REAKSIMEDIA.COM | | Mukomuko – Hal tersebut disampaikan Arios Santoso seorang warga asal Desa Pondok Panjang yang merasa senang dan gembira sebab pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu telah memulai pekerjaan penanganan longsor bibir sungai Manjunto Desa Pondok Panjang Kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko.
“Tentu atas nama masyarakat kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah melalui BWS Sumatera VII Bengkulu yang telah memulai penanganan longsor bibir sungai Manjunto untuk mencegah meluasnya kerusakan yang berdampak kepada pemukiman warga yang berada di pinggiran sungai Manjunto desa pondok panjang,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Unit Pengelola Irigasi (UPI) Daerah Irigasi (DI) Manjuto, Sumarlin, ST mengatakan, penanganan tanggap darurat terkait longsor di Desa Pondok Panjang telah dimulai. Adapun upaya penanganan tersebut bersifat sementara dengan pengalihan arus air dari sisi kiri ke sisi kanan. Sehingga arus sungai tidak langsung menghantam tebing longsor. Dalam realisasi penanganan darurat ini, BWS mengerahkan para pekerja dan dua unit alat berat.
“Penanganan tanggap darurat kejadian longsor di Pondok Panjang sudah mulai dilakukan oleh pihak BWS,”katanya.
Lanjut Sumarlin bahwa penanganan darurat ini akan dilakukan semaksimal mungkin supaya hasilnya seperti yang diharapkan oleh para warga terdampak, yaitu meminimalisir terjadinya longsor susulan. Ia juga menegaskan, bahwa upaya ini bersifat sementara dan bukan penanganan permanen. Sebab untuk penanganan permanen masih menunggu informasi lebih lanjut dari BWS. Muda-mudahan setelah dilakukan upaya ini, longsor dibelakang rumah warga tidak bertambah parah.
“Dengan harapan kejadian longsor tersebut tidak semakin bertambah parah sampai dilakukan penanganan secara permanen,” sambungnya.

Sementara itu, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko, Sutan Asril yang ikut turun kelokasi longsor juga mengatakan ucapan terima kasih kepada pihak BWS Sumatera VII yang telah tanggap atas bencana longsor yang terjadi di Desa Pondok Panjang.
Ia juga sangat mendukung langkah tanggap darurat tersebut. Sebab jika tidak dilakukan segera, dipastikan longsor akan bertambah parah. Oleh sebab itu, semoga proses pekerjaan dapat berjalan lancar sampai dengan tuntas.
“Kita tentu mendukung cepat tanggap penanganan darurat ini. Semoga proses pekerjaan berjalan lancar dan maksimal,” tutupnya.
Para warga terdampak longsor bibir Sungai Manjuto di Desa Pondok Panjang, Kecamatan V Koto, bisa sedikit bernafas lega. Sebab rencana penanganan tanggap darurat yang cukup lama ditunggu akhirnya terwujud. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu, telah menurunkan dua unit alat berat untuk melakukan penanganan sementara. Upaya yang dilakukan, yaitu pengalihan arus air agar tidak menghantam dinding. Hal tersebut sebagaimana permintaan masyarakat serta usulan tanggap bencana yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: mukomuko bengkulu
-
Pangkoopsud II Hadiri Kegiatan Donor Darah dalam Rangka Peringatan HUT Ke-79 TNI AU TA. 2025 di Makoopsud II
-
Sukses Tingkatkan Layanan, CC PLN 123 Borong 14 Penghargaan Global Contact Center World Awards 2024
-
Inilah 24 Peserta Piala Dunia U-17, Rapat Pertama Digelar Hari ini
-
UPT Puskesmas Tebing Gelar Vaksinasi Massal Pelayan Publik, Guru Dan Lansia
-
Kapuspen TNI: Sinergi TNI – Organisasi Organisasi Olah Raga Nasional Untuk Menjaring Bibit-Bibit Unggul Tingkat Dunia
-
Sekjen Taufik Madjid Minta Pelayanan Desa Dilakukan Offline dan Online, Ini Alasannya
-
Kapolda Jateng Amankan Demo 11 April Secara Persuasif dan Humanis
-
Indeks Kebahagiaan Tertinggi, Gus Halim Minta Warga Maluku Utara Pertahankan Solidaritas
-
H. Syahruddin; Kadis Perikanan Kabupaten Pinrang Terima Penghargaan Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI
-
Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana Membantu Warga Binaan Untuk Kelancaran Pelaksanaan Acara Adat





