REAKSIMEDIA.COM | Jakarta — Indonesia mengusulkan agar ASEAN mempercepat dan memperluas pengakuan bersama (_Mutual Recognition Arrangement_) atas keterampilan dan kompetensi tenaga kerja. Langkah ini penting untuk menciptakan peluang mobilitas pekerja yang lebih luas bagi pekerja terampil sekaligus memastikan kompetensi mereka dapat diakui oleh pemberi kerja di kawasan.
Usulan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam Pertemuan Menteri-Menteri Ketenagakerjaan ASEAN Plus Three ke-14 (ALMM+3), Kamis (27/8/2026), di Bangkok, Tailan.
Ia mengatakan, perubahan dunia kerja akibat kecerdasan buatan, digitalisasi, transisi hijau, dan perubahan demografi menuntut negara-negara ASEAN membekali pekerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa depan.
“Karena itu, Indonesia berpandangan bahwa sudah saatnya ASEAN mempercepat agenda pengakuan bersama dan secara bertahap memperluas cakupannya ke lebih banyak jenis pekerjaan dan bidang keterampilan,” ujar Yassierli.
Menurut Yassierli, meskipun kondisi nasional setiap negara berbeda, negara-negara di kawasan menghadapi tantangan yang sama, yaitu perubahan pekerjaan akibat otomatisasi, kecerdasan buatan, dan perubahan demografi. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia harus tetap menjadi prioritas bersama di kawasan.
Dalam konteks tersebut, pengakuan terhadap keterampilan menjadi semakin penting agar pemberi kerja dapat memahami, mempercayai, dan mengakui kompetensi tenaga kerja di seluruh kawasan. Seiring transformasi perekonomian, kebutuhan terhadap keterampilan baru dan terspesialisasi akan terus muncul di berbagai sektor, sehingga ASEAN perlu mampu menghubungkan tenaga kerja terampil dengan berbagai peluang tersebut secara lebih efektif.
Yassierli mengatakan, sistem pengakuan bersama di ASEAN yang lebih kuat dan lebih luas juga akan memperkuat kredibilitas keterampilan dan kompetensi ASEAN di luar kawasan, sehingga mendukung pengakuan yang lebih luas secara global.
Indonesia juga melihat peran penting para mitra Plus Three, yakni Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea. Pengalaman ketiga negara tersebut dalam pengembangan keterampilan, standar okupasi, sertifikasi, dan keterlibatan industri dapat mendukung ASEAN mempercepat agenda pengakuan bersama serta menjaga kompetensi yang diakui tetap relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Ia mengatakan, kolaborasi tersebut juga dapat memperkuat keterhubungan antara sistem pengembangan keterampilan ASEAN dengan kebutuhan industri di kawasan.
“Bagi Indonesia, pengakuan bersama yang lebih luas dapat menciptakan peluang yang lebih besar bagi tenaga kerja terampil ASEAN, mendukung pencocokan talenta yang lebih baik dengan kebutuhan pasar kerja, serta memperkuat kontribusi mereka terhadap produktivitas dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Yassierli.
Karena itu, Indonesia mengajak negara-negara anggota ASEAN dan para mitra Plus Three untuk mempertahankan momentum, mempercepat implementasi, dan memperluas jangkauan praktis pengakuan bersama di kawasan.
Tags: jakarta
-
Alhamdulillah; Kafilah Kabupaten Pinrang Berada di Posisi 4 Lomba STQH di Kabupaten Kepulauan Selayar
-
Cegah Stunting, Kecamatan Air Manjuto Gelar Lokakarya Mini Lintas Sektor
-
Ditlantas Polda Sulsel Bakal Tertibkan Truck Bermuatan Besar
-
Bukber Ramadhan Dalam Bingkai NKRI Dan Toleransi Kebersamaan Satgas Dengan Warga Perbatasan
-
Panglima TNI Pimpin Sertijab Tiga Jabatan Strategis TNI
-
Tiga Pilar Kel Bonto-Bonto, Sinergi Memantau Jalannya Giat Vaksinasi Massal di Kantor Camat
-
Edukasi Tertib Berlalu Lintas, Operasi Keselamatan Tinombala Masuk Lokalisasi Tondo
-
Pemkab Pinrang Menggelar Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Desa Serentak 2023 di ruang Pola kantor Bupati Pinrang
-
Wamenaker Tegaskan Peran SKKNI dalam Penguatan SDM Maritim
-
Kanit Reskrim Polsek Banjit Berhasil Amankan Dua Pelaku Curat


