REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Dalam rangka mengoptimalkan Program Transmigrasi Patriot, Kementerian Transmigrasi menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Hal ini sebagai langkah strategis pendidikan tinggi dalam membangun kawasan transmigrasi berbasis inovasi pendidikan dan teknologi. Nota Kesepahaman Bersama tersebut mendukung konsep baru transmigrasi yang fokus membangun kawasan ekonomi terintegrasi melalui aspek pendidikan. Selasa, (6/5/2025).
“Orang pintar adalah orang yang mampu menjawab persoalan. Maka kita libatkan ITB agar konsep Trans Patriot ini benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan tentang konsep baru transmigrasi,” kata Menteri Iftitah dalam sambutannya.

Rektor ITB, Prof. Tatacpita Dirgantara menyambut baik kerja sama ini dan berharap kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dapat menghasilkan karya nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Harapannya melalui kerja sama ini dapat meningkatkan kapasitas dosen atau pun mahasiswa yang nantinya dapat menjadi media pembelajaran di ruang kuliah,” ujar Rektor.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat relokasi penduduk, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemandirian masyarakat.
Lebih lanjut, Mentrans mengungkapkan bahwa Kementerian Transmigrasi sedang menyiapkan keberangkatan 2.000 Tim Ekspedisi Patriot pada tahun ini. Sedangkan program Transmigran Patriot akan dimulai pada tahun depan sebagai lanjutan dari program tersebut.
Salah satu fokus utama dalam konsep Trans Patriot adalah menciptakan korporasi masyarakat yang menjadi wadah bagi para transmigran untuk mengembangkan usaha secara kolektif dan mandiri.
“Lahan sudah siap, pengusaha juga sudah mendapatkan solusi karena sudah ada korporasi masyarakat,” jelas Mentrans.

Ke depan, Kementerian berharap semakin banyak investor yang tertarik untuk masuk dan mengembangkan kawasan transmigrasi. Kerja sama dengan perguruan tinggi seperti ITB diharapkan mampu mempercepat hadirnya inovasi yang menjawab kebutuhan pembangunan, termasuk dalam hal riset.
Mentrans juga meminta dukungan penuh dari jajarannya dalam hal pengadaan alat riset.
“Kebutuhan pembelian alat untuk riset, tolong disupport kepada Dirjen saya. Jangan sampai penelitian terhambat karena tidak ada alat,” tegasnya.
Tags: jakarta
-
Polsek Patebon Monitoring Haul Mbah KH Moh Tasnuri di Pondok Pesantren Darul Hikmah Desa Lanji
-
Kembangkan Bakat Anak Papua Sejak Dini, Satgas Yonif 715/Mtl Ajak Bermain Sepakbola
-
Pemdes Agung Jaya Salurkan BLT DD Tahap Pertama 2024, Kasi Ekobang: KPM Tertinggi di Kecamatan Air Manjunto
-
Ingatkan Pemda dengan Inflasi Tinggi, Mendagri Minta Buat Terobosan Kreatif
-
Amankan Perairan Lebanon, KRI Sultan Iskandar Muda Gelar Latihan Bersama Angkatan Laut Lebanon
-
Babinsa Koramil 1715-06/Dekai Serda Rusli dan Istri Terima Penghargaan dari Kasad dan Ibu Ketua Umum Persit KCK
-
Mengenalkan Pendidikan Teknologi, Satgas Yonif 126/Kala Cakti Ajarkan Pengetahuan Komputer Kepada Anak-Anak Di Wilayah Perbatasan
-
Senyum Bahagia, 25 KPM Terima BLT DD Tahap ke III dari Pemdes Sumber Makmur
-
Kementerian PUPR Lepas 25 Pegawai PUPR Peserta Pelatihan Smart City di Korea Selatan Untuk Tingkatkan Kapasitas SDM Pembangunan IKN
-
Kapolres Bogor Dan Bupati Tinjau Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor





