersama Tim Dari Dinas Kesehatan

