KOSASI Meminta APH Membongkar Dugaan KKN Pelaksanaan Tender di UKPBJ Kabupaten Bogor

REAKSIMEDIA.COM – Kabupaten Bogor – Aksi demo dari Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KOSASI) Kabupaten Bogor, yang di gelar di depan kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), selain aksi bakar ban bekas, bahkan demo sempat diwarnai bentrokan dan kericuhan dengan SATPOL PP, Kamis (28/8/2025),

Kericuhan pun timbul dan tidak terelakkan, berawal saat para pendemo, merasa dihalang-halangi untuk masuk ke dalam gedung kantor UKPBJ Kabupaten Bogor, oleh SATPOL PP dan aparat petugas Kepolisian yang sedang berjaga di lokasi.

Adapun keinginan para aksi demo untuk masuk kedalam gedung kantor UKPBJ, ingin menemui Yunus Iskandar yang menjabat sebagai Ketua Tim POKJA di UKPBJ Kabupaten Bogor.

Akhirnya, untuk menghindari adanya bentrokan, para pendemo pun di berikan ijin untuk masuk, namun hanya sebatas di depan halaman kantor UKPBJ untuk menyampaikan orasi tuntutan para aksi.

Pada kesempatan tersebut, para aksi dari Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KOSASI) bersama elemen masyarakat dan mahasiswa Kabupaten Bogor, mengungkapkan, bahwa dalam pelaksanaan tender di UKPBJ Kabupaten Bogor, diduga terjadi praktek persekongkolan jahat dan monopoli dalam menentukan pemenangan tender, hal ini terungkap, setelah Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KOSASI) melakukan kajian dan observasi secara faktual, dimana menemukan praktek kolusi dan nepotisme dalam pelaksanaan proyek-proyek di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Kordinator Lapangan (Korlap) Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KOSASI) Fatholloh fawait dalam orasinya menyampaikan, adapun aksi yang dilakukan akibat melihat pelaksanaan tender di UKPBJ Kabupaten Bogor, tidak berjalan secara adil, kompetitif dan transparan. Diduga Yunus Iskandar yang menjabat sebagai Ketua Tim POKJA, dianggap sebagai aktor utama dalam mengatur pemenang tender di beberapa proyek di Kabupaten Bogor.

“Kami para aksi demo, meminta kepada Yunus Iskandar agar mengklarifikasi, kenapa ? karena ada beberapa pemenang proyek dalam melakukan proses seleksi, diduga tidak transparan, dan proyek pekerjaan yang ada di Kabupaten Bogor, hanya diberikan kepada beberapa orang saja, contohnya, dalam pelaksanaan tender, saat melakukan seleksi evaluasi maupun klarifikasi, pesertanya tidak semua diundang, sehingga ada dugaan sudah terjadi persekongkolan untuk memenangkan salah satu peserta. Sehingga berdampak pada persaingan usaha tidak sehat, dan kami ada bukti-bukti dan keterangan.para saksi maupun beberapa dokumen, tapi kami tidak bisa sampaikan disini, dan kami akan sampaikan pada saat nanti dilakukan klarifikasi langsung kepada Yunus Iskandar,” ungkapnya.

Baca juga:  Prabowo Subianto Dinobatkan menjadi Keluarga Besar Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI)

Selanjutnya, menurut Fatholloh fawait, diperkirakan dari total anggaran tahun 2024 dan tahun 2025, dalam permainan proyek yang terjadi, diduga mengakibatkan kerugian negara mencapai ratusan miliar, sehingga dampaknya banyak proyek yang akhirnya mangkrak, bahkan kekurangan volume, yang mengakibatkan banyak pekerjaan proyek tersebut baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan.

Untuk itu, Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KOSASI) menuntut untuk :

1. Meminta Yunus Iskandar agar mengklarifikasi dan bertanggung jawab secara terbuka di hadapan publik dan peserta aksi

2. Meminta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mengaudit seluruh pelaksanaan tender tahun 2025, sekaligus Bupati Bogor untuk mengevaluasi kinerja seluruh pejabat UKPBJ Kabupaten Bogor

3. Bupati Bogor agar mencopot Kepala /Plt Kepala Bagian UPKBJ Kabupaten Bogor dan memberikan sanksi atas ketidak-becusan dalam mengurus para anggotanya

4. Meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menyelidiki dan membongkar dugaan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme pada UKPBJ Kabupaten Bogor

Laporan : Hotma

Tags: