REAKSIMEDIA.COM | Singapura – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan berbagai kebobrokan moral, degradasi sikap mental, serta kejahatan perilaku di seluruh dunia, termasuk Indonesia, disebabkan oleh meluasnya ketidaktaatan dalam mengamalkan ajaran agama.
Hal itu disampaikan LaNyalla ketika saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan Majelis Shalawat An Nida, di Singapura, Minggu (9/10/2022).
“Berbagai tindak kejahatan dan pelanggaran hukum justru dilakukan oleh orang-orang yang mengaku beragama. Kenapa bisa terjadi seperti itu? Jawaban sederhananya karena tidak taat mengamalkan ajaran agama. Karena tidak taat maka pasti tidak istiqomah mengamalkan ajaran-ajaran agama,” tegas LaNyalla.
Akibatnya, dalam penyelenggaraan negara pun terjadi banyak kerusakan sistem seperti bercokolnya oligarki politik dan ekonomi yang sengaja menyengsarakan rakyat, sehingga tidak terjadi keadilan sosial.
“Kalau saja ada keadilan, pasti anda semua mencari nafkah di negeri sendiri, tidak perlu bekerja di negara lain,” ucap LaNyalla, disambut tepukan tangan meriah dari ratusan pekerja migran Indonesia, yang semuanya adalah wanita.
Menurut LaNyalla, itulah sebabnya dirinya menawarkan gagasan agar UUD 1945 dikembalikan ke naskah aslinya sebagai sebuah jalan keluar. Karena amandemen yang dilakukan kemarin telah mengubah 97 persen naskah konstitusi menjadi konstitusi baru yang berbeda dari aslinya.
“Perjuangan tersebut saya tawarkan untuk menyelamatkan Indonesia, antara lain agar ibu-ibu semua bisa bekerja dengan tenang di negeri sendiri, tidak perlu mencari pekerjaan di negara orang lain,” ujar LaNyalla, disambut pekik dukungan dan tepukan tangan meriah dari ratusan pekerja migran.
LaNyalla menjelaskan, sikap dan pernyataan tegasnya itu bukanlah sebagai oposan terhadap pemerintah. Melainkan sebagai bentuk penyaluran aspirasi rakyat agar pemerintah bisa memperlakukan rakyat secara adil.
“Sebab kehadiran kami di sini adalah untuk menjemput aspirasi warga Indonesia yang bekerja di sini,” ujar LaNyalla, seraya menambahkan bahwa pernyataan yang sama telah ia sampaikan kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, bahkan telah ia sampaikan juga kepada Presiden Joko Widodo.
Peringatan Maulid Nabi sendiri dibuka oleh Penasihat Majelis Shalawat An Nida, Ustazah Dr. Nola Zain Salman, dan dihadiri juga oleh Wakil Duta Besar RI untuk Singapura, Djati Ismoyo.(*)
Laporan : Suryadi
Sumber : Biro Pers, Media dan Informasi LaNyalla
Tags: Singapura
-
Kapolda Sulsel Hadiri Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2023 di Jakarta
-
Kapolres Demak: Banjir Rob Belum Seluruhnya Surut, Kami Siapkan Bantuan untuk Desa yang Terendam Banjir
-
Kapolsek Caringin Hadiri Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan Terkait Harkamtibmas, Diikuti Forkompicam
-
Kapolda Jambi Didampingi Kapolres Muaro Jambi Tinjau Vaksinasi Massal di Puskesmas Penyengat Olak Muaro Jambi
-
Peduli masyarakat pelosok, Satgas Yonif 715/Mtl aktif gelar chek kesehatan berkala
-
Edukasi Tertib Berlalu Lintas, Operasi Keselamatan Tinombala Masuk Lokalisasi Tondo
-
Menanti 16 Tahun Kepastian Status Tanah, Akhirnya 402 Transmigran di Muna Terima SHM dari Kementerian Transmigrasi
-
Aksi Cepat TNI Berhasil Gagalkan Penyelundupan 35,9 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
-
Gus Halim: Perubahan Iklim Makin Cepat, Mitigasi Harus Tepat
-
Antisipasi Penyebaran PMK, Babinsa Koramil Tipe B 0808/13 Doko Pantau dan Cek Hewan Ternak di Wilayah Binaannya

