Penyeberangan Ditutup, Warga Berastagi Menganggap Kebijakan Konyol Dan Meminta Bupati Tegur Anak Buahnya

REAKSIMEDIA.COM | Berastagi, Karo – Pagi hari saat warga Berastagi mau beraktivitas ,sangat dikejutkan dengan penutupan penyeberangan dijantung Kota, yang sering dipergunakan lalu lalang ke Pusat Pasar Berastagi.

Penutupan penyeberangan yang tepatnya di depan terminal Berastagi ini mendapat kecaman dan protes dari Warga Kota Berastagi , karena menganggap kebijakan Konyol dan sangat merugikan masyarakat banyak.

Salah satu warga Gg Serasi Kelurahan Gundaling II Berastagi , Kenal Sembiring Milala mengecam dan meminta Gerbang ini dibuka kembali, ini kebijakan asal asalan ,kebijakan konyol “ujarnya.

Tokoh Gereja ini merasa heran dan bingung terkait penutupan penyeberangan ini,siapakah pembuat kebijakan ini ,sehingga akses vital yang menuju Pusat Pasar dan Terminal Berastagi ditutup.”,katanya,Jumat (13/08/2021) di Jalan Veteran Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.

Ketua Majelis Runggun Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Berastagi Kota ini mengungkapkan, kalau gerbang yang ada di depan Gg. Serasi Berastagi ini sudah ada semenjak Zaman Belanda, ini sudah ada dan sudah mentradisi, walaupun sebelumnya merupakan jalan besar yang dapat dilalui oleh Mobil dan tempat penyeberangan bagi masyarakat sekitar.

“Akibat perkembangan zaman akhirnya akses jalan ini dipersempit oleh Bupati Karo, Rupai Perangin Angin menjadi Gerbang penyeberangan, kok sekarang ditutup sehingga masyarakat yang beraktivitas mempergunakan penyeberangan tersebut sangat dirugikan.” Kata Kenal Sembiring Milala.

“Kalau ini dianggap biang keladi penyebab kemacaten , apakah sang pengambil kebijakan tidak berpikir, lihat parkir yang semberaut, parkir berlapis lapis dan lihat telah ada terminal liar, tolong tertibkanlah itu, jangan takut, jangan korbankan kami masyarakat sekitar, jadi tolong itu dibuka secepatnya,” ujarnya.

“Buat Bupati Karo , Ibu Cory S Sebayang tolong ini diperhatikan dan tolong tegor anak buah Ibuk yang membuat kebijakan asal asalan ini, ini sangat merugikan kami masyarakat,” tegasnya.

Baca juga:  Yakinkan Situasi Tetap Kondusif, Dandim 1710/Mimika Pimpin Langsung Patroli Wilayah

Sementara warga lainnya, Doris Mela Br Panggabean mengatakan kalau penyeberangan ini tidak perlu ditutup, tapi yang terpenting ada petugas yang standby yang mengatur penyeberangan sehingga ada kontrol, warga tidak asal asalan nyeberang , bukan ditutup, ini aneh sekali , saya tadi sempat terkejut dan merasa ini kebijakan yang kurang tepat apalagi akses ini penting, berada dijantung kota, jadi kami mohon itu dibuka saja , tapi buat kebijakan yang lebih agresif dan baik ,”Ujarnya.

Pantauan REAKSI MEDIA , banyak masyarakat belum menyadari , dan masih menyeberang dan terkejut karena sudah tertutup , sehingga banyak yang mengeluh dan bersungut sungut lalu mencari penyeberangan yang lain.

Laporan : Erianto Perangin Angin

Tags: