REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) untuk mewaspadai lonjakan inflasi yang terjadi di akhir tahun, khususnya menjelang hari besar Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mendagri mewanti-wanti hal tersebut pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di Daerah melalui video conference di Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta.
“Ada Natal dan tahun baru, otomatis nanti ada kenaikan permintaan atau demand yang perlu diantisipasi semua daerah termasuk pusat dan daerah,” katanya, Senin (21/11/2022).
Mendagri menjelaskan, pihak pemerintah baik Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, beserta kementerian/lembaga (K/L) terkait terus melakukan monitor melalui jaringan yang ada. Pemerintah pusat juga akan melakukan dukungan dan intervensi kepada daerah-daerah yang rawan atau memiliki inflasi tinggi.
“Tolong inovasi dan kreativitas dari tiap-tiap kepala daerah untuk membuat terobosan semaksimal mungkin. Berkolaborasi dengan semua stakeholder yang ada tetap dilakukan,” tuturnya.
Dia juga mendorong Pemda menggenjot realisasi belanja yang tinggal satu bulan lagi, karena akumulasi realisasi belanja daerah masih di bawah angka nasional. Mendagri meminta agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan rapat dan mencari peluang untuk meningkatkan realisasi belanja sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan.
“Tolong betul-betul rekan kepala daerah rapat betul dengan kepala OPD, Sekda, Bappeda, untuk dipelototi ini kenapa (realisasi belanja) rendah, karena sekali lagi kalau rendah uangnya disimpan berarti,” ungkapnya.
Selain itu, Mendagri juga mendorong Pemda memanfaatkan anggaran dana Belanja Tidak Terduga (BTT), bantuan sosial (Bansos), hingga Dana Desa untuk membantu masyarakat.
“Dana Desa juga salah satu instrumen untuk intervensi, yaitu desa-desa dapat mengalokasikan anggarannya sesuai dengan keputusan Menteri Desa dan PDTT (Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi). Itu di desa masing-masing yang paling paham, masyarakatnya (yang) sulit dapat dibantu dengan Dana Desa,” terangnya.
Sebagai informasi, Rakor tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo; Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto; Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto; dan Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan (Kemendag) Bambang Wisnubroto.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: jakarta
-
Makin Cinta dan Rindu Rasulullah Setelah Kita Pergi ke Pameran Artefak
-
Drs. H. Alimin, M. Si; Komitmen Besar Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam mewujudkan kabupaten Rama dan Layak bagi Anak
-
Wapres Minta UIN AR-Raniry Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Memajukan Bangsa
-
2 Napiter kelompok MIT Poso Ucap Setia kepada NKRI, Berikut Ikrarnya
-
Warga Siantar Harapkan Keprofesionalan APH Dan Desak Kapolda Sumut Segera Tindak Tegas Iptu Wilson
-
Polda Sumut Berikan Bingkisan dan 200 Alat Swab Antigen Kepada Personil Pos Penyekatan III Kabupaten Langkat
-
Pasukan Perdamaian Laksanakan Upacara HUT Ke-79 RI Di Bumi Afrika
-
Kementerian PUPR Targetkan Pembangunan Gedung Kuliah UNWAHA di Kabupaten Jombang Rampung Desember 2021
-
Capai Target 70 Persen, Satlantas Polres Banggai Antar Jemput Puluhan Pelajar Datangi Gerai Vaksin
-
Jelang HUT Bhayangkara ke-76, Polres Pekalongan Gelar Aksi Sosial Donor Darah Serentak



