REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Konflik antar nelayan yang terjadi sebelumnya di wilayah Pantai Indah Mukomuko berhasil diredam dan menemui jalan mediasi, kedua kelompok nelayan sepakat untuk berdamai berdasarkan surat perjanjian yang disepakati dari masing masing pihak.
Dalam mediasi antara kedua kelompok nelayan yang digelar di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, kedua pihak sepakat dan berjanji melalui surat perjanjian yang disaksikan oleh Pemerintah Daerah, Kecamatan dan Desa serta TNI- Polri’, Senin (12/2/26).

Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mukomuko Rahmad Hidayat Msi yang menjadi moderator pada mediasi tersebut dalam keterangannya menyebutkan bahwa konflik terjadi antara dua kelompok nelayan, yakni nelayan pasar bantal dan nelayan Pantai Indah Mukomuko (PIM) dikarenakan salah satu kelompok nelayan diduga telah melanggar kesepakatan perjanjian yang disepakati sebelumnya.
“Salah satu pihak nelayan menangkap nelayan lain yang menggunakan pukat harimau pada rabu sore ini kemarin (11/2/26), ini disebabkan karena nelayan PIM mendengar kabar/informasi ada nelayan yang menggunakan pukat harimau, sehingga ratusan warga nelayan PIM menunggu nelayan yang membawa kapal pukat harimau mendarat,
dan dari keterangan warga diduga kepal yang menggunakan pukat harimau tersebut merupakan nelayan Bantal,” jelasnya.
Setelah melalui mediasi yang ulet, akhirnya kedua pihak sepakat untuk berdamai dengan dituangkannya 5 point kesepakatan melalui surat perjanjian yang dibubuhi materai dengan para saksi dari unsur Pemerintah dan TNI-Polri.

Diakhir acara mediasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melaui Asisten II Setdakab Ramdani menyampaikan apresiasi kepada kedua pihak yang telah sepakat untuk berdamai.
“Perjanjian ini akan diperbaiki untuk menyempurnakan perjanjian yang telah di buat sebelumnya, dan semua dapat menahan diri agar suasana kondusif tetap terjaga di wilayah kita,” sebutnya.
Dilanjutkan Asisten II, dengan terbitnya surat perjanjian ini maka kedepannya kita semua dapat melakukan aktivitas nelayan, dan atas nama pemerintah daerah kami beri apresiasi kepada semua pihak yang telah mensupport terwujudnya kesepakatan ini sehingga diharapakan kejadian ini tidak terulang dan terjadi lagi di masa yang akan datang, selain itu sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, mari kita saling mengikhlaskan dan saling memaafkan agar ibadah yang kita lakukan semakin khusuk dalam menjalankannya,” tutup Ramdani.
Setelah kedua belah pihak sepakat melakukan perdamaian yang dituangkan dalam surat perjanjian acara selanjutnya ditutup dengan foto bersama yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Juga hadir dalam mediasi tersebut, Asisten I Setdakab, Kadis Perikanan dan Kelautan, Danposal Mukomuko, Satpolairud Polres Mukomuko, Polsek Teramang Jaya dan Polsek Kota Mukomuko, Camat dan para kades/Lurah kedua pihak, para Ketua Nelayan dan lainnya.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: Mukomuko
-
Tinjau BUM Desa di Lamongan, Mendes Yandri: Kopdes dan BUM Desa Tidak Perlu Dibenturkan, Harus Saling Membesarkan
-
Walikota : Irsan Efendi Nasution, SH Lantik 10 orang ASN Eselon III di Lingkungan Pemko Padang Sidimpuan
-
Ipda Tamerin: Pengendara Diminta Hati-Hati Saat Melintas di Daerah Ini Ketika Turun Hujan Lebat
-
Semarak HUT Kemerdekaan RI Ke-78, Kodim 1710/Mimika Gelar Berbagai Lomba
-
Kapolres Tanggamus : Anak Tenggelam di Pantai Limau Ditemukan
-
Polda Sulteng ungkap TPPU Kasus Narkotika, Ditemukan 14 Rekening Senilai Rp42 Milyar Lebih
-
Wali Kota Sukabumi Apresiasi Pelajar SMAN 3 Kota Sukabumi Raih Prestasi di Puteri Pendidikan Remaja Tingkat Jabar
-
Kemendagri Wajibkan Papua Barat Terapkan Satu Data Kependudukan
-
Polsek Mangoli Utara Razia Masker Sekalian Membagikan Masker Ke Warga Masyarakat Desa Falabisahaya
-
Pembubaran Paksa Ibadah GMS Binjai, PSI: Melukai Rasa Kebangsaan


