REAKSIMEDIA.COM | Kalimantan Timur – Kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) di DKI Jakarta berbeda dengan di Kalimantan Timur (Kaltim). Kaltim selama ini termanjakan oleh kekayaan sumber daya alam ( SDA ) sehingga sebagian orang kurang memperhatikan pendidikan dan menganggap tingkat persaingan rendah. Adanya IKN ini menjadi tantangan dan memotivasi untuk terus meningkatkan kualitas SDM generasi muda.
Demikian disampaikan Sekretaris Umum Bala Pertahanan Adat Asli Kalimantan ( Baladika Mulawarman), Abdillah Syafei, di Samarinda, Jumat (3/6/2022 ).
“Tantangan kita sebagai warga asli Kaltim cukup erat karena kita harus bersaing dengan potensi-potensi dari luar yang akan masuk ke Kalimantan. Maka tidak ada pilihan bagi kita kecuali meningkatkan SDM kita dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini kita belum bisa bersaing, namun jangan putus asa karena ke depan anak-anak kitalah yang akan maju merebut kesempatan usaha dan politik,” tegasnya.
Abdilah menambahkan bahwa harus diakui juga, tidak sedikit SDM KalimantanTimur yang levelnya sudah nasional seperti Irianto Lambrie, Syahri Jaang, Rizal Effendi, Prof. Masjaya. Jika pemerintah pusat memiliki kepekaan maka tidak akan mengabaikan orang-orang hebat ini untuk dilibatkan di Badan Otorita IKN Nusantara.
“Pimpinan Badan Otorita IKN Nusantara sejauh ini cukup bagus yang bisa kita lihat dengan kasat mata apalagi dilibatkannya beberapa tokoh kita seperti Isran Noor dan Prof. Masjaya, untuk mengakomodir potensi-potensi yang ada di Kaltim. Saya berharap ini bukan sekedar membujuk dan meredam gejolak di daerah, tetapi betul-betul pemerintah tulus dan ikhlas melibatkan kita supaya keberadaan IKN ini tetap terjaga, walaupun ada sebagian kelompok menolak. Kalau pemerintah pusat serius menunjukkan itikad baiknya mudah-mudahan yang menolak jadi mendukung, tapi jika ini hanya pemanis saja pihak-pihak yang menolak saya yakin akan bertambah besar,” ungkapnya.
Dia melanjutkan bahwa pembangunan di IKN ini tidak akan selesai dalam waktu 1 tahun, cukup banyak waktu bagi orang yang menolak untuk membuktikan kekhawatiran-kekhawatiran yang mereka jadikan alasan untuk menolak tadi.
“Tantangan bagi pemerintah pusat sekaligus peluang bagi kita yang di daerah ini bagaimana melibatkan orang daerah agar terlibat aktif dalam pembangunan IKN. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa mendengar aspirasi dan masukan-masukan dari tokoh Kaltim. Kalau orang Kalimantan diberikan penghargaan dan penghormatan, orang Kalimantan akan tulus ikhlas dan akan bekerja sebaik mungkin demi kemajuan bangsa dan negara. Kami berharap kita bicara IKN tidak sekedar berbicara politik dan ekonomi, kita harus memperhatikan nilai budaya dan agama karena agama dan budaya sudah menjadi satu dan tidak bisa dipisahkan. Baladika Mulawarman mendukung kegiatan-kegiatan yang akan mensejahterakan masyarakat dalam pembangunan IKN Nusantara,” tutupnya mengakhiri.
Laporan : Ence
Tags: Kalimantan timur
-
Capaian Vaksinasi Untuk Anak Di Kabupaten Bogor Sudah 40,44%
-
Anggota KPU dan Bawaslu Bukan Sekadar Penyelenggara Pemilu, Melainkan Juga Penyelenggara Negara
-
Mendagri Minta Pemda Aceh Perbaiki Manajemen Anggaran
-
Dinas PerkimLH Pinrang Kolaborasi Babinsa Koramil-04 Kodiom 1404/Pinrang Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Saluran Air
-
Edi Arsyadad Terpilih Jadi Ketua IWO Periode 2022-2023
-
Lapas Gunung Sugih Berikan Pelatihan Laundry Ke Warga Binaannya
-
TNI-POLRI “Sinergitas Tanpa Batas”
-
Dukung Percepatan Herd Immunity, Polsek Tinggimoncong Kembali Menggelar Vaksinasi Bertajuk Wisata
-
Selain Jadi Gadik, Anggota Satgas Kodim Maluku Yonarhanud 11/WBY Juga Tanamkan Budaya Hidup Sehat di SDN Iha
-
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Akan Tinjau Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Batang

