REAKSIMEDIA.COM | Kabupaten Bogor – Dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 1 tahun 2024, anggaran bantuan keuangan bersifat khusus yang di kucurkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, yakni untuk :
1. Kesejahteraan Guru Bantu SD Negeri Daerah Terpencil sebesar Rp 448.800.000 (Empat ratus empat pulu delapan juta delapan ratus ribu rupiah),
2. Bantuan Keuangan Untuk Kesejahteraan Guru Non PNS SD Negeri Daerah Terpencil Sebesar Rp 900.000.000 (Sembilan ratus juta rupiah) di Kabupaten Bogor.
Namun menurut penjelasan Sekretaris Dinas (SEKDIS) Pendidikan Kabupaten Bogor, Dr. Nina Nurmasari, S.Pd., M.pd, yang di jawab melalui pesan Whatsapp kepada REAKSIMEDIA.COM, bahwa anggaran penyaluran bantuan tersebut, hanya digunakan sebesar Rp. 211.200.000 (Dua ratus Sebelas Juta Dua Ratus Ribu Rupaih), untuk Guru bantu SD Negeri Daerah Terpencil. Sementara untuk anggaran Kesejahteraan Guru Non PNS SD Negeri Daerah Terpencil sebesar Rp 558.000.000 (Lima Ratus Lima Puluh delapan juta Rupiah).
Adapun alasan Sekdis Pendidikan Dr. Nina Nurmasari, S.Pd., M.pd, yang menegaskan bahwa penggunaan anggaran bantuan khusus dari Provinsi Jawa Barat tahun 2024 tersebut, tidak seluruhnya disalurkan kepada para guru bantu SD Negeri daerah terpencil. Disebabkan, pada saat dilakukan Verifikasi kepada para guru Non PNS, saat itu ada yang sudah masuk menjadi PNS, sehingga jumlah guru yang mendapatkan bantuan menjadi berkurang.
Akan tetapi, saat REAKSIMEDIA.COM mempertanyakan, bukti atas jumlah dan nama guru yang di Verifikasi oleh Dinas Pendidikan kepada para guru bantu SD Negeri daerah terpencil tersebut, sampai berita ini ditayangkan, Dinas Pendidikan tidak menanggapinya.
Sehingga, di duga dari anggaran bantuan khusus yang di berikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, untuk disalurkan kepada para Guru Bantu SD Negeri Daerah terpencil, masih ada tersisa anggaran sebesar Rp 558.000.000. Namun menurut Sekretaris Dinas (SEKDIS) Pendidikan Kabupaten Bogor. Dr. Nina Nurmasari, S.Pd., M.pd, bahwa sisa anggaran tersebut sudah dikembalikan kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor.
Sementara itu, diketahui dan sudah menjadi kebiasaan, setiap ada permasalahan yang menyangkut atas nama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, bila di konfirmasi oleh Media, baik melalui surat atau ingin bertemu dengan Kepala Badan atau Kepala Bidang dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, jawabannya lebih mudah menemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Untuk itu, diharapkan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun kepada KPK RI pusat Jakarta, agar bisa lebih fokus dalam mengawasi penggunaan anggaran di Kabupaten Bogor, baik anggaran dari APBD, bantuan Hibah dari Provinsi maupun dari Pusat Jakarta (Kementerian).
Laporan : Hotma
Tags: kabupaten bogor
-
Babinsa Koramil 05/Jila Bantu Petugas Lakukan Pendataan Anak Stunting
-
Hadiri Mandiri Investment Forum 2023, Presiden Sampaikan Capaian Target Investasi Indonesia
-
Perkuat Pembinaan dan Pengawasan serta Jalin Silaturahmi, Kapolda Bengkulu Gelar Kunker ke Polres Mukomuko
-
Ringankan Beban, Pemdes Resno Salurkan BLT DD Tahap II 2026 Kepada Warganya
-
Crowded Enterprise dan Kampoeng Vietnam Sukses Gelaran “Happy New Year 2024”
-
Satreskrim Polresta Jambi Berhasil Ungkap Kasus Konservasi SDA dan Ekosistem
-
Panglima TNI dan Panglima Tertinggi TNI Di Medan
-
Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Hadir sebagai Tenaga pengajar di SDN 26 Sei Daun Wilayah Perbatasan RI-MLY
-
Polres Pinrang Siap Amankan Natal dan Tahun Baru 2025
-
Kapolsek Jambi Timur AKP Hendra Wijaya M.SH SIK MH Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Massal ditiap Kelurahan Di Jambi Timur




