Mentrans: Jika Kita Tidak Hadir, Orang Lain yang Akan Mengelola Kekayaan Indonesia

REAKSIMEDIA.COM | Bandung – Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kaya potensi ekonomi. Namun kekayaan tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal jika bangsa sendiri tidak hadir untuk mengenali, mengembangkan, dan mengelolanya.

Peringatan itu disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menutup pidatonya di hadapan para Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Kampus Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat (19/6).

“Indonesia memang kaya. Tetapi bagaimana kita tahu Indonesia kaya apabila kita tidak hadir di kawasan-kawasan tersebut?” ujar Iftitah.

Selama berkeliling ke berbagai kawasan transmigrasi dan daerah terpencil, ia mengaku kerap menemukan peneliti, akademisi, dan pelaku usaha asing yang justru lebih dahulu mengenali potensi daerah-daerah Indonesia.

Ia mencontohkan keberadaan peneliti dari berbagai negara di sejumlah kawasan Indonesia, mulai dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, hingga Kenya. Di Raja Ampat, menurutnya, terdapat resort yang dikelola warga negara asing, sementara di daerah lain terdapat homestay yang telah dimiliki dan dikembangkan warga negara asing sejak puluhan tahun lalu.

“Kalau kita tidak hadir di seluruh kawasan Indonesia, maka akan ada orang lain yang hadir di kawasan tersebut, melihatnya, mengelolanya, dan memanfaatkan potensinya,” tegasnya.

Karena itu, Iftitah mengajak perguruan tinggi untuk lebih aktif hadir di berbagai kawasan Indonesia, terutama wilayah-wilayah yang sedang tumbuh dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, kampus memiliki peran penting untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mengubah potensi menjadi kesejahteraan.

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu menciptakan pengetahuan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghadirkan pengetahuan hingga ke titik paling jauh dari peta Indonesia,” pungkasnya.

Baca juga:  TNI AL Perkuat Armada Dengan KRI Brawijaya-320, Kapal Fregat Baru Dari Italia

Sumber : Tim Kementerian Transmigrasi

Tags: