REAKSIMEDIA.COM | Medan – Aliansi gerak tutup PT. TPL dengan beberapa perwakilan dari komunitas masyarakat adat dari sekitar Danau Toba meminta di tutup PT. Toba Pulp Lestari (PT.TPL), aksi berlangsung di depan kantor PT. TPL Gedung Uni Plaza Jalan Letjed Haryono MT No. 1A, Rabu (28/7/2021).
Dari pantauan awak media ini, bahwa aksi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Pada aksi tersebut orator menyampaikan sejak awal kehadiran perusahaan yang dahulu bernama PT. Inti Indorayon Utama tersebut sudah memunculkan beragam kontroversi membawa persoalan bagi rakyat dan lingkungan hidup warga tobasa hingga mendapat penolakan dari masyarakat.

Selama 30 tahun lebih PT. Toba Pulp Lestari (PT. TPL) telah menyebabkan banyak penderitaan terhadap masyarakat di Kawasan Danau Toba antara lain merampas ruang hidup masyarakat dan menghancurkan ekosistim Danau Toba.
Tak cukup hanya itu perusahaan ini kerap melakukan kekerasaan terhadap masyarakat mulai dari intimidasi kriminalisasi, penganiayaan hingga pelarangan petani untuk bertani di tanah nya sendiri,” sebutnya.
Mengingat di masa lalu terjadi kekerasaan bersenjata yang mengakibatkan setidaknya dua orang sipil meninggal dunia yakni Ir Panuju Manurung yang terjadi pada 26 Nopember 1998, dan Hermanto Sitorus yang terjadi pada 21 Juni 2000 lalu.
Tercatat selama kurun waktu lima tahun terakhir (2016-2021) PT. TPL telah melakukan kekerasan terhadap 63 orang ketika PT TPL pada 18 Mei 2021 melakukan kekerasaan adat terhadap marga Simajuntak di Desa Natumikka Kecamatan Borbor.
Kasus ini yang memicu rasa marah dan geram yang meluas di masyarakat termasuk Togu Simorangkir, Ani Hutagalung dan Iswandi Sirait yang spontan merencanakan aksi jalan kaki dari Toba ke Jakarta untuk meminta Presiden Bapak Joko Widodo untuk menutup perusahan ini secara permanen.
Merujuk pada beberapa persoalan diatas dengan ini kami aliansi gerakan tutup TPL mendesak Pemerintah Indonesia untuk :
1. Mendesak bapak Presiden melalui aksi jalan kaki ajak tutup TPL dan mendengarkan tuntutan rakyat untuk tutup TPL.
2. Meminta kepada bapak Presiden Jokowi Dodo serta menteri KLHK untuk menutup PT. TPL karena dianggap menjadi akar masalah dari banyak nya konflik struktural bencana ekologis dan deporestasi kawasan hutan yang berada di wilayah konsensinya.
3. Mengusut tuntas segala persoalan yang terjadi akibat oleh PT. TPL
Tutup TPL ….Tutup TPL……, tegas dan teriakan peserta aksi.
Laporan : Ben Hasibuan
Tags: medan
-
Sambangi Toko Emas Polsek Mranggen Laksanakan Patroli Siang Hari
-
Kabidhumas Polda Sulsel Jalin Keakraban dan Kebersamaan dengan Insan Pers se Sulsel
-
Istri Menkumham Meninggal Dunia, Presiden Joko Widodo Melayat ke Rumah Duka
-
Dimeriahkan Penyanyi Cilik Farrel Prayoga, Kemendes Gelar Puncak Acara HUT RI ke-77
-
Kapolda Jateng Akan Resmikan Gedung Presisi Polres Pekalongan
-
Dandim 0311/Pessel Hadiri Vaksinasi Massal Untuk Pelajar
-
Hadiri Launching Sulsel Kebut Vaksinasi, Kapolda Tegaskan Polda Sulsel dan Jajarannya Siap Mendukung
-
Pemerataan Akses Kesehatan, Ketua DPD RI Dukung Pemberian Beasiswa Dokter Umum ke Spesialis
-
Wamen ATR/Waka BPN: Fokus pada Pelayanan untuk Meringankan Beban Masyarakat
-
Luncurkan Beasiswa Patriot Awal Januari 2026, Menteri Transmigrasi: Untuk Wujudkan Kawasan Inovatif

