REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Tahun 2025 terjadi peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Mukomuko. Dari data per Januari-September 2025, sudah tercatat ada 12 kasus.
Sementara tahun lalu, Januari-Desember 2024 tercatat 10 kasus. Dimana dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak ini mayoritas pelakunya orang terdekat, bahkan ayah kandung dari korban.
Tentu permasalahan ini harus menjadi proyeksi khusus kedepan, mulai dari orang tua, pihak sekolah, pemerintah serta penegak hukum untuk bagaimana menekan kasus tercela ini.
Selain itu peran Aparat Penegak Hukum (APH) diharapkan dapat benar-benar memberi efek jera kepada para predator anak ini. Tentu dengan hukuman maksimal sedikit mengobati korban dan para orang tua korban.
Karena hukuman maksimal pun tidak bisa lagi mengembalikan kehormatan sang anak yang sudah dirusak secara fisik maupun mentalnya oleh para pelaku kekerasan seksual tersebut.
Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP. K-P-K) Mukomuko, M Toha, juga ikut menyoroti permasalahan serius ini.
LP. K-P-K juga berharap seluruh Hakim yang menangani perkara seperti ini dapat memberi hukuman maksimal terhadap seluruh pelaku kekerasan seksual terhadap anak ini.
” Kami sudah cek data tahun ini ada peningkatan jumlah kasus dari tahun sebelumnya. Apa lagi pelaku ini mayoritas orang terdekat korban, bahkan ada pelaku itu ayah kandung,” ungkap Ketua LP. K-P-K Mukomuko, M Toha.
Ia meneruskan, harusnya orang terdekat dari korban, apa lagi orang tua korban kewajibannya menjadi pelindung bagi para korban, bukan malah menjadi pelaku.
Karena dampak dari kekerasan seksual terhadap anak ini sangat serius, dan memiliki dampak jangka panjang baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.
Bahkan tidak sedikit anak yang menjadi korban kekerasan seksual ini mengalami gangguan psikis, depresi, dan bahkan tidak lagi memiliki gairah hidup seperti sebelumnya.
” Ini kategori permasalahan serius. Maka kami harap APH tidak melindungi kasus-kasus seperti ini. Bahkan kami berharap kepada Hakim dapat menghukum semaksimal mungkin para predator seksual terhadap anak ini,” imbuhnya.
LP. K-P-K juga berhadap kepada Pemkab Mukomuko, untuk serius melihat permasalahan ini. Agar stakeholder terkait gencarkan edukasi melalui sosialisasi diseluruh desa maupun sekolah-sekolah.
” Jika tidak dapat menihilkan kasus, minimal kita khususnya di Kabupaten Mukomuko dapat menekan jumlah kasus. Jangan seperti tahun ini lagi kedepannya, terjadi peningkatan kasus dari tahun sebelumnya. Miris kita melihat ini, mohon kepada stakeholder terkait dapat lebih mengoptimalkan edukasi ke masyarakat,” pungkasnya.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: Mukomuko
-
Perkuat Tata Kelola Pemprov, Ketua KPK: Kami Hadir di Kalimantan Timur Bersama Masyarakat
-
Iptu Yudi Harsono, Kapolsek Cempa Hadiri Rapat Persiapan Peringatan HUT RI Kecamatan Cempa
-
Bupati Luncurkan Program Bulan Bhakti Gotong Royong di Seluruh Kecamatan Kabupaten Bogor
-
Ada Apa Kasal Laksamana Yudo Margono ke Pentagon?
-
Kemendagri Beri Arahan Strategi Percepatan Realisasi Anggaran dan Lelang Dini
-
Personil Polsek Gajah Monitoring Harga Sembako Pasca Kenaikan Harga BBM
-
Koordinator Pusat BEM KSI: Ucapkan Terima Kasih Kepada Kapolri dan Jajaran Atas Keberhasilan Laksanakan Operasi Ketupat 2025
-
Ketum PSSI Resmikan Berdirinya Yayasan Bakti Sepakbola Indonesia
-
Ribuan Masyarakat Memadati Lapangan Lasinrang Park ; H.A. Irwan Hamid,S.Sos., Bupati Pinrang Selamat Hari Raya Idul Fitri dan Mengajak Masyarakat Untuk Saling Memaafkan
-
Mendorong Transformasi Ekonomi, Polri Pastikan Stabilitas Pangan Nasional





