REAKSIMEDIA.COM | Kabupaten Bogor – Kantor Hukum Berto Tumpal Harianja & Partner secara resmi melayangkan somasi kepada Pokja ULP Kabupaten Bogor dan Pengaduan terhadap KPK RI, Kejaksaan Agung RI, Kapolri RI, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Inspektorat Kab.Bogor terkait tender paket pembangunan jalan dengan ruas Cicangkal – Maloko.
Langkah ini dilakukan setelah BTH & Partner menjadi kuasa hukum dari CV. KJS sebagai peserta lelang yang merasa dirugikan dalam proses tender tersebut.
Somasi ini merupakan langkah awal BTH & Partner dalam membuka tabir dugaan ketidakberesan dan penyimpangan prosedur dalam proses pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bogor. Menurut pihak kuasa hukum, dugaan praktik yang tidak transparan dan sarat kepentingan pribadi dalam tender ini harus segera diluruskan demi terciptanya iklim persaingan usaha yang sehat.

Kami digugurkan karena dukungan teknis ditanda tangani Kepala Divisi, sementara tender lain bisa menggunakan dukungan teknis yang ditanda tangani Kepala Divisi, bahkan perusahaan tersebut memenangkan tender.
Dalam surat sanggah kami juga sudah melampirkan surat kuasa dari Direktur kepada Kepala Divisi sehingga tidak ada alasan untuk menggurkan klien kami.
Bahwa tender Jalan Cicangkal – Maloko yang menang ialah CV. EB yang berada diurutan ke 11 dari harga penawaran, artinya ada 10 perusahaan yang berada diatasnya, sehingga terkesan 10 perusahaan yang berada diatas kami menduga Panitia Pokja berusaha mencari kekurangan ataupun kesalahan dari perusahaan tersebut, oleh karenanya kami juga akan meminta dokumen seluruh dokumen lelang tender Kabupaten Bogor kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumen untuk kita pelajari dan kita audit, jika dokumen yang kita minta tidak diberikan kami akan mengajukan Gugatan Keterbukaan Informasi Publik.
Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir telah ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat maupun media mengenai adanya dugaan peran sejumlah oknum dalam pengaturan proyek. Diduga kuat nama berinisial S dari pihak Swasta dan Y dari ASN dilingkungan Pemkab Bogor dikabarkan terlibat dalam proses pengaturan proyek.

Berto Tumpal Harianja menegaskan, langkah hukum ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia poin 7 serta cita-cita Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang Istimewa dan Gemilang, dengan menolak praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan.
“Kami berharap somasi ini menjadi pintu masuk KPK RI untuk mengungkap dugaan kejahatan disektor kontruksi ataupun menjadi momentum untuk membenahi sistem pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bogor, sehingga tidak ada lagi praktik pengkondisian proyek yang merugikan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Berto Tumpal Harianja dalam keterangan persnya.
Laporan : Hotma
Tags: kabupaten bogor
-
Menparekraf Dukung Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua IV Wilayah Adat IV Bomberay
-
Kabid Humas Polda Sulsel: Kasus Corona Masih Tinggi, Masyarakat harus Memiliki Tanggung Jawab yang Tinggi dan Kolektif untuk Patuhi Prokes
-
Peringati HUT ke-20, Bakamla RI Sumbangkan 107 Darah
-
Gelar Sosperda Tentang Kesehatan di Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Parlindungan SH MH: Hanya Bawa KK & KTP, Warga Bisa Berobat Gratis di Rumah Sakit
-
Wings Air Mendaratkan ATR 72 di Ewer Melakukan Uji Kemampuan Pesawat dan Rute Evaluasi di Wilayah Asmat
-
PPKM Seluruh Indonesia Diperpanjang, Daerah Level 3 Meningkat
-
Kementerian PUPR Rampungkan Lumbung Air Sukodono untuk Dukung Pengembangan Food Estate Mangga di Gresik
-
Ketua DPC Projo Karo : Kami Minta Pemkab Karo Cabut Izin PT BUK di Puncak 2000 Siosar
-
Kementerian PUPR Rampungkan Revitalisasi Sungai Sekanak Lambidaro Sumsel Tahap I, Kembalikan Fungsi Sungai dan Jadi Ikon Baru Kota Palembang
-
PT Bank CTBC Indonesia Memberikan Donasi Rp1,5 Miliar melalui Yayasan BUMN untuk Indonesia


