REAKSIMEDIA.COM | Bukittinggi – Seiring dengan munculnya Proyek besar yang membelah jalan raya di Kota Bukittinggi, yang dilontarkan oleh Aktifis senior Kota Bukittinggi Amril Anwar, pada terbitan di beberapa media online hari kemarin.
Setelah wartawan Media ini bisa menghubungi Site Manacer Proyek, Awaluddin Rao “via Telepon, yang mengerjakan proyek besar ini menjelaskan kepada masyarakat khalayak ramai, untuk bisa dimaklumi dan dipahami.
Haknya daripada LSM atau media sosial media massa sebagai kontrol sosial dalam tugasnya sehari hari itu adalah hal yang wajar,” katanya.
Untuk lebih jelasnya, pembangunan yang mempergunakan uang negara ini, masyarakat bisa bertanya langsung kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dalam hal ini Dinas PUPR Kota Bukittinggi yang jelas kita sebagai rekanan atau kontraktor melakukan prosedur yang ada melalui dari proses lelang sampai kontrak kerja selesai.
Pelaksanaan yang dimaksud dengan drainase primer adalah pembuangan akses air, ke sungai besar yang ada di sekitarnya,” ujarnya.
Cara pengerjaan proyek ini di jalan utama memang selalu jadi sorotan oleh masyarakat ramai, yang di dalam setiap Kota-kota besar memang ini selalu menjadi persoalan termasuk di Sumatera Barat ini Padang dan Bukittinggi ya Penanganannya memang cukup konferensif cukup sulit karena dia harus terhubung dengan sungai-sungai dalam proses pelaksanaan di tengah-tengah jalan memang itu ada yang belum paham, kalau dikerjakan di pinggir jalan akan mengganggu fasilitas atau instrumen lain seperti PDAM, Telkom dan PLN.
Sehingga memang dalam proses pelaksanaannya terlihat agak aneh kalau kita belum pernah melihat DKI Jakarta itu sudah biasa bahkan kadang-kadang proyek proyek besar di kota besar Jakarta contohnya itu malah Di bor di bawah tanah.
Kontrak kerja proyek sebesar ini dengan Pagu 5,6 miliar 15,6 miliar saya tawar cek 12,9 miliar Alhamdulillah kami ditunjuk sebagai pemenang proyek ini kami lakukan dengan uang saya sendiri, ini proyek sama sekali tidak mempunyai dana talangan atau dana pinjaman seperti dana DP atau uang muka tidak ada lagi ini hampir 90% pekerjaannya dilakukan oleh vendor salah satu contohnya pekerjaan pengadaan box karpet dari pabrik, yang dipesan sebanyak 1090 dari rencana yang direncanakan.
Selanjutnya setelah itu nanti masuk ke dalam lubang yang sudah dipersiapkan ditimbun lagi terus diaspal lagi pengaspalan itu juga dikerjakan oleh statika Mitra sarana atau vendor-vendor lain yang mempunyai aspal mixing plant, jadi disana dikerjakan semua bahan bakunya standarisasi, jadi kita hanya menggali memasang selanjutnya hanya itu inti pekerjaan kita,” jelasnya.
Peristiwa-peristiwa sepertinya ada jatuh korban, itu sudah diakui sendiri oleh korban kesalahannya. kejadian yang sebenarnya ketika itu, ibu-ibu yang yang kerjanya setiap hari menjual sayur biasa setiap subuh mereka berangkat diantar oleh anaknya pakai sepeda motor, yang mengalami lampu motornya tidak nyala.
Kalau sampai korban yang meninggal akibat pekerjaan atau gangguan proyek ini belum ada sampai saat ini.
Tapi walaupun demikian kita selaku perusahaan bertanggung jawab seluruh biaya pengobatannya kita yang bayaran dan bersilaturahmi kerumah kediaman korban,” tutupnya
Laporan : Zulkarnain
Tags: Bukittinggi
-
Buka Seminar Nasional di Uncen, Wamendagri Harap Pelaksanaan Pemilu 2024 di Papua Berjalan Baik
-
Bermalam di Desa Kucur, Mendes Yandri Berdialog dengan Kepala Desa dan Masyarakat
-
HJ. Riana Sari Arinal Lakukan KunKer Ke Kabupaten Way Kanan
-
Kembangan Usaha BUM Desa, Mendesa PDTT Ajak Investor Dalam dan Luar Negeri
-
Menhub Apresiasi Langkah Strategis Kakorlantas, Arus Mudik Hingga H-4 Lebaran Terkendali
-
Polres Banjarnegara Lakukan Pengamanan Gereja Beri Rasa Aman Umat Kristiani Saat Beribadah
-
Tinjau Pembangunan Tol Yogyakarta – Bawen, Menteri Basuki Tegaskan 4 Pesan
-
Pemerintah Dukung Pembentukan Induk Perusahaan dan Transisi Energi di PLN
-
Kementan Pastikan Ketersediaan Gula dan Minyak Goreng Cukup untuk Nataru 2023
-
Rapat Penetapan Pasangan Calon Terpilih Kabupaten Halmahera Utara Frans Manery Dan Muchlis Tapi Tapi


