REAKSIMEDIA.COM | Lombok Barat – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meninjau pameran potensi desa dalam rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Lombok Barat, Jumat (17/4/2026). Digelar di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, pameran ini mengusung tema Sejahtera dari Desa.
Produk dan jasanya meliputi komoditi unggulan berupa pangan, holtikultura, peternakan, perikanan, dan lain sebagainya yang menunjukkan betapa kayanya bumi Lombok Barat. Potensi-potensi ini, kata Mendes Yandri akan didukung penuh pemerintah lintas sektor sebagai bagian dari usaha mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan maksimalnya pemanfaatan kekayaan alam.
“Kita akan support, kita akan dampingi juga, semua potensi desa akan kita kembangkan. Insyaallah semua akan kita lakukan, pendekatan potensi desa,” kata Mendes Yandri.
Didukungnya seluruh pembangunan dari desa bukan tanpa alasan. Pasalnya, sebagian wilayah Indonesia ada di desa sehingga standar keberhasilan pembangunan tersebut bisa dilihat dari wujud desa berikut dengan tingkat kesejahteraan masyarakat di dalamnya.
“Tidak mungkin Indonesia terang kakau desa gelap. Kalau mau bangun Indonesia ya harus bangun desa, kalau mau Indonesia maju ya harus majukan desa sejahterakan rakyatnya. Makanya seperti kata Pak Mendes bangun desa bangun Indonesia, desa terdepan untuk Indonesia,” ujar Menko Zulkifli Hasan.

Keseriusan pemerintah dalam mengedepankan pembangunan desa juga dilihat dari kebijakan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi kebutuhan hariannya dari BUMDesa maupun KDMP, bukan ritel modern yang keuntungannya hanya dirasakan pihak tertentu. Oleh karena itu penting bagi desa untuk mempersiapkan pengembangan potensinya menjadi desa tematik.
“SPPG ambil barang ya harus dari desa boleh Kopdes boleh BUMDesa. Sudah ada aturan tata kelolanya, sudah ada peraturannya. Tidak boleh SPPG disuplai konglomerat lagi. Kopdes, BUMDesa yang boleh suplai SPPG. Maka anak-anaknya sehat, usaha desanya hidup, ekonominya berkembang,” tegas Menko Zulhas.
Seperti telah ditegaskan Mendes Yandri di berbagai kesempatan, desa wajib memanfaatkan potensinya untuk bisa turut serta dalam merealisasikan program-program pemerintah. Di antaranya membentuk desa ayam petelur, desa cabai, desa jagung, desa wortel, desa kentang, dan lain sebagainya.
Sumber : Ria/Humas Kemendes
Tags: lombok barat
-
Danrem 152/Baabullah Resmi Tutup TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai
-
Gelar Ops Patuh Candi 2021, Ditlantas Polda Jateng dan Satlantas Polrestabes Semarang Bagikan Sembako Dan Masker
-
Notulen Raker DPRD Karo Sampai Di Projo Karo, HGU No 1 Tahun 1997 an. PT BUK Masuk Dalam Database Indikasi Tanah Terlantar
-
Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danlanud Haluoleo Di Koops Udara II
-
Proses Penilaian dan Penjurian Lomba Karya Tulis, Fotografi, dan Videografi PWI di Mulai
-
Penyegaran, Sejumlah Pejabat Utama Polres Pemalang Dimutasi
-
Kabid Humas Jateng: Polisi masih Lidik Laporan warga Simo, Benar tidak nya ada unsur Perkosaan
-
Lanjutkan Langkah Besar Prof. Zudan, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi Minta Sokongan Penuh Pemangku Kepentingan
-
Bupati Halmahera Utara Tegaskan Kepala Desa Pilihan Rakyat, Wajib Layani Tanpa Diskriminasi
-
Kader Pemuda Pancasila Jawa Timur Satu Suara Dukung LaNyalla Presiden 2024


