REAKSIMEDIA.COM | Batang – Puluhan warga Desa Banteng dan Sendang mendapat bantuan sosial dari Pemerintah. Bantuan sosial sembako berupa beras diserahkan oleh Kapolsek Tersono Polres Batang IPTU Erdi Nuryawan didampingi Kepala Desa di Balai Desa setempat.
Kapolsek Tersono Polres Batang IPTU Erdi Nuryawan mengatakan sembako dibagikan pada masyarakat kurang mampu terdampak pandemi COVID-19.
Sebelumnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemdes untuk penerima bansos tersebut.
“Hari ini, kami distribusikan bantuan pemerintah berupa beras untuk masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi di Desa Banteng dan Sendang,” kata Kapolsek, Rabu (4/7/2021).

Ia menyebut, ada 40 warga yang diberi sembako terdiri dari 20 warga Desa Banteng dan 20 warga Desa Sendang. Mereka menerima sembako berupa beras 5 kilogram dan masker.
“Selain beras, kami juga bagikan masker,” jelasnya.
Kapolsek berpesan pada masyarakat Tersono, agar selalu menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas untuk meminimalisir penyebaran virus corona.
“Kami imbau masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari hari tetap patuhi prokes seperti memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan, agar sebaran COVID-19 dapat ditekan,” imbaunya.
Laporan : Suryadi
Tags: batang
-
Ramadan Penuh Berkah; A.Haswidy Rustam Kadis Kominfo Kabupaten Pinrang Buka Puasa Bersama Pengurus IWO & PWI Pinrang
-
Bhabinkamtibmas Imbau Pedagang Waspada Peredaran Upal Jelang Lebaran
-
Sambil Bagikan Masker, Kapolres Demak Imbau Peziarah Makam Sunan Kalijaga Tetap Patuhi Prokes
-
Walikota : Irsan Efendi Nasution, SH Mewakili Seluruh Jajaran Pemko Menyerahkan Bantuan Zakat, Infaq, dan Sodaqoh
-
Polsek dan Danramil Kecamatan Leuwiliang Tinjau Wisata Pabanbon
-
Respon Cepat Polsek Limau Amankan Empat Terduga Pelaku Pemerasan
-
Pantau Kesiapan Pospam & Posyan, Kapolres Mukomuko Minta Personel Jaga Semangat dan Stamina Saat Bertugas
-
Pemerintah Tidak Akan Menarik Kelebihan Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan COVID-19
-
Kabidhumas Polda Jateng Jelaskan Perkembangan Penanganan Perkara Kasus Dugaan Persetubuhan di Sragen
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Lakukan Optimalisasi APBD Demi Kendalikan Inflasi di Daerah




