REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menantang 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk menemukan dan mengembangkan keunikan setiap kawasan transmigrasi sebagai fondasi pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal. Menurutnya, keberhasilan membangun destinasi wisata tidak ditentukan oleh besarnya investasi, melainkan kemampuan mengenali identitas yang membedakan suatu daerah dari kawasan lain.
“Prinsipnya sederhana, kita kenali apa yang dimiliki dan apa yang membuat kawasan itu berbeda. Keunikan lokal menjadi modal utama,” ujar Menteri Widiayanti Putri saat menjadi narasumber pada kegiatan Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7).
Widiyanti menjelaskan, langkah pertama yang harus dilakukan Tim Ekspedisi Patriot yakni memetakan karakteristik kawasan secara menyeluruh, mulai dari potensi alam, budaya, sejarah, kuliner, industri kreatif, tradisi masyarakat hingga infrastruktur yang tersedia. Setelah itu, potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi pengalaman wisata yang memiliki daya tarik bagi pengunjung.
“Rumuskan keunikannya. Lihat dari perspektif wisatawan, apa yang bisa dilihat, dibeli, maupun dilakukan di kawasan tersebut. Itulah yang menjadi alasan orang datang berkunjung,” katanya.
Selain mengenali potensi, Menpar Widiyanti juga meminta TEP menganalisis pasar agar produk wisata yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Menurutnya, pengembangan pariwisata harus berangkat dari kekuatan lokal yang dikemas menjadi pengalaman autentik.
Sebagai contoh, ia menyoroti keberhasilan desa wisata Osing Kemiren di Banyuwangi yang menawarkan pengalaman budaya khas masyarakat setempat. Mulai dari belajar kesenian tradisional, memasak kuliner lokal, menikmati kopi hasil olahan warga, hingga tinggal di homestay milik masyarakat.
Pendekatan serupa juga diterapkan di desa wisata Prai Ijing, Sumba Barat yang menjadikan budaya lokal sebagai daya tarik utama sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui penjualan kain tenun dan produk lokal.
Widiyanti menegaskan potensi yang telah dipetakan harus diikuti dengan pengembangan kualitas destinasi melalui konsep 3A, yakni Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta pemasaran digital juga menjadi faktor penting agar destinasi mampu bersaing.
Menurutnya, Tim Ekspedisi Patriot memiliki posisi strategis untuk mengawali proses tersebut. Para TEP tidak hanya bertugas memetakan potensi, tetapi juga membantu membangun kelembagaan masyarakat, termasuk mendorong pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai penggerak pengembangan destinasi pariwisata di kawasan transmigrasi.
“Tim Ekspedisi Patriot adalah titik awal dari itu, bukan sebagai pelaksana yang menunggu arahan, tetapi sebagai pihak yang pertama hadir di tengah masyarakat, mengenali siapa yang peduli, dan memulai gerakan itu bersama mereka,” ujar Menteri Widiyanti.
Melalui pendekatan tersebut, Kementerian Pariwisata berharap hasil pemetaan yang dilakukan TEP 2026 tidak berhenti pada identifikasi potensi semata, tetapi mampu menjadi dasar lahirnya destinasi wisata baru yang berkelanjutan, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian kawasan transmigrasi.
Tags: jakarta
-
Wapres Tekankan Perlunya Silaturahmi Untuk Jaga Keutuhan Bangsa
-
Mantabkan Tahapan Pilkades 2022, Dinas PMD Kabupaten Mukomuko Gelar Forum Group Discusion (FGD)
-
Warga Pasir Emas Kec. Singingi Kab Kuantan Singingi Resah Akibat Langkanya Gas Elpiji 3kg Yang Subsidi
-
Personel Lanud Sultan Hasanuddin Serta Masyarakat Gelar Ibadah Natal di Gereja Katolik Bunda Maria dan Gereja POUK Lahai-Roi
-
Tingkatkan Hidup Sehat, Satgas Pamtas Yonif 711Rks Layani Warga Pengobatan Door To Door
-
Presiden Jokowi Lanjutkan Kunjungan Hari Ketiga di IKN
-
Kinerja Dan Berdedikasi Sangat Baik, 4 Relawan Tim Vaksinator Klinik Medika Bhayangkara 12 Polres Mukomuko Terima Penghargaan
-
Kodim 1710/Mimika Lakukan Sidak HP Prajurit Untuk Cegah Pelanggaran Judi Online
-
Idul Adha 1443 H, Polres Mukomuko Bagikan Daging Kurban 2 ekor Sapi dan 1 ekor Kambing kepada Masyarakat
-
Hari Raya Idul Adha 1443 H, Polda Kepri dan Jajaran Sembelih 53 Ekor Sapi dan 37 Ekor Kambing


