REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar seminar online bertajuk “Pengelolaan Formal Event Manajemen bagi MC dan Moderator”. Agenda tersebut berlangsung selama dua hari, dari 11 hingga 12 November 2021 secara virtual dan diikuti oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.
Dalam laporannya, Sekretaris BPSDM Kemendagri Endang Try Setyasih menyampaikan, tujuan dan manfaat diadakannya acara ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, performance, dan kompetensi aparatur ketika menjadi Master of Ceremony (MC)/moderator sehingga acara yang dibawakan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
“Peserta dapat berkomunikasi dan tampil secara percaya diri, serta memiliki penampilan menarik dalam setiap penampilan dan memiliki kapasitas dalam mengelola sebuah kegiatan secara profesional, baik formal dan non-formal,” kata Endang, Kamis (11/11/2021).
Sementara itu, Kepala BPSDM Kemendagri Teguh Setyabudi mengungkapkan, BPSDM Kemendagri tidak berhenti untuk terus berkarya bersama pemerintah daerah mewujudkan SDM aparatur yang lebih profesional dan kompeten, tak terkecuali untuk MC dan moderator. Menurut Teguh, MC dan moderator memegang peranan penting dalam penyelenggaraan suatu kegiatan.
Untuk menjadi seorang MC atau moderator, dibutuhkan keterampilan yang kompleks. Sebab, mereka dituntut tidak hanya sebatas mampu membacakan rundown acara, tapi juga mesti memiliki kualitas-kualitas lain. Misalnya, aspek kecerdasan, pengetahuan, pengalaman, rasa percaya diri, hingga selera humor.
“MC dan moderator itu memegang peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan suatu kegiatan atau acara,” kata Teguh saat membuka seminar tersebut.
Teguh menambahkan, seorang MC atau moderator juga mesti memiliki pengetahuan yang memadai dalam suatu topik yang dibahas. Tujuannya, agar konteks pembicaraan yang disampaikan oleh narasumber dapat dikembangkan. Tak hanya itu, MC atau moderator juga memiliki peran penting dalam mengartikulasikan pertanyaan kepada narasumber agar informasi atau pengetahuan yang disampaikan dapat lebih lengkap. “Moderator yang baik, secara konten dan substansi juga harus menguasai,” tuturnya.
Selain itu, Teguh juga menekankan soal peran MC atau moderator sebagai pengatur lalu lintas antara narasumber dengan peserta agar diskusi berjalan adil dan sesuai konteks. Untuk itu, MC atau moderator harus bisa mencairkan suasana dengan melemparkan bahan candaan yang tepat. Lalu, MC atau moderator juga dituntut untuk mampu menegur dan mengkritisi peserta apabila bertele-tele dan keluar konteks saat bertanya. Namun demikian, mereka tetap harus menjaga agar teguran itu tidak membuat peserta tersinggung.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: jakarta
-
Polsek Padang Bolak Tangkap Dua Orang Pria Yang Sedang Santai Di Warung, Karena Menyimpan Sabu
-
Kemenpora Gelar Rakor dengan Pemda/ Dispora Daerah untuk Persiapan Kegiatan Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia 2022
-
Doktif Bersaksi Di Persidangan Isa Zega. Netizen Dukung Shandy dan Juragan 99
-
Bupati Sukabumi Marwan Hamami melantik 57 Kepala Sekolah, Kadisdik : Tunjukan Inovasi dan Kreativitas
-
Kabid Humas Polda Jabar: Pemusnahan Handak Power Gel Dilakukan Personil Unit Jibom Den Gegana Sat Brimob Polda Jabar
-
Mangnguluang Mansur, Lebaran Depok Budaya yang Harus Kita Lestarikan
-
Erick dan Puan Berharap Kompetisi Olahraga Internasional Mampu Majukan Pariwisata Nasional
-
Pangdam Kasuari Ikuti Kegiatan Donor Darah HUT ke-7 Perkumpulan Rumah Besar Flobamora – NTT PB
-
Perkembangan Operasi SAR Pascagempa M7,8 Turkiye
-
Pastikan Sesuai Perencanaan, Pembangunan Jalan Rabbat Beton Desa Manjunto Jaya di Monev Tim Kecamatan Air Manjuto dan Pendamping Desa

