REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Setelah sukses melaksanakan Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) Seri I yang dilaksanakan pada bulan April 2022 dengan tema Kartu Kembang Anak dan Seri II yang dilaksanakan pada bulan Mei 2022 dengan tema Poster Penting (Peduli Stunting), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menyelenggarakan Seri III terkait Kalender Pengasuhan bagi Ibu Hamil yang dilaksanakan secara daring pada hari Kamis (30/06).
“Kenapa Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN berbicara tentang ibu hamil dalam kelas ini? Karena upaya percepatan penurunan stunting itu kita mulai dari 1000 HPK”, ujar Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, dr. Irma Ardiana, MAPS.
1000 hari pertama itu dihitung mulai dari pertemuan sel telur hingga setelah lahir. Ada 280 hari atau 40 minggu dalam kandungan dan 720 hari (usia hampir dua tahun).
Kepala BKKBN, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K) menjelaskan bahwa, “Pada fase 1000 HPK terjadi perkembangan pesat otak manusia yang menentukan banyak hal bagi kehidupan setiap individu. Sebelum 1000 HPK, kondisi otak masih terbuka dan proses perkembangan terjadi. 24 bulan kemudian atau pas 2 tahun, ubun-ubun depan dan belakang menutup”.
“Dalam 1000 HPK kemampuan dasar manusia berkembang, ini jika terganggu prosesnya, terjadi stunting”, tambah dokter Hasto.
Berdasarkan hasil SSGI 2021, prevalensi stunting menunjukkan penurunan dari 27,7% di tahun 2019 menjadi 24,4%. Namun, prevalensi underweight mengalami peningkatan dari 16,3% menjadi 17%. Apabila ditinjau menurut standar WHO, hanya Provinsi Bali yang mempunyai status gizi berkategori baik dengan prevalensi stunting di bawah 20% (10,9%) dan wasting di bawah 5% (3%).
Menurut dr. Dewi Ratih, SpOG (K), MsiMed, selaku narasumber dalam kegiatan ini, “1000 HPK adalah periode emas anak dimana terjadi pertumbuhan otak yang pesat yang dapat mendukung pertumbuhan anak dengan sempurna dan kalender pengasuhan ibu hamil sebagai bagian dari 1000 HPK. Selain itu, kehamilan berimpact pada masa depan. Ketika ibu hamil terkena preeklampsia atau darah tinggi, si ibu punya resiko bahkan setelah melahirkan beresiko darah tinggi kronis, impact keturunannya si bayi apabila perempuan akanberesiko darah tinggi pada saat dia hamil nantinya”.
dr. Irma berharap kita bisa mengikuti kegiatan kelas kerabat seri ke III dan seri- seri selanjutnya dengan baik dan bisa memberi kapasitas bagi Bapak/Ibu kader-kader untuk memberi penyuluhan dan pendampingan bagi ibu hamil, dan juga kepada balita maupun batuta. Adapun Kelas ini akan terus diselenggarakan setiap bulannya dengan tema hingga bulan November dan pembagian raport akan dilakukan pada bulan Desember. (*)
Laporan : Suryadi
Tags: jakarta
-
DPRD Kota Sukabumi Gelar Sidang Paripurna Pelantikan Anggota Pengganti Antar Waktu
-
Kapolda Jambi : 685 Personil Disiapkan Untuk Pengamanan Tahap PSU Pilgub Provinsi Jambi di 88 TPS
-
Gus Halim: Pembangunan Desa Harus Jadi Prioritas Indonesia
-
Kepala Zona Bakamla Tengah Pimpin Panen Jagung di Bali
-
Ditargetkan Rampung Januari 2026, Dandim 0428/MM: Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih di Mukomuko Capai 65 Persen
-
15 Ribu Lebih Jamaah BKMT Tapsel dan Unsur Keagamaan di Desa Telah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan
-
22 Kg Sabu Senilai 30 Miliyar 800 juta Rupiah diungkap Polres Jakpus
-
Mobil Yang Tertabrak Dan Terseret Diperlintasan Jln Rawa Geni Ternyata Pimpinan Pondok Pesantren
-
Kenal Pamit Dandim 0428/MM, Bupati Mukomuko: Terimakasih Pak Andri dan Selamat Datang di Kapuang Sati Ratau Batuah Pak Yokki Firmansyah
-
Wujud Kehadiran Polri di Sekolah, Anggota Polantas Polresta Cilacap Pimpin Upacara





