Pendaftaran TEP 2026 Resmi Ditutup, 10.359 Generasi Muda Antusias Ikut Bangun Kawasan Transmigrasi

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta — Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Kementerian Transmigrasi mendapatkan sambutan luar biasa dari kalangan generasi muda. Hingga 20 Mei 2026, jumlah pengunjung atau peminat yang mengakses laman pendaftaran TEP 2026 mencapai 165.361 orang yang berasal dari 1.440 perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Data tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).

“Adanya peningkatan signifikan menjelang akhir masa pendaftaran yang mencerminkan semakin kuatnya semangat generasi muda untuk hadir langsung membangun Indonesia. Yang juga menandakan partisipasi peminat tidak hanya berasal dari 10 perguruan tinggi terkemuka dalam negeri, tetapi juga dari berbagai universitas di Indonesia dan luar negeri,” ujarnya.

Program ini juga melibatkan mahasiswa dan lulusan dari berbagai perguruan tinggi terbaik Indonesia maupun mancanegara. Selain berasal dari kampus-kampus nasional, peminat juga tercatat berasal dari universitas internasional seperti Monash University, The University of Melbourne, University of Manchester, University of Glasgow, King’s College London, Ohio University, dan Universiti Utara Malaysia.

Ia menjelaskan, sebanyak 95 persen peserta telah melengkapi berkas administrasi dan 84,5 persen di antaranya telah terverifikasi. Dari total peminat tersebut, sebanyak 6.178 orang telah mendaftar dan memenuhi syarat kelengkapan administrasi. Kementerian Transmigrasi dan Perguruan Tinggi Mitra selanjutnya akan menyeleksi menjadi 1.230 anggota Tim Ekspedisi Patriot untuk diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi pada 2026, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Per 21 Mei 2026 atau pada hari terakhir pendaftaran, jumlah peserta yang mendaftar meningkat pesat yakni mencapai 10.359 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.529 peserta telah terverifikasi administrasi oleh panitia seleksi.

Program tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah anggota Komisi V DPR RI. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Hamid Noor Yasin, menilai keberlanjutan program Ekspedisi Patriot merupakan langkah positif karena mampu melibatkan perguruan tinggi sekaligus menghasilkan output akademik dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga:  Jelang Peringatan Ke-78 Hari Bakti TNI AU, Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Bazar dan Pasar Murah

“Keberlanjutan program Ekspedisi Patriot yang melibatkan perguruan tinggi dan menghasilkan output akademik serta pemberdayaan masyarakat ini perlu kita apresiasi,” ujarnya dalam rapat.

Apresiasi serupa juga disampaikan Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Teguh Iswara Suardi. Ia menilai kerja sama Kementerian Transmigrasi dengan kampus dan lembaga riset merupakan langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan global dan keterbatasan anggaran.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Boyman Harun, menyebut konsep pengembangan transmigrasi melalui kolaborasi dengan universitas dan mitra internasional sebagai langkah baru yang progresif dalam pembangunan kawasan transmigrasi.

Menurut Mentrans Iftitah, Tim Ekspedisi Patriot kini berkembang menjadi gerakan kolaboratif lintas kampus dan lintas daerah untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui teknologi tepat guna, pengembangan UMKM, hilirisasi komoditas, hingga pembangunan infrastruktur dasar masyarakat.

Kementerian Transmigrasi mencatat, keberlanjutan Program Tim Ekspedisi Patriot 2025 telah menghasilkan lebih dari 400 rekomendasi pembangunan kawasan transmigrasi, serta berbagai publikasi ilmiah, artikel jurnal, kajian kawasan, dan model teknologi tepat guna.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga berhasil menghimpun dukungan pendanaan non-APBN senilai miliaran rupiah yang berasal dari dana mandiri kampus, hibah penelitian, serta kemitraan dengan berbagai lembaga.

Melalui program Trans Patriot, Kementerian Transmigrasi menargetkan hadirnya sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan nasional. (HLV)

Sumber : Tim Kementerian Transmigrasi

Tags: